Novel Remaja Teranyar ditahun 80-90an 3 detektif remaja jupiter jones, peter crenshaw dan robert andrews menyelidiki banyak kasus-kasus misteri
12. Misteri bayangan Tertawa Download
26. Misteri Kuda Tanpa Kepala Download
Arsip Blog
-
▼
2013
(33)
-
▼
September
(17)
- TRIO DETEKTIF
- BAB VI HIKAYAT CINTA
- BAB V UNTUK TEMAN
- MEYDA SEFIRA
- THE PRINCESS HEARTS
- EREVELD ANCOL
- CAHAYA MATAHARI
- MY BOOK JOB
- SOFTWARE E-BOOK & DIGIBOOK
- BAB IV SAJADAH CINTA
- BAB III PEMAKAMAN
- Terjemahan AL-Qur'an
- BAB II NYANYIAN CINTA
- Folder Customize
- BAB I SEBELUM PAGI TIBA
- PUISI DAN SYAIR
- TEUKU MOHAMMAD SYAH
-
▼
September
(17)
Rabu, 11 September 2013
Selasa, 10 September 2013
BAB VI HIKAYAT CINTA
BAB VI
HIKAYAT CINTA
RISALAH
CINTA
Sebening
hati dipagi hari
Intan
berjalan dengan rasa cinta
Saat
hari-hari nan sunyi tidak diperdulikan
Jika
sampai ketujuan
Hanya
hati yang menentukan
Lidah
kemarau menghampiri
Teramat
panas mata langit
Dawai-dawai
suara hati
Yang
lebih baik tak dipetik
Bila
waktu bicara…
Maka
katakanlah…
Berapa
banyak kata cinta terucap
Hanya
untuk seorang dewi
Permata
hati yang terdalam
Begitu
dalam samudera cinta
Terucap
kata-kata mesra
Cintailah
dia sepenuh hati
Laksana
tusukan tombak
Menembus
ke jantung hati
Hingga
kau terkulai lemas
Dalam
pelukan kasihnya
Dan
ingin kubawa lari
Kelautan
asmara cinta penuh kasih
Selalu
untuk selamanya
Menjadi
kekasih abadiku
Direlung-relung
hati
Popoen Atjeh
22-10-2005
SABDA
CINTA
Dengarkan
panggilan cinta
Bayang-bayangnya
merekah
Dalam
tidur malammu
Penuh
perasaan keras hati
Sanggupkah
untuk menuai kasihnya
Ditempatan
istanamu
Norma-norma
kasih terselubungi asmara
Ungkapan
cinta dikibarkan
Melalui
pintu-pintu suci ruang cinta
Apakah
cinta itu merekah
Bunga-bunga
ditaman pelangi
Menebarkan
aroma cinta
Menyampaikan
pesan kasih
Pesan-pesan
cinta terkirim melintasi arwana
Ruang
rindu dalam rasa
Merah
merekah hati
Perasaan
rindu menumpahkan sepercik air
Dalam
cawan-cawan anggur cinta
Naluri
hati membuka kertas surat
Dipayungi
kesetiaan menunggu
Datangnya
mutiara hati
Popoen Atjeh
07 nov 2007
HIKAYAT
CINTA
Kupu-kupu
hitam putih
Berterbangan
dikala senja menyapa
Menantikan
malam yang akan datang
Dirimu
larut dalam cerita lalu
Kuakui
bahwa aku menyintaimu
Hinggaku…
Terheningkan
buaian malam indah
Dalam
kesejukan hati
Pohon-pohon
berdiri tegak membisu
Debur
ombak dipantai laksana sanjungan
Mengandung
bunyi bunyi genderang ditabuh
Dalam
suasana dingin menggigil
Kesunyian
datang mencekam…
Hantu-hantu
bergentayangan
Pemangsa
mencari korban
Penyair
menyelesaikan kata-kata terakhir
Demi
separuh keindahan
Purnama
menutup diri dari separuh malam
Diary
telah ditutup tanda hari ini telah berakhir
Siap
menghadapi hari esok lebih baik
Tarian
bersama bintang melatunkan
Nyanyian-nyanyian
pemusih jalanan
Dalam
keharuan rumah singgah
Kembang
api dinyalakan pertanda
Hari
esok adalah kemenangan hati
Sayap-sayap
sang pangeran
Mengepakkan
kertas-kertas putih
Tanda
masih ada yang tersisa
Untuk
kembali ditulis
Sebagai
surat untuk putri kecil ditepi jalan
Yang
berhasil keluar dari kesusahan
Setelah
lama terpuruk dirumah seribu kemungkaran
Sang
putri yang berhasil mendapatkan kembali
Sang
pangeran masa kecil
Selalu
bisa bersama selamanya
Popoen Atjeh
06 nov 2007
ATAS
NAMA CINTA
Kehidupan
adalah seorang wanita
Yang
mandi dalam airmata kasihnya
Dirimu
bersuci dari tetesan airmatanya
Yang
suci sesuci sinar mentari pagi
Dan
elok bagai lukisan kaligrafi
Karena
cinta kau bersujud
Mencari
jejak keikhlasan
Penerangan
jiwa dalam hati yang lara
Dalam
parung jubah kesetiaan
Selalu
berucap rindu
Namun
hati tak pernah gelisah
Kalbumu
mencari jatidiri
Kedalam
hutan kecantikan
Dimana
banyak bertemu sosok berkerudung putih
Yang
menyampaikan pesan cinta
Dari
dasar laut
Permata
cinta telah diberikan peri putih
Untuk
menjamu wanita berkerudung putih
Didunia
nyatamu
Hadapilah
semua kegelisahan
Karena
semua berjalan
Atas
nama cinta
Dan
kasih sayang
Popoen Atjeh
06 nov 2007
CATALUNYA
Nyanyian
pagi mengiringi langkahmu
Dalam
kesahajaan cinta
Kota
yang kau datangi
Menunggumu
untuk menjamu kasih
Kota
yang penuh syair-syair kehidupan
Ketika
fajar hampir menyingsing di timur
Terlihat
banyak bunga-bunga bertebaran disisi bangunan tua
Tempat
sang pujangga menuliskan kesunyian hatinya
Ketika
sang kehidupan mulai menapaki hari
Setiap
insan tersendiri dalam kegiatannya
Tanpa
pernah peduli apa mereka saling membutuhkan
Ketika
lelah sudah berjalan diseputaran taman kota
Kulihat
senja mulai datang matahari terbenam di barat
Ketika
malam telah melingkarkan selimut kain surga
Dihiasi
mutiara bintang-bintang
Aku
berpikir untuk kembali ke peraduan
Kembali
menyusun kepergianku esok untuk mencari
Sudut-sudut
lain kota
Kami-kamilah
sesungguhnya cinta
Bulan
berkicau menampar wajah-wajah kaku
Para
pencari kemunafikan
Didalam
kau memandangi semuanya dengan perasaan berduka
Atas
ketidak pastian hidup mereka
Popoen Atjeh
07-11-2007
KARANGAN
BUNGA YANG TERABAIKAN
Semuanya
begitu indah
Terkadang
marah dan dendam mengikuti
Kata-kata
manis bisa jadi tajam
Bila
salah digunakan
Segala
ucapan salah terkatakan
Namun
tak elalu bisa disalah artikan
Hanya
hati yang mampu bicara
Dan
mata tertutup
Segala
yang baik bisa jadi buruk
Bahkan
yang buruk bisa jadi baik
Hanya
penilaian yang bisa menyatakan
Baik
buruknya hati yang berucap
Bila
bicaraku tak pantas bagi bibir merahmu
Maka
ambillah batu besar,
Lalu
remukkan mulutku!
Dunia
semarak dengan dedaunan
Dan
bunga mawar nan cantik!
Bahagia
tak dapat diraih
Malang
terabaikan
Dalam
suasana hati yang fitri
Melalui
perkataan insannya tuhan
Maafkan
lahir batin
Popoen Atjeh
Aidil fitrie 2005
TITIAN
HATI
Kau yang berdiri disana
Menangis karena cintamu
Bersedih atas kenistaan
yang kau alami
Terdiam sepi melihat
gejolak yang terjadi
Dimana semua orang?
Mereka telah melupakan
sebuah kepedulian
Lihatlah kejalan?
Roda-roda berkeliaran
tak beraturan
Kuda-kuda mesin
bagaikan berhala pemuja kesenangan
Tak lagi memandang
derajat
Hanya mempertahankan
ketamakan pribadi
Kau menahanku tapi tak
bisa mengikutiku
Kubawa serta dirimu
tapi tanganku Satu
Hanya doaku yang
kutitipkan
Sebagai salamku padamu
Tak bisa kurasakan lagi
Saat-saat bahagia
denganmu
Semua telah hilang
dalam
Gulungan ombak cengkeraman
laut
Terlahir dalam
kesendirian
Berjuang untuk
mendapatkan kembali
Kebebasannya
Dedicated to tia
Popoen Atjeh
30-09-2005
KERINDUAN
CINTA
Kerinduan
adalah sosok perempuan
Yang
sangat naif dan sensitif
Merasa
dirinyalah yang paling dicintai
Namun
tak pernah ada kata indah
Dalam
setiap perkataan perempuan selalu hadir bahasa kalbu
Yang
penuh dengan ambisi dan tipuan
Dalam
bingkai kaca kerinduan akan kesenangan
Percintaan
yang menyakitkan
Terlalu
riang gembira dalam hati yang sunyi
Tak
punya harga diri dalam bertingkah
Kelakuan
layaknya balita
Hanya
untuk kesenangan belaka
Tanpa
mengetahui penderitaan kedepan
Bertindak
sesuka hati
Kerinduan
menyengsarakan orang lain
Ikutilah
perkataan sikerudung hitam
Karena
sesungguhnya dialah yang akan menyelamatkanmu
Membimbing
kerinduanmu ke hari esok lebih baik
Popoen Atjeh
18-11-2005
KEDAMAIAN
CINTA
Dikala
lara menghapiri
Kau
tak pernah bisa menghadapinya
Begitu
kerasnya kehidupanmu
Dalam
dekapan dosa
Terjamahkan
tangan-tangan penuh luka
Dari
jiwa-jiwa terhukum
Ketika
nafsu melanda titian hatimu
Maka
duka datang tak terasakan
Kau
dalam tidurmu terbangun dengan rupa menyedihkan
Dalam
balutan lara derita
Keterhinaan
akan penderitaan yang perih
Jangan
kau simpan laramu dalam kesendirian
Masih
banyak kasih yang selalu abadi menyertaimu
Senantiasa
memaafkan segala perbuatan
Hanya
kepada ilahi memohon ampunannya
Tak
segan hati `tuk bicara
Menyinari
kembali hari-hari yang using
Gelap
dan mencekam
Merubah
kembali menjadi kecerahan
Secerah
jiwa yang bersih seputih salju
Dipuncak
pegunungan tinggi
Tak
pernah berpikir lagi
Tentang
suatu penyakit yang diderita
Semua
berubah menjadi
Sebutir
cahaya kasih
Hingga
ajal tiba
Menghampiri
Dedicated to AIDS victim
Popoen Atjeh
14-11-2005
KESUCIAN
CINTA
Ketika
kau terlelap
Matamu
tertutup hatimu terbuka
Dalam
genangan air racun jingga
Kusebut
namamu begitu anggunnya hati
Madu
menebarkan aroma bunga
Sucilah
hati dan jiwa dalam renjana
Begitu
tegarnya hati dan jiwa mencari makna hidup
Kehidupan
terpendam dalam keheningan
Ketika
tirai suci terbuka
Maka
terbukalah segala kemungkaran
Hanya
kesetiaan pada kehormatan
Yang
sanggup menjagi segala kesucian
Dalam
bathin tersimpan semua perkataan
Dara
suci menangis dalam kabut jiwa
Waktupun
berlalu seiring ucap kata terakhir
Cinta
terabaikan ketika kesenangan diraih
Namun
kesucian tetaplah tegar dihati bahagia
Dalam
rumah keberuntungan dihadapkan pada
Para
pemuja berhala sejagad
Nafsu
dan pikiran menerawangi
Lembah-lembah
hitam
Ada
setitik cahaya putih diantara hitam
Itulah
kesucian ditengah kemungkaran
Begitu
anggun dalam cawan kasih
Menaburkan
aroma bunga
Ketika
mawar itu tumbuh seiring jiwa mengakar
Dalam
kesatuan cinta abadi
Dalam
wajah cintamu
Relakan
hati bicara
Dalam
damai yang terus berlalu
Merebut
hati yang ingkar
Agar
dapat kembali
Menjalani
hidup penuh makna
Kehidupan
cinta dihati nan suci
Dedicated to putri
Popoen Atjeh
12 nov 2005
BAB V UNTUK TEMAN
BAB V
UNTUK TEMAN
LUNA
RENA
Pandangilah
langit malam ini
Berjuta
bintang bertebaran
Terselimuti
kabut merah tebal
Dalam
tidurmu kau temukan
Betapa
anggunnya dirimu
Pribadimu
itu mengingatkan jati diri luna
Cintailah luna karena sesungguhnya
Dia memang patut untuk dicintai
Namun bila diliputi lara
Maka hati yang akan berbicara
Sedangkan
Mulut tak mampu `tuk berkata-kata
Cinta
adalah ruang dan waktu
Sepasang
insan terbuai
Mimpi-mimpi
indah kadang membayangi
Melepas
kisah malang melintang
Dalam
penantian senja
Bayang-bayang warna ungu menyapa
Menunggu dan terus menunggu
Bulan jatuh pertanda hari baru kan tiba
Satukan kembali mutiara yang hilang
Untuk menemukan
Tempat berteduhnya mawar jingga
Dedicated to Rena
Popoen Atjeh
11-10-2007
PUISI
UNTUK EMMA
Sinar
matamu memancarkan kebahagiaan
Disaat
ku berjumpa
Kau
bagaikan dewi
Yang
berseri-seri
Terpancar
di wajahmu
Itulah
hari pertama kita bertemu
Juga
hari terakhir kita berjumpa
Ingin
kutitipkan salamku
Tapi
tak pernah tersampaikan
Kau
telah pergi menjauh
Dalam
perjalanan menuju Istana Kebahagiaan
Disana
kan kau miliki cinta sejatimu itu
Aku
masih disini selalu berdoa untukmu
Semoga
diberikan kemudahan akan
Jalan
yang lurus dan benar
Setiap
hari kuberdoa untukmu
Wahai
teman yang kusayangi
Dedicated to Emma
Popoen Atjeh
22-10-2005
BELUM
ADA JUMPA
Ungkapan
kata adalah ungkapan kasih
Nyanyian
alunan nada-nada menghantar perasaan
Langsung
menyentuh kedalam sisi lain dirimu
Kutanya
pada mimpiku siapa gerangan dirimu
Tapi
aku tak pernah mengenalmu
Suasana hatimu begitu terbuka
Tak pernah dirimu menyimpan duka
Walau mungkin ada sedikit kepedihan
Menyayat hati terperihkan
Benarkan
ungkapan hati hanya kata
Dan
bukan mata
Tak
pernah melihat dan tak mau dilihat
Hanya
angin yang bertiup
Membuaikan
diri terkenang dalam kerinduan
Hanya
melihat dalam sisi lain kehidupan
Berpegangan
erat pada nilai pengharapan
Berharap
akan tiba waktunya
Untuk
melepas kisah
Dedicated to Lisna
Popoen Atjeh
28-09-2005
HARAPAN
Senja
datang menyapaku
Pelangi
hidup dalam bayangmu
Betapa
kerasnya keinginan itu
Tapi
berusaha kautepis
Karena
kau masih punya harapan
Sebegitu
sakitnya tetap kupendam
Karena
aku memang menunggunya
Kuingin
berlari
Tapi
begitu banyak aral melintang
Ingin
kugapai samudera cinta yang lain
Tapi
apa dayaku tak sanggup aku menolaknya
Namun
tetap kuberharap pada kenyataan lain
Dimana
tempatku berlabuh
Setelah
sekian lama mencari
Dedicated to Julia
Popoen Atjeh 12-05-2005
KAU
TAK SENDIRI
Kesunyian
berada dalam dunia yang asing
Ada
apa gerangan dibalik cahaya
Terduduk
diam tersendiri
Sosok
perempuan malam
Disudut
batu pualam
Menanti
cengkeraman malam
Yang
menyelimuti pantai
Menari-nari
kunang-kunang di taman
Melewati
udara dingin bercahaya
Yang
menyelimuti pesisir pantai
Desir-desir
badai kabut membentuk satu sosok
Tenggelam
dalam danau patah hati
Yang
kelam dan kedinginan
Mereka
yang telah putus harapan
Selalu
berteduh disana berduka
Sungguh
suatu jalan kehidupan
Yang
harus dikembalikan
Hinaan
akibat penderitaan
Yang
menyayat hati
Menerima
kenyataan telah terbuang
Airmata
yang mengalir membasahi pipi
Menanti
sang fajar datang
Membangunkan
jiwa-jiwa merdeka
Popoen Atjeh
12-12-2002
DENTING
Semuanya
masih disini
Masih
ada cinta
Sang
dewi yang telah kembali
Bintang
terakhir yang dilupakan
Oleh
waktu yang terus bergulir
Tetesan
air mata membasahi pipi
Dari
roman muka penuh cinta dari parasnya
Merenungi
dan menangisi keadaan yang menimpa
Semua
hanyalah kenangan terindah
Yang
telah berlalu
Dalam
kenyataan semua kini telah berubah
Dia
yang telah pergi tak akan kembali
Hanya
airmata yang terus membasahi pipi
Suara
lonceng diatas bukit
Telah
lama tak lagi menggema
Pertanda
waktu telah terlupakan
Hanya
sang matahari jualah
Yang
terus menyinari bumi
Selalu
menggantikan kehadiran bulan dipagi hari
Kau
bidadari pagi selalu datang
Menjemput
kembali impian cinta
Cinderella
bukan lagi Upik Abu
Dia
telah menemukan kebahagiaannya
Di
alam cinta seribu cahaya
Popoen atjeh
20-02-1997
CINTA
Sekian
lama kehidupan terus menapaki hari
Hingga
suatu hari yang cerah
Kutemukan
pancaran kasih
Dari
mata seorang putri
Putri
nan ayu sosoknya
Berpakaian
laksana putri raja
Dalam
gaun kemegahan
Tidak
kenal pada pengaruh duina
Jiwa-jiwa
yang selalu ingin merubah
Semua
menjadi prahara
Putri
tak pernah mengerti
Mengapa
dunia begitu kelam
Sedangkan
dia hanya bersahaja
Dalam
jubah kemungkaran
Tatapan
sinis para pendosa
Begitu
jauh dari doa
Berkeliaran
tak punya harga diri
Memperjual-belikan
norma-norma
Putri
hanya menangis
Tangisan
hanya putri yang tahu
Putri
bersedih
Kesedihan
menyayat hati
Akankah
semua menjadi
Suatu
bagian dari hati yang luka
Atau
hanya sekejapan mata
Berusaha
mencari air hujan
Membasuh
wajah-wajah penuh goresan luka
Yang
selalu menjadi bunga madu
Dihisap
oleh lebah merah
Putri
melihat kearah purnama
Kapankah
datangnya kebahagiaan
Kemenangan
dari semua pengukir nafsu
Ia
suka pada tanahnya
Ia
sayang pada bijaknya
Tak
terpikirkan oleh awan-awan
Bahwa
sang putri telah turun kembali
Mencari
kekasih hati yang telah lama
Dinantikan
kehadirannya
Popoen Atjeh
09-10-2005
MELEPAS
KISAH
Sebening
air mata tangisanmu
Dalam
buaian bulan dihari rabu
Dalam
genangan hujan tersendiri
Mencari
permata hati yang tak kunjung tiba
Ada
setitik noda tak berbekas
Tapimenghancurkan
bathinmu
Harapan
akan hadirnya
Suatu
masa dimana
Kau
akan mengerti mengapa
Keu
terus menggigil kedinginan
Biarpun
kita jauh dimata
Semoga
hati kita tetap dekat
Bagai
bulan yang berdinding kelam dan kedinginan
Menatap
indahnya langit didasar pegunungan
Begitupun
juga dirinya
Yang
telah lama bersembunyi dari kenyataan
Setelah
sekian lamanya bersua
Popoen Atjeh
22-10-2004
TAMAN
IMPIAN
Taman
impianku
Penuh
dengan berjuta warna kehidupan
Berjalan
seiring dengan cinta
Perasaan
hati begitu keras
Hinggaku
merasa penat
Kegelisahan
hanya didalam diri
Mengalir
bagai racun ke telaga
Sungai
putih menjadi hitam warnanya
Tujuh
merpati terbang dilangit
Menuju
lembah bersalju
Ada
setitik noda hitam di merpati ketujuh
Setangkai
violet diantara mawar
Menjadi
saksi keangkuhan
Gadis
putri duyung
Duduk
diatas batu karang
Ditepian
pantai
Menangisi
diri yang telah gagal
Dan
merasa terhina
Perasaanku
perasaanmu
Tidak
menyatu
Terciptakan
ombak yang luas
Hingga
tak bertemu satu sama lain
Demikianlah
hati yang berbicara
Ungkapan
kata-kata mutiara
Popoen Atjeh
12-10-2005
MALAM
PANJANG
Dalam
jiwa dua insan
Terdapat
bahasa indah nan suci
Bila
tak terbentur prahara
Angin
laut datang
Membekukan
suasana hati
Kegalauan
ketika malam pada puncaknya
Adalah
sesuatu yang indah
Hadir
dalam jagad raya insani
Luka
meruah, kasihku tak sampai
Segala
duka lara menjadi
Sia-sia
dalam keheningan senja
Bila
aral tak lagi menghalang
Segala
daya hilanglah sudah
Mata
hati tertutup
Hingga
sang fajar menyapa
Kesucian
mahkota hati
Terenggut
sudah tanpa ada lara hati
Disudut
kamar menyendiri
Menangisi
ketidakberdayaan jiwa
Bersedih
atas penderitaan
Jiwa-jiwa
mati dalam keterpurukan hati
Disini
dalam ruang hampa
Gelap
dan tak bergema
Terdiam
sendiri disudut ruang
Menerima
derita
Luka
dan duka menyayat hati
Hanya
dalam hati saja bisa berucap
Apalah
air cinta?
Bila
tak ada kasih sayang yang tulus
Biarkan
bibir menutup selamanya
Dalam
kebisuan disudut ruang gelap
Kecil
dan selamanya hanya sebuah titik
Tak
akan ada ujungnya
Sepucuk
tali menggantung
Tapi
diri terlalu takut
Menghadapi
kematian
Popoen Atjeh
17102005
JIKA
Oh
gadisku…
Kuberikan
bunga dihatimu
Untuk
menjaga keindahan cinta
Yang
kau berikan
Dengan
penuh penghargaan
Dari
hati kuberikan
Sebuah
ungkapan hati
Puisi
kecil untukmu
Oh
gadisku…
Yang
jauh disana
Dalam
kerinduan akan keindahan
Taman
masa kecilmu
Aku
disini…
Terbenam
hati menunggumu
Dalam
sebuah cinta
Ada
nada-nada yang mengalunkan
Berbagai
untaian mutiara kasihmu
Dalam
lelap tidurmu
Dedicated to Azizah
Popoen Atjeh
12112005
ANDAIKAN
Oh
kasihku…
Taman
langitku seperti menyapa hatimu
Bertanya
tentang kenangan masa indah
Saat
bersamamu
Hanya
kepada dikau jualah kupersembahkan
Sepenggalan
puisi cintaku
Dikala
hujan purnama bersinar
Meninggalkan
kisah saat bersamamu
Aku
disini menatap indahnya
Sepiku…
Tanpa
kehadiranmu
Bila
rindu ini masih memilikimu
Kuhadirkan
sebuah cinta hanya untukmu
Haruskah
kumenunggu lama
Untuk
berikan penghargaan atas
Penantianmu…
Kasihku…
Popoen Atjeh
12112005
Langganan:
Postingan (Atom)

