Selasa, 10 September 2013

BAB V UNTUK TEMAN



BAB V
UNTUK TEMAN

LUNA RENA

Pandangilah langit malam ini
Berjuta bintang bertebaran
Terselimuti kabut merah tebal
Dalam tidurmu kau temukan
Betapa anggunnya dirimu
Pribadimu itu mengingatkan jati diri luna

Cintailah luna karena sesungguhnya
Dia memang patut untuk dicintai
Namun bila diliputi lara
Maka hati yang akan berbicara
Sedangkan
Mulut tak mampu `tuk berkata-kata

Cinta adalah ruang dan waktu
Sepasang insan terbuai
Mimpi-mimpi indah kadang membayangi
Melepas kisah malang melintang
Dalam penantian senja

Bayang-bayang warna ungu menyapa
Menunggu dan terus menunggu
Bulan jatuh pertanda hari baru kan tiba
Satukan kembali mutiara yang hilang
Untuk menemukan
Tempat berteduhnya mawar jingga

Dedicated to Rena
Popoen Atjeh
11-10-2007
PUISI UNTUK EMMA

Sinar matamu memancarkan kebahagiaan
Disaat ku berjumpa
Kau bagaikan dewi
Yang berseri-seri
Terpancar di wajahmu
Itulah hari pertama kita bertemu
Juga hari terakhir kita berjumpa
Ingin kutitipkan salamku
Tapi tak pernah tersampaikan
Kau telah pergi menjauh
Dalam perjalanan menuju Istana Kebahagiaan
Disana kan kau miliki cinta sejatimu itu
Aku masih disini selalu berdoa untukmu
Semoga diberikan kemudahan akan
Jalan yang lurus dan benar
Setiap hari kuberdoa untukmu
Wahai teman yang kusayangi
Dedicated to Emma
Popoen Atjeh
22-10-2005
 
BELUM ADA JUMPA

Ungkapan kata adalah ungkapan kasih
Nyanyian alunan nada-nada menghantar perasaan
Langsung menyentuh kedalam sisi lain dirimu
Kutanya pada mimpiku siapa gerangan dirimu
Tapi aku tak pernah mengenalmu

Suasana hatimu begitu terbuka
Tak pernah dirimu menyimpan duka
Walau mungkin ada sedikit kepedihan
Menyayat hati terperihkan

Benarkan ungkapan hati hanya kata
Dan bukan mata
Tak pernah melihat dan tak mau dilihat
Hanya angin yang bertiup
Membuaikan diri terkenang dalam kerinduan
Hanya melihat dalam sisi lain kehidupan
Berpegangan erat pada nilai pengharapan
Berharap akan tiba waktunya
Untuk melepas kisah
Dedicated to Lisna
Popoen Atjeh
28-09-2005
HARAPAN

Senja datang menyapaku
Pelangi hidup dalam bayangmu
Betapa kerasnya keinginan itu
Tapi berusaha kautepis
Karena kau masih punya harapan
Sebegitu sakitnya tetap kupendam
Karena aku memang menunggunya
Kuingin berlari
Tapi begitu banyak aral melintang
Ingin kugapai samudera cinta yang lain
Tapi apa dayaku tak sanggup aku menolaknya
Namun tetap kuberharap pada kenyataan lain
Dimana tempatku berlabuh
Setelah sekian lama mencari

Dedicated to Julia
Popoen Atjeh 12-05-2005
KAU TAK SENDIRI

Kesunyian berada dalam dunia yang asing
Ada apa gerangan dibalik cahaya
Terduduk diam tersendiri
Sosok perempuan malam
Disudut batu pualam
Menanti cengkeraman malam
Yang menyelimuti pantai
Menari-nari kunang-kunang di taman
Melewati udara dingin bercahaya
Yang menyelimuti pesisir pantai
Desir-desir badai kabut membentuk satu sosok
Tenggelam dalam danau patah hati
Yang kelam dan kedinginan
Mereka yang telah putus harapan
Selalu berteduh disana berduka
Sungguh suatu jalan kehidupan
Yang harus dikembalikan
Hinaan akibat penderitaan
Yang menyayat hati
Menerima kenyataan telah terbuang
Airmata yang mengalir membasahi pipi
Menanti sang fajar datang
Membangunkan jiwa-jiwa merdeka
Popoen Atjeh
12-12-2002

DENTING

Semuanya masih disini
Masih ada cinta
Sang dewi yang telah kembali
Bintang terakhir yang dilupakan
Oleh waktu yang terus bergulir
Tetesan air mata membasahi pipi
Dari roman muka penuh cinta dari parasnya
Merenungi dan menangisi keadaan yang menimpa
Semua hanyalah kenangan terindah
Yang telah berlalu
Dalam kenyataan semua kini telah berubah
Dia yang telah pergi tak akan kembali
Hanya airmata yang terus membasahi pipi
Suara lonceng diatas bukit
Telah lama tak lagi menggema
Pertanda waktu telah terlupakan
Hanya sang matahari jualah
Yang terus menyinari bumi
Selalu menggantikan kehadiran bulan dipagi hari
Kau bidadari pagi selalu datang
Menjemput kembali impian cinta
Cinderella bukan lagi Upik Abu
Dia telah menemukan kebahagiaannya
Di alam cinta seribu cahaya
Popoen atjeh
20-02-1997

CINTA

Sekian lama kehidupan terus menapaki hari
Hingga suatu hari yang cerah
Kutemukan pancaran kasih
Dari mata seorang putri
Putri nan ayu sosoknya
Berpakaian laksana putri raja
Dalam gaun kemegahan
Tidak kenal pada pengaruh duina
Jiwa-jiwa yang selalu ingin merubah
Semua menjadi prahara
Putri tak pernah mengerti
Mengapa dunia begitu kelam
Sedangkan dia hanya bersahaja
Dalam jubah kemungkaran
Tatapan sinis para pendosa
Begitu jauh dari doa
Berkeliaran tak punya harga diri
Memperjual-belikan norma-norma
Putri hanya menangis
Tangisan hanya putri yang tahu
Putri bersedih
Kesedihan menyayat hati
Akankah semua menjadi
Suatu bagian dari hati yang luka
Atau hanya sekejapan mata
Berusaha mencari air hujan
Membasuh wajah-wajah penuh goresan luka
Yang selalu menjadi bunga madu
Dihisap oleh lebah merah
Putri melihat kearah purnama
Kapankah datangnya kebahagiaan
Kemenangan dari semua pengukir nafsu
Ia suka pada tanahnya
Ia sayang pada bijaknya
Tak terpikirkan oleh awan-awan
Bahwa sang putri telah turun kembali
Mencari kekasih hati yang telah lama
Dinantikan kehadirannya

Popoen Atjeh
09-10-2005
MELEPAS KISAH

Sebening air mata tangisanmu
Dalam buaian bulan dihari rabu
Dalam genangan hujan tersendiri
Mencari permata hati yang tak kunjung tiba
Ada setitik noda tak berbekas
Tapimenghancurkan bathinmu
Harapan akan hadirnya
Suatu masa dimana
Kau akan mengerti mengapa
Keu terus menggigil kedinginan
Biarpun kita jauh dimata
Semoga hati kita tetap dekat
Bagai bulan yang berdinding kelam dan kedinginan
Menatap indahnya langit didasar pegunungan
Begitupun juga dirinya
Yang telah lama bersembunyi dari kenyataan
Setelah sekian lamanya bersua

Popoen Atjeh
22-10-2004

 
TAMAN IMPIAN

Taman impianku
Penuh dengan berjuta warna kehidupan
Berjalan seiring dengan cinta
Perasaan hati begitu keras
Hinggaku merasa penat
Kegelisahan hanya didalam diri
Mengalir bagai racun ke telaga
Sungai putih menjadi hitam warnanya
Tujuh merpati terbang dilangit
Menuju lembah bersalju
Ada setitik noda hitam di merpati ketujuh
Setangkai violet diantara mawar
Menjadi saksi keangkuhan
Gadis putri duyung
Duduk diatas batu karang
Ditepian pantai
Menangisi diri yang telah gagal
Dan merasa terhina
Perasaanku perasaanmu
Tidak menyatu
Terciptakan ombak yang luas
Hingga tak bertemu satu sama lain
Demikianlah hati yang berbicara
Ungkapan kata-kata mutiara

Popoen Atjeh
12-10-2005
 
MALAM PANJANG

Dalam jiwa dua insan
Terdapat bahasa indah nan suci
Bila tak terbentur prahara
Angin laut datang
Membekukan suasana hati
Kegalauan ketika malam pada puncaknya
Adalah sesuatu yang indah
Hadir dalam jagad raya insani
Luka meruah, kasihku tak sampai
Segala duka lara menjadi
Sia-sia dalam keheningan senja
Bila aral tak lagi menghalang
Segala daya hilanglah sudah
Mata hati tertutup
Hingga sang fajar menyapa
Kesucian mahkota hati
Terenggut sudah tanpa ada lara hati
Disudut kamar menyendiri
Menangisi ketidakberdayaan jiwa
Bersedih atas penderitaan
Jiwa-jiwa mati dalam keterpurukan hati
Disini dalam ruang hampa
Gelap dan tak bergema
Terdiam sendiri disudut ruang
Menerima derita
Luka dan duka menyayat hati
Hanya dalam hati saja bisa berucap
Apalah air cinta?
Bila tak ada kasih sayang yang tulus
Biarkan bibir menutup selamanya
Dalam kebisuan disudut ruang gelap
Kecil dan selamanya hanya sebuah titik
Tak akan ada ujungnya
Sepucuk tali menggantung
Tapi diri terlalu takut
Menghadapi kematian

Popoen Atjeh
17102005
 
JIKA

Oh gadisku…
Kuberikan bunga dihatimu
Untuk menjaga keindahan cinta
Yang kau berikan
Dengan penuh penghargaan
Dari hati kuberikan
Sebuah ungkapan hati
Puisi kecil untukmu

Oh gadisku…
Yang jauh disana
Dalam kerinduan akan keindahan
Taman masa kecilmu
Aku disini…
Terbenam hati menunggumu
Dalam sebuah cinta
Ada nada-nada yang mengalunkan
Berbagai untaian mutiara kasihmu
Dalam lelap tidurmu

Dedicated to Azizah
Popoen Atjeh
12112005
ANDAIKAN

Oh kasihku…
Taman langitku seperti menyapa hatimu
Bertanya tentang kenangan masa indah
Saat bersamamu
Hanya kepada dikau jualah kupersembahkan
Sepenggalan puisi cintaku
Dikala hujan purnama bersinar
Meninggalkan kisah saat bersamamu
Aku disini menatap indahnya
Sepiku…
Tanpa kehadiranmu
Bila rindu ini masih memilikimu
Kuhadirkan sebuah cinta hanya untukmu
Haruskah kumenunggu lama
Untuk berikan penghargaan atas
Penantianmu…
Kasihku…

Popoen Atjeh
12112005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar