BAB V
UNTUK TEMAN
LUNA
RENA
Pandangilah
langit malam ini
Berjuta
bintang bertebaran
Terselimuti
kabut merah tebal
Dalam
tidurmu kau temukan
Betapa
anggunnya dirimu
Pribadimu
itu mengingatkan jati diri luna
Cintailah luna karena sesungguhnya
Dia memang patut untuk dicintai
Namun bila diliputi lara
Maka hati yang akan berbicara
Sedangkan
Mulut tak mampu `tuk berkata-kata
Cinta
adalah ruang dan waktu
Sepasang
insan terbuai
Mimpi-mimpi
indah kadang membayangi
Melepas
kisah malang melintang
Dalam
penantian senja
Bayang-bayang warna ungu menyapa
Menunggu dan terus menunggu
Bulan jatuh pertanda hari baru kan tiba
Satukan kembali mutiara yang hilang
Untuk menemukan
Tempat berteduhnya mawar jingga
Dedicated to Rena
Popoen Atjeh
11-10-2007
PUISI
UNTUK EMMA
Sinar
matamu memancarkan kebahagiaan
Disaat
ku berjumpa
Kau
bagaikan dewi
Yang
berseri-seri
Terpancar
di wajahmu
Itulah
hari pertama kita bertemu
Juga
hari terakhir kita berjumpa
Ingin
kutitipkan salamku
Tapi
tak pernah tersampaikan
Kau
telah pergi menjauh
Dalam
perjalanan menuju Istana Kebahagiaan
Disana
kan kau miliki cinta sejatimu itu
Aku
masih disini selalu berdoa untukmu
Semoga
diberikan kemudahan akan
Jalan
yang lurus dan benar
Setiap
hari kuberdoa untukmu
Wahai
teman yang kusayangi
Dedicated to Emma
Popoen Atjeh
22-10-2005
BELUM
ADA JUMPA
Ungkapan
kata adalah ungkapan kasih
Nyanyian
alunan nada-nada menghantar perasaan
Langsung
menyentuh kedalam sisi lain dirimu
Kutanya
pada mimpiku siapa gerangan dirimu
Tapi
aku tak pernah mengenalmu
Suasana hatimu begitu terbuka
Tak pernah dirimu menyimpan duka
Walau mungkin ada sedikit kepedihan
Menyayat hati terperihkan
Benarkan
ungkapan hati hanya kata
Dan
bukan mata
Tak
pernah melihat dan tak mau dilihat
Hanya
angin yang bertiup
Membuaikan
diri terkenang dalam kerinduan
Hanya
melihat dalam sisi lain kehidupan
Berpegangan
erat pada nilai pengharapan
Berharap
akan tiba waktunya
Untuk
melepas kisah
Dedicated to Lisna
Popoen Atjeh
28-09-2005
HARAPAN
Senja
datang menyapaku
Pelangi
hidup dalam bayangmu
Betapa
kerasnya keinginan itu
Tapi
berusaha kautepis
Karena
kau masih punya harapan
Sebegitu
sakitnya tetap kupendam
Karena
aku memang menunggunya
Kuingin
berlari
Tapi
begitu banyak aral melintang
Ingin
kugapai samudera cinta yang lain
Tapi
apa dayaku tak sanggup aku menolaknya
Namun
tetap kuberharap pada kenyataan lain
Dimana
tempatku berlabuh
Setelah
sekian lama mencari
Dedicated to Julia
Popoen Atjeh 12-05-2005
KAU
TAK SENDIRI
Kesunyian
berada dalam dunia yang asing
Ada
apa gerangan dibalik cahaya
Terduduk
diam tersendiri
Sosok
perempuan malam
Disudut
batu pualam
Menanti
cengkeraman malam
Yang
menyelimuti pantai
Menari-nari
kunang-kunang di taman
Melewati
udara dingin bercahaya
Yang
menyelimuti pesisir pantai
Desir-desir
badai kabut membentuk satu sosok
Tenggelam
dalam danau patah hati
Yang
kelam dan kedinginan
Mereka
yang telah putus harapan
Selalu
berteduh disana berduka
Sungguh
suatu jalan kehidupan
Yang
harus dikembalikan
Hinaan
akibat penderitaan
Yang
menyayat hati
Menerima
kenyataan telah terbuang
Airmata
yang mengalir membasahi pipi
Menanti
sang fajar datang
Membangunkan
jiwa-jiwa merdeka
Popoen Atjeh
12-12-2002
DENTING
Semuanya
masih disini
Masih
ada cinta
Sang
dewi yang telah kembali
Bintang
terakhir yang dilupakan
Oleh
waktu yang terus bergulir
Tetesan
air mata membasahi pipi
Dari
roman muka penuh cinta dari parasnya
Merenungi
dan menangisi keadaan yang menimpa
Semua
hanyalah kenangan terindah
Yang
telah berlalu
Dalam
kenyataan semua kini telah berubah
Dia
yang telah pergi tak akan kembali
Hanya
airmata yang terus membasahi pipi
Suara
lonceng diatas bukit
Telah
lama tak lagi menggema
Pertanda
waktu telah terlupakan
Hanya
sang matahari jualah
Yang
terus menyinari bumi
Selalu
menggantikan kehadiran bulan dipagi hari
Kau
bidadari pagi selalu datang
Menjemput
kembali impian cinta
Cinderella
bukan lagi Upik Abu
Dia
telah menemukan kebahagiaannya
Di
alam cinta seribu cahaya
Popoen atjeh
20-02-1997
CINTA
Sekian
lama kehidupan terus menapaki hari
Hingga
suatu hari yang cerah
Kutemukan
pancaran kasih
Dari
mata seorang putri
Putri
nan ayu sosoknya
Berpakaian
laksana putri raja
Dalam
gaun kemegahan
Tidak
kenal pada pengaruh duina
Jiwa-jiwa
yang selalu ingin merubah
Semua
menjadi prahara
Putri
tak pernah mengerti
Mengapa
dunia begitu kelam
Sedangkan
dia hanya bersahaja
Dalam
jubah kemungkaran
Tatapan
sinis para pendosa
Begitu
jauh dari doa
Berkeliaran
tak punya harga diri
Memperjual-belikan
norma-norma
Putri
hanya menangis
Tangisan
hanya putri yang tahu
Putri
bersedih
Kesedihan
menyayat hati
Akankah
semua menjadi
Suatu
bagian dari hati yang luka
Atau
hanya sekejapan mata
Berusaha
mencari air hujan
Membasuh
wajah-wajah penuh goresan luka
Yang
selalu menjadi bunga madu
Dihisap
oleh lebah merah
Putri
melihat kearah purnama
Kapankah
datangnya kebahagiaan
Kemenangan
dari semua pengukir nafsu
Ia
suka pada tanahnya
Ia
sayang pada bijaknya
Tak
terpikirkan oleh awan-awan
Bahwa
sang putri telah turun kembali
Mencari
kekasih hati yang telah lama
Dinantikan
kehadirannya
Popoen Atjeh
09-10-2005
MELEPAS
KISAH
Sebening
air mata tangisanmu
Dalam
buaian bulan dihari rabu
Dalam
genangan hujan tersendiri
Mencari
permata hati yang tak kunjung tiba
Ada
setitik noda tak berbekas
Tapimenghancurkan
bathinmu
Harapan
akan hadirnya
Suatu
masa dimana
Kau
akan mengerti mengapa
Keu
terus menggigil kedinginan
Biarpun
kita jauh dimata
Semoga
hati kita tetap dekat
Bagai
bulan yang berdinding kelam dan kedinginan
Menatap
indahnya langit didasar pegunungan
Begitupun
juga dirinya
Yang
telah lama bersembunyi dari kenyataan
Setelah
sekian lamanya bersua
Popoen Atjeh
22-10-2004
TAMAN
IMPIAN
Taman
impianku
Penuh
dengan berjuta warna kehidupan
Berjalan
seiring dengan cinta
Perasaan
hati begitu keras
Hinggaku
merasa penat
Kegelisahan
hanya didalam diri
Mengalir
bagai racun ke telaga
Sungai
putih menjadi hitam warnanya
Tujuh
merpati terbang dilangit
Menuju
lembah bersalju
Ada
setitik noda hitam di merpati ketujuh
Setangkai
violet diantara mawar
Menjadi
saksi keangkuhan
Gadis
putri duyung
Duduk
diatas batu karang
Ditepian
pantai
Menangisi
diri yang telah gagal
Dan
merasa terhina
Perasaanku
perasaanmu
Tidak
menyatu
Terciptakan
ombak yang luas
Hingga
tak bertemu satu sama lain
Demikianlah
hati yang berbicara
Ungkapan
kata-kata mutiara
Popoen Atjeh
12-10-2005
MALAM
PANJANG
Dalam
jiwa dua insan
Terdapat
bahasa indah nan suci
Bila
tak terbentur prahara
Angin
laut datang
Membekukan
suasana hati
Kegalauan
ketika malam pada puncaknya
Adalah
sesuatu yang indah
Hadir
dalam jagad raya insani
Luka
meruah, kasihku tak sampai
Segala
duka lara menjadi
Sia-sia
dalam keheningan senja
Bila
aral tak lagi menghalang
Segala
daya hilanglah sudah
Mata
hati tertutup
Hingga
sang fajar menyapa
Kesucian
mahkota hati
Terenggut
sudah tanpa ada lara hati
Disudut
kamar menyendiri
Menangisi
ketidakberdayaan jiwa
Bersedih
atas penderitaan
Jiwa-jiwa
mati dalam keterpurukan hati
Disini
dalam ruang hampa
Gelap
dan tak bergema
Terdiam
sendiri disudut ruang
Menerima
derita
Luka
dan duka menyayat hati
Hanya
dalam hati saja bisa berucap
Apalah
air cinta?
Bila
tak ada kasih sayang yang tulus
Biarkan
bibir menutup selamanya
Dalam
kebisuan disudut ruang gelap
Kecil
dan selamanya hanya sebuah titik
Tak
akan ada ujungnya
Sepucuk
tali menggantung
Tapi
diri terlalu takut
Menghadapi
kematian
Popoen Atjeh
17102005
JIKA
Oh
gadisku…
Kuberikan
bunga dihatimu
Untuk
menjaga keindahan cinta
Yang
kau berikan
Dengan
penuh penghargaan
Dari
hati kuberikan
Sebuah
ungkapan hati
Puisi
kecil untukmu
Oh
gadisku…
Yang
jauh disana
Dalam
kerinduan akan keindahan
Taman
masa kecilmu
Aku
disini…
Terbenam
hati menunggumu
Dalam
sebuah cinta
Ada
nada-nada yang mengalunkan
Berbagai
untaian mutiara kasihmu
Dalam
lelap tidurmu
Dedicated to Azizah
Popoen Atjeh
12112005
ANDAIKAN
Oh
kasihku…
Taman
langitku seperti menyapa hatimu
Bertanya
tentang kenangan masa indah
Saat
bersamamu
Hanya
kepada dikau jualah kupersembahkan
Sepenggalan
puisi cintaku
Dikala
hujan purnama bersinar
Meninggalkan
kisah saat bersamamu
Aku
disini menatap indahnya
Sepiku…
Tanpa
kehadiranmu
Bila
rindu ini masih memilikimu
Kuhadirkan
sebuah cinta hanya untukmu
Haruskah
kumenunggu lama
Untuk
berikan penghargaan atas
Penantianmu…
Kasihku…
Popoen Atjeh
12112005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar