Rabu, 13 November 2013

BAB VIII KEKAISARAN CINTA




PERSEMBAHAN CINTA

Kesepian adalah bagian dari cinta
Tidak ada lagi pelipur lara disaat sedih
Tidak ada penyorak dikala senang
Kemenangan hanya dinikmati sendiri
Dalam kebosanan kau mencari
Apa arti cinta bila tidak bisa mencintai lagi
Rasa rindu membuka kertas surat
Rasa sayang mengembalikan diary cinta
Menuliskan segala isi hati
Sendiri dalam istana tak mampu bicara
Karena hanya patung yang mendengarkan
Benarkah cinta telah meninggalkan kasih sayangnya?
Dimana beradanya cinta?
Kesepian adalah burung nuri yang terkurung dalam sangkar
Bisa berkicau-kicau mencari teman tapi tak bisa keluar
Tak sebebas merpati yang melayang kesana kemari
Namun cinta telah memberikan perhatiannya
Sehingga luka bisa terobati
Kesetiaan menunggu selalu
Selamanya dalam kebahagiaan walau tanpa kesenangan
Hidup tenteram dan aman tanpa perlu merasa dikejar
Cinta tetap akan abadi selamanya
Dalam ruang-ruang keyakinan hasrat diri
Popoen Atjeh
09-11-2007





ZIARAH CINTA

Seandainya semua cinta tertutupi
Kemilau cahaya kabut
Hantu-hantu jalanan yang gentayangan
Disudut-sudut ruang gerak
Jika Cinta adalah perempuan jalang
Sundalnya hidup digilir kemana-mana
Dirasakan oleh banyak hidung belang
Ketika cinta pergi entah kemana
Semua menganggapnya telah mati
Hingga membuatkan satu ruang diantara kabut
Untuk selalu dapat mengenang cinta
Namun cinta telah terselamatkan
Disuatu negeri antah berantah
Dimana pemujaan terhadap cinta
Membuainya dan membuatkan
Istana untuk cinta
Didalam istana banyak permaisuri dan pangeran
Yang selalu menjaga cinta agar betah
Dalam kehidupan makmur negeri
Negeri cahaya yang antah berantah dimana letaknya
Menjaga hati untuk dimiliki
Setiap orang yang berada di ruang kenangan cinta
Selalu dapat merasakan
Bahwa cinta itu tidak pernah benar-benar pergi
Dia hanya sedang merindukan kedamaian hati
Popoen Atjeh
09-nov-2007


KHAZANAH CINTA

Taman dan bunga-bunga
Berkembang didalam hati
Ketika cinta memiliki rasa
Apakah yang terjadi antara cinta dan benci
Begitu indahnya hingga tak sanggup tuk memilikinya
Dalam pusara cinta yang telah dibuat
Untuk mengenang cinta
Mereka hanya bisa menangisi kepergiannya
Dalam purinya cinta menuliskan sejuta pesan
Untuk yang terakhir hingga cinta mampu tuk kembali
Sejuta perasaan berdebar menunggui kasih cinta
Dalam kehangatan taman janjinya
Yang mulia kaisar pengabdian
Mendatangi cinta yang sedang bernyanyi
Dengan kecapi sutranya ditengah kolam kearifan
Ditemani burung-burung pipit yang ikut mendendangkan
Nyanyian impian kasih cinderella
Bertanya kepada cinta apakah gerangan yang bergejolak
Sehingga cinta tak mau lagi berkhotbah dikota itu
Cinta menjawab
Mereka yang tinggal dikota telah lama meninggalkannya
Telah lama menceraikannya hanya untuk meminang
Dua perempuan cantik jelita, ketamakan dan kesenangan
Kaisar yang merasa kasihan kepada cinta
Membiarkan tangisan kesedihan cinta
Dengan sejuta kasih sayangnya kaisar memberikan seserahannya
Kepada cinta yang termenung dikolam kearifan
Dengan mengucap salam kaisar pengabdian memohon diri kepada cinta
Dan berjanji akan menuntaskan semua masalah ini

Popoen Atjeh
09-11-2007

SENANDUNG CINTA

Engkau adalah bidadari di waktu fajar
Engkau adalah tempat pencarian terakhir
Dimanakah letak kehidupan ikhlas
Engkau adalah embun yang daun lahirkan
Yang menetes dikala mentari kembali di peraduan
Engkau adalah cahaya yang tersembunyi tapi dapat dinikmati sinarnya
Engkaulah kehidupan yang terus abadi
Diantara puing-puing kelimpahan ambisi
Engkau menjadi tempat berteduh
Tarian-tarian kampung halaman disuguhkan
Untuk menghormati kedatanganmu
Seribu nyanyian datang menyertai langkahmu
Sebelum cahayamu hadir mereka telah menemukan pusaramu
Untuk selalu mengingatkan bahwa kau ada
Karena engkaulah mengapa kami bisa
Karena engkau adalah anugerah cinta

Popoen Atjeh
09-11-2007














IKHTIAR CINTA

Seni adalah bagian dari cinta
Yang akan berjalan seiring dengan kasih
Setiap insan akan berseni untuk memperjuangkan cinta
Namun cinta akan berikhtiar
Seni adalah keanggunan wanita
Yang selalu mengenakan gaun keindahan
Selalu saja ada busana-busana baru
Yang dirancang untuknya
Layaknya seni selalu menciptakan hal-hal baru
Pemikiran-pemikiran baru disetiap langkah
Anggunnya wanita menciptakan seni dan keindahan
Yang terpadu dalam berbagai warna
Dan berbagai macam pernak-pernik
Jika cinta telah bersemi dihati
Maka kau harus buatkan satu ruang untuk cinta
Dan dengarkan setiap keluhan cinta
Karena semua hanya untuk kepentinganmu semata
Didalam nuansa kasih seni dan keindahan cinta

Popoen Atjeh
09-11-2007












KEKAISARAN CINTA

Dipayungi kegelisahan
Akhirnya sampailah ke suatu pelabuhan
Dimana semua orang begitu terpana
Akan sesuatu kemegahan
Dari sang penjaga mereka bertanya apakah gerangan?
Ternyata telah datang kepada mereka
Satu jiwa yang melintasi indahnya
Keagungan bertiraikan emas
Dalam taraf kerinduan
Ratu cahaya yang kembali mencari jejak kemuliaan
Diatas Istal tampak seekor unicorn
Yang terikat melayang diudara
Menunggu sang ratu menyelesaikan urusannya
Begitu cerianya dalam berkata
Jangan gerakkan bibirmu lebar-lebar
Untuk mengungkapkan sesuatu yang ada dalam dirimu
Petuah kasih yang tertuang dalam cawan anggur jiwa
Menolak untuk mencari kedamaian dalam cinta
Bila bibir ini tak pantas menyanjungmu
Biarkan hujan menjadi api
Dan akan membakar cinta hingga menjadi debu
Namun bila kauturuti kemauan cinta
Janganlah pernah kau ringankan telapak tanganmu
Hanya untuk memenuhi kepuasan semu dari penderitaan terkasih
Dalam kerinduan akan perjamuan cinta
Sesungguhnya kau adalah burung tiada berwaktu
Yang tiada bisa menerima permintaan maaf si tolol
Hanya buah hati ternoda yang bisa merubahmu
Jatidirimu yang seperti angin kadang bertiup kebarat
Lain waktu ketimur semaunya saja
Itulah dirimu
Popoen Atjeh
11-10-2007
KEINDAHAN CINTA

Indahnya cinta telah menyelubungi hari
Seperti langit yang selalu menyelubungi bumi
Tanpa rekayasa cahayanya menghampiri
Benarkan adanya getaran-getaran jiwa
Yang selalu dimiliki peri hati
Cinta adalah singgasana keindahan
Yang selalu mengilhami pengabdian
Menawarkan liontin-liontin dalam setiap keharuan
Biru selalu menawarkan prasasti dupa
Yang hanya memuja kekerasan
Bila cahaya akal dan indra terpisah
Dari setiap akar cahayanya akan mengeluarkan roh-roh
Roh akan kekuatan mata hati terpisah
Dari cahaya akal dan dan indra
Dalam setiap keindahan yang tersembunyikan oleh cinta
Terciptakan suatu cahaya hati yang bersih dari semua fitnah
Setiap saat mati dan kembali
Hanya waktu yang tersisa
Yang kemudian menyatukan kisah
Yang telah lama tersembunyikan oleh waktu
Dari setiap denting-denting sinar kasih
Akan mengeluarkan semua kisah yang telah lama pergi
Popoen Atjeh
09-11-2007









DIBALIK CAHAYA REMBULAN

Saat purnama jatuhkan bayangannya ke bumi
Maka begitu banyak cinta dibawakan
Oleh bidadari kayangan
Yang terus menyinari danau pemuja kearifan
Dengan pelangi bentangkan citra malam
Dibalik cahaya sang rembulan
Kau melihat sesosok wajah cantik
Dimiliki seorang putri yang selalu hadir disetiap mimpimu
Kini telah nyata dihadapanmu
Namun hanya sekejapan mata sang dewi telah hilang dari pandanganmu
Berusaha kau mencarinya sampai ke hutan
Namun langkahmu terhenti ketika kau melihat bayangan penderitaan
Derita yang dialami sang putri
Dimana jiwanya terkoyak oleh pemuja kejahatan
Yang telah memperdayainya hingga terjebak kedalam
Lubang kehinaan atas penderitaan
Namun kaupandangi wajahnya dibalik cahaya bulan
Kau akan melihat sesuatu wajah berseri-seri
Berkaca-kaca layaknya cahaya purnama penuh
Meninggalkan hati untuk dicaci maki
Namun hanya hasrat hati yang bisa memenuhi cinta
Dalam ruang-ruang kesepian
Sebelum cahaya menghilang
Kau tetap teguh dan selalu ingin menjaga sang putri
Biarkan sang putri terlelap dalam tidurnya
Hingga pagi tiba menyapa seluruh taman di danau keindahan
Dan bulan akan kembali penuh dalam satu purnama kemudian
Menjaga keutuhan kasih
Untukmu selamanya

Popoen Atjeh
10 nov 2007

KETIKA ANAK-ANAK MENANGIS

Jiwa-jiwa kecil menari
Melantunkan nyanyian impian kasih
Untuk tambatan hatinya ibunda tercinta
Ketika diri merasa ditinggalkan
Disuatu taman impian cinta
Mengenakan pakaian putih sebersih hati yang memiliki
Tiap-tiap mata kasih menatap penuh haru
Dalam kesunyian mereka masih bisa bernyanyi
Dalam setiap untaian suaranya mengisahkan persahabatan
Dalam kesendirian tanpa keluarga
Mereka masih bisa memikirkan cita-cita
Hanya tangan tuhan yang menjaga
Melalui insan-insan yang telah dipilih
Untuk menjaga dan membesarkan mereka
Hingga mereka tidak menangis lagi
Dan melupakan semua kesedihan hati
Hanya untuk satu tujuan meraih angan-angan setinggi langit
Melupakan semua kenangan terburuk yang terjadi

Popoen Atjeh
10-11-2007












KHARISMA CINTA

Bilakah esok kan tiba
Harapan akan datang menyelami hati yang gelisah
Dalam kesengsaraan segala cobaan
Namun kau tetap tegar dalam kasihmu
Sebelum semuanya hilang
Hatimu yang telah terbang dengan segala tangisan
Bilakah ini yang selalu kau harapkan bisa jadi pelipur lara
Jangan sampai kau ucapkan selamat tinggal
Kamu tak pernah menanyakan padaku kenapa
Hatiku yang telah terbang bersama bintang
Aku hanya bisa hidup sendiri lagi
Kamu selamanya hanya menyakitimu hatimu sendiri
Karena aku tak akan menyakiti hatimu lagi
Dan tidak akan membuatmu menangis lagi
Karena hatimu terlalu anggun
Seribu mawar bermekaran
Seribu bunga sakura berguguran dimusim semi
Hingga begitu dalamnya kasih
Mengendap didalam dada
Hingga tak pernah ada kata berpisah
Selamanya cinta sejati

Popoen Atjeh
11-11-2007

BAB VII SPIRITUALITAS CINTA




SPIRITUALITAS SANG SENJA

Hatiku pergi mencari kasihmu
Dalam lautan hati penuh cinta
Selubung kabut dari sebuah penderitaan yang besar
Mengotori roman muka yang cerah dari paras jelitanya
Noda-noda luka menghiasi tubuh lemah gemulai
Laksana sebuah petikkan biola
Nada-nada kasih yang tertuang dalam alunan
Suara para penari
Menebarkan harum bunga kenanga
Dalam cawan cintamu
Bila hati kembali
Hanya wajah gelisah yang tahu
Betapa harapan itu datang
Menciptakan suasana angin damai
Dalam kesejukan salju
Dipuncak bukit melati
Kala senja datang menyapaku
Seiring derap langkahku
Yang terbuaikan nyanyian impian sang dewi
Ratu dihatiku

Popoen Atjeh
23-Mar-1997







SPIRITUALITAS CINTA KASIH

Cinta…
Ada disuatu sudut sisi ruang dan waktu
Dimana sepasang insan terbuai didalamnya
Mimpi-mimpi indah kadang membayangi
Segala jalan dalam keremangan senja
Cinta adalah keluh yang mengepul jadi asap
Dan api akan timbul kala asap telah menguap habis
Harum mawar tetaplah harum mawar
Seandainya mawar bersalin rupa dengan nama lain
Ia tetap berdiri sempurna dan harum
Tanpa harus bernama mawar
Kuntum kasih yang tumbuh
Hendaknya menjadi bunga yang bermekaran indah
Disaat kita berjumpa kembali
Agar ada kemurahan hati disana
Kuntum cinta ini terus menerus dituangkan
Kedalam cawan hatimu
Seribu kali gelap mengerubuti kini
Cahayanya telam padam
Cinta menjemput kasih
Seperti murid pulang kerumah
Tapi berpisah ketika pergi
Begitulah cinta yang selalu mengejar kasih

Popoen Atjeh
10-jan-2000







KETIKA PERTEMUAN KEMBALI

Disaat fajar datang menyapa
Angin bertiup ketimur
Burung-burung dara berterbangan ketanah tinggi
Lalu tanah berguncang, bergetar
Meratakan seluruh tanah
Air laut menggumpal dan menyapu seluruh tanah
Penyucian jiwa kembali
Sosok dara kehilangan keluarganya
Sosok ibu mencari sanak saudaranya
Ketika air bah itu menyapa
Masing-masing telah kehilangan arah
Tak tahu kemana harus mencari
Hingga senja dan hari berganti
Diantara puing-puing kehancuran kota
Sang dara bertemu ibunda
Memluknya dengan penuh haru
Dan menangis karena hanya mereka
Berdualah dalam keluarganya yang selamat dari ganasnya hari
Burung-burung merpati menghampiri
Mereka bagaikan bidadari yang menyejukkan hati dan jiwa
Mereka-mereka yang ditinggalkan cinta
Kasih tetap abadi dalam doa kepada ilahi
Berdoa atas keridhaan, menerima dengan sabar dan ikhlas
Kehilangan atas bencana tanah ini
Tangisan kesedihan memaknai hati yang cerah
Awan-awan menyapa
Matahari bersinar menyinari tanahku yang kucintai
Selamanya

Popoen Atjeh
17-11-2005


SPIRITUALITAS HARI

Hari ini aku begitu bahagianya
Melihat disana-sini
Jiwa-jiwa bahagia yang akan
Mengunjungi istana Ilahi
Menunaikan perintahnya
Rintik hujan menyapa keharuan
Laksana bunga merah yang memutih kasihnya
Laksana bintang di surga bidadari turun kebumi
Untuk menyapa diri-diri yang berserah jiwa raga
Pada perintah Ilahi
Kumandang Doa terucapkan
Yang tenang sabar dan ikhlas
Hari ini adalah esok dari hari kemarin
Putri-putri sang laut marah dengan kelakuan
Naif perempuan ditanah ini
Yang tak pernah bisa memahami kebijakan Ilahi
Hingga menggetarnya tanah ini
Air laut melaju ke darat tidak seperti bisaanya
Dengan kekuatan penuhnya
Menyapu seluuh daratan
Menyucikan segala dosa-dosa maksiat
Membersihkan kembali tanah serambi mekkah
Dari segala tipuan perbuatan dosa
Banyak jiwa-jiwa kehilangan
Hanya hari yang berbicara
Dan esok telah tiba
Hari ini…
Segala dosa diampunkan
Hanya dengan menyebut nama ilahi
Mereka masing-masing mencari keluarganya
Di reruntuhan-reruntuhan kota mati akibat bencana
Kesedihan ini terus berlanjut
Hingga setahun kedepan
Hari-hari yang akan kita lewati
Hendaknya diisi dengan Doa-doa
Kepada para pendahulu kita
Yang telah pergi untuk selamanya
Dalam ganasnya hari kemarin
Menghitung hari kemarin, kini dan esok
Haruslah selalu lebih baik lagi

Popoen Atjeh
18-11-2005


























DIANTARA PUING-PUING

Diantara puing-puing
Satu sosok dewi kecil menangis
Sebuah besi tajam menancap dikeningnya
Tertinggal sepi diantara reruntuhan ganasnya kehancuran
Diantara puing-puing
Sosok mutiara kecil terpenjara
Didalam sudut rumah yang hancur
Porak poranda akibat bencana
Diantara puing-puing
Sosok seorang ayah tengah mencari keluarganya
Hanya seorang remaja putri anaknya yang berhasil
Dia ketemukan dalam keadaan perihnya sakit
Penderitaan akibat menahan hantaman
Sosok gadis yang tak mampu untuk bertahan lama
Meninggalkan cinta abadi untuk sang ayah
Dari balik cahaya surga
Diantara puing-puing
Seorang ibu menangis
Terus mencari pujaan hatinya
Mutiara hati yang sedang meregang nyawa
Tangisan kesedihan terus menetes
Dari mata sang bunda yang berseri
Diantara puing-puing
Sosok gaids berjalan tertatih-tatih
Sebuah goresan luka terukir
Diwajah ayu dalam seraut pipi indahnya
Sebuah tusukan benda tajam mengenai dadanya
Begitu dekat dengan jantungnya
Diantara puing-puing
Umat manusia berdoa
Tak mampu berpikir lagi
Terombang-ambing oleh kegelisahan
Berucap doa kehadirat Ilahi
Mengucap syukur bahwasanya
Jiwanya masih terselamatkan oleh tangan penuh kasih
Malaikat-malaikat penolong yang senantiasa
Menolong dalam segala suka dan duka

Popoen Atjeh
07-11-2005





























DIANTARA PINTU-PINTU

Diantara pintu-pintu
Ada pintu pertama terbuka
Kulihat seorang gadis menangis
Ketika dirinya tahu ia sendirian
Tak lagi punya saudara
Kubuka pintu berwarna putih
Sosok bidadari kecil
Menggendong boneka pujaan hati
Menangis…
Tidak ada keluarga menemani
Kubuka pintu selanjutnya berwarna merah
Begitu pedih terlihat
Kekejaman pengukir prahara
Menebar kekejian dimana-mana
Lalu pintu yang berwarna biru kubuka
Gulungan ombak menyapa
Lautan seperti naga yang akan mengeluarkan nyala api
Yang akan membakar amarah
Jika kau terus pandangi langit nan tinggi diangkasa
Maka tidak akan ada habisnya segala dendam didunia
Pintu berwarna hitam terdobrak
Kabut hitam terus datang menyapa tanah ini
Tanpa mengetahui apa gerangan terjadi kini
Tiba-tiba pintu langit terbuka
Jiwa-jiwa penasaran
Naik kelangit untuk menuju
Ketempatan pengadilan diri
Lalu pintu surgawi dibuka
Para malaikat turun
Untuk menolong jiwa-jiwa bersih
Tuhan memaafkan umatnya yang setia
Tuhan menerima tobat mereka
Pintu neraka ikut terbuka
Para malaikat tidak dapat memaafkan para pendosa
Para penebar nafsu yang tidak bisa menjaga diri
Semua pintu kembali tertutup
Hanya satu pintu terakhir yang terlihat
Didepannya telah menunggu dara jelita yang bersedih
Atas bencana yang dialami
Dan hanya ingin menunggu kekasih
Pulang kerumah di tanah tercinta

Popoen Atjeh
08-11-2005

























MISTERI CINTA

Oh gadis…
Kau datang menyapaku…
Hanya sekejapan mata…
Tak kau tinggalkan namamu
Aku selalu bertanya siapakah gerangan dirimu sebenarnya
Namun kau hanya diam membisu dan terpaku
Luruh senja tiba
Kuingin bertanya adakah kegalauan dalam hatimu
Mengapa perbuatanmu seperti itu
Tak menampakkan sisi dirimu
Kau menutupi sisi baikmu
Dengan sisi kelam ruang bathinmu
Kugenggam erat jemarimu
Untuk merasakan betapa indahnya hari
Namun kau masih terdiam
Merasakan keterhinaan atas ucapan
Yang sebenarnya kaupun begitu
Dalam merintis senja malam
Menunggu fajar melintas
Kau terduduk sepi seorang diri
Dalam kegelapan malam ini
Tak seorang pun menemani
Karena kau tak mau ditemani
Dedicated to gadis tak bernama
Popoen Atjeh
22-10-2005







MISTIK CINTA

Oh dewi kecilku…
Saat ini ingin rasanya kuselalu disisimu
Untuk menjabat erat jemarimu
Merasakan sentuhan hati nuranimu
Dengan segenap jiwamu
Ingin kupeluk bathinmu
Melayang bersama jiwaku
Merasakan hangatnya
Merindukan hati yang telah membeku sekian lama
Namun waktulah yang telah memisahkan
Hatimu hatiku
Jiwamu jiwaku
Ragaku ragamu
Melayang bersama indahnya kasih abadi
Yang tak pernah hilang
Lewat selembar kartu ucapan kutitipkan
Rasa kasihan berduka cita
Atas meninggalnya hatimu
Yang selalu keras hati dan berusaha
Membenarkan semua kesalahan

Popoen Atjeh
02-12-1999










KEMURNIAN CINTA

Kehidupan adalah pelacur
Yang rela digilir-gilir oleh berbagai kesenangan
Hari ini mencari perhatian sang pangeran
Esok diminati si belia elok
Entah sampai kapan kehidupan berjalan
Namun pelacur tetaplah pelacur
Tidak akan berubah menjadi permaisuri
Hanya hati yang bersih dan jiwa yang tulus
Mampu untuk tinggalkan segala ketamakan
Kehidupan akan terus berjalan tanpa harus melacur
Tak perlu mencari ke banyak tempat
Karena kamu harus menjadi yang kau mau
Kamu adalah kamu
Jadilah diri sendiri bulatkan tekad
Untuk meraih impian yang sebenarnya
Karena kamu harus berjalan sesuai dijalanmu
Walaupun perih namun demi cita-cita
Kamu pun harus relakannya
Karena kehidupanmu bukanlah pelacur
Tidak akan digilir-gilir oleh kesenangan
Hanya akan menerima kearifan
Tanpa peduli berhasil atau tidaknya
Kamu tetap berusaha dijalanmu

Popoen Atjeh
08-11-2007







SAMUDERA CINTA

Siapakah perempuan yang disana
Yang setiap saat selalu tak berubah
Selalu hanya melihat ke cermin
Mematung mengagumi wajah sendiri
Apakah dirinya yang paling cantik
Berjalan kesana-kemari memamerkan diri
Seperti dirinya adalah seorang putri
Namun hasrat `tuk memiliki cinta
Tak seperti yang ia rasakan
Tidak segampang itu memiliki cinta
Walaupun materi berlebih wajah yang asri
Dia dengan ambisinya mengiyakan segala cara
Untuk mendapatkan sang kekasih
Dia mendapatkan sang kekasih
Dengan seribu bahasa kepalsuan
Namun hari ini aku melihat dia menangis
Karena ternyata kekasih tidak dapat menyintainya
Kekasih hanya ingin merasakan aroma wangi tubuhnya
Menyentuh kehormatannya
Keterpurukan oleh kekerasan hati penuh ambisi
Keterhinaan akibat kesombongan hati
Sekarang perempuan itu hanya menutup wajahnya dengan cadar
Malu akan perhatian orang banyak
Karena telah terjerumus ke lembah kehinaan
Disakiti oleh kecintaan yang sesaat
Dibuaikan alunan nada-nada kesenangan
Itulah perempuan yang selalu menutup wajahnya
Dialah simbol ketenaran yang semata
Dialah kehidupan yang teraniaya oleh kebodohan
Dialah kematian suatu cita-cita yang suci
Dedicated to Sally
Popoen Atjeh
08-11-2007


Dialah yang menyukai warna ungu
Dialah Violet