Senin, 09 September 2013

BAB II NYANYIAN CINTA


BAB II
NYANYIAN CINTA

RASALAH HATIKU

Ketika jiwaku pergi
Ruang-ruang dalam hatiku
Menjemputmu untuk kembali
Dalam pelukan kasihku
Berbagai puisi hilang terbuang
Yang tertinggal
Hanyalah seuntaian mutiara kasihmu
Dalam hasratku
Inginku memanggil
Kembali dirimu
Yang telah hilang
Kedalam lautan hati permata samudera
Tak kudapatkan dirimu
Disisi ruang-ruang itu
Dibalik pintu-pintu
Ada ruang diatas sebutiran debu
Debu bertebaran disisi langitku
Kupandangi sang fajar yang menyapa inginku
Namun tak pernah kudapati dirimu seperti yang dulu
Yang selalu ceria menyapa hatiku
Dalam kegelisahan
Penantianku
Kuselalu ingin dapat berada disisimu
Seperti waktu waktu yang terlewatkan dulu
Oh bidadari cinta dapatkah kumiliki kembali
Cinta-cinta yang pernah ada
Atau hanyalah dalam hati saja
`tuk mengingatkanku kepada dirimu
Dalam sepiku kuselalu berdoa
Agar layaknya dirimu diterima
Disisi penciptaku
Pencipta seluruh kehidupan
Kuasakah diriku menahan tangismu
Dalam relung-relung mimpiku setiap malam
Hanya satu persembahanku untukmu
Kutitipkan salam untukmu
Melalui pujian-pujian
Kepada penciptaku
Salamku untukmu
Yang telah menjadi kekasihku

Dedicated to :
Emma, mutia
Created by:
Popoen atjeh 2006
SESUNGGUHNYA CINTA

Hujan dimalam hari
Ingatkan aku kepada kekasih hati
Yang masih terus teringat dalam hatiku
Tatapan mata pertama sekali bertemu
Isyaratkan cinta tulus itu
Namun masih ada hati yang lain
Yang telah berada dipenghujung kisahmu
Yang ingin ucap selamat tinggal
Disaat kita bersama bersua dan bercerita
Hingga pagi tiba
Kita telah sama-sama berucap kasih
Tapi ternyata hati yang lain itu telah merenggut semua mahkotamu
Dengan satu ucapan selamat tinggal cinta
Sekuntum bunga yang tak tersentuh
Akhirnya kelopak disengat kumbang
Meninggalkan penyesalan yang mendalam
Aku tak dapat menerima kekasih hatiku lagi
Yang baru sehari aku berucap cinta
Tercium aroma tidak sedap
Hilang semua perasaan yang telah tertumpah semalam
Namun dirinya masih memendam kasih sayang
Yang tak bisa dilanjutkan lagi
Karena keterhinaan akibat perbuatan yang salah
Waktu terus berganti
Namun entah kenapa cinta untuknya tidak bisa hilang
Sampai terjadi musibah yang merenggut nyawanya
Tanpa pernah sempat dia berucap penyesalan kepadaku
Aku terpuruk disudut ruang
Mengingat kisah kita bersama
Namun semuanya tak pernah bisa kembali
Semuanya hanya menjadi mimpi-mimpi
Yang terus berlanjut selamanya
Karena sekalipun waktu berubah
Berbagai situasi silih berganti
Cinta sejati akan memberi daya hidup
Cinta sejati tak pernah mengenal kata mati
Semua karena begitu besarnya cinta
Dan begitu besar pengorbanan yang kau berikan
Selamat tinggal cinta
Karena inilah yang sebenarnya cinta
Sesungguhnya cinta yang tak pernah mati


Dedicated to Tia
Popoen Atjeh
20082005
 
NYANYIAN CINTA

Saat mentari berada dipuncak
Rindang pepohonan bergetar
Saat terdengar sidang para burung-burung
Menyanyikan lagu
Nyanyian cinta kepada pemilik alam
Kepada setiap mahluk hidup
Kepada setiap insan dimuka bumi
Semua terdengar lirih mengiringi jejak langkah
Para bidadari cinta turun ke bumi dari kayangan
Membawakan gelas-gelas kaca berisi madu
Ikut menyanyikan lagu impian cinta
Cinta sejati selalu untuk selamanya
Nyanyian embun di pagi hari
Bawakan harapan baru akan cinta yang telah kembali
Cinta telah menemukan hakikatnya
Perasaan baru menghiasi butiran-butiran kasih
Rasa yang telah menemukan aroma harumnya
Butiran-butiran mawar disatukan kembali oleh dewi kecil
Yang selalu hadir ditaman bunga
Menemani mawar-mawar indah sang Pangeran
Duduk disudut kursi taman
Dengan roman muka penuh cinta, penuh kasih
Terbayang satu wajah penuh kehangatan
Sosok ibunda yang dicari selama ini
Nyanyian cinta mengiringi setiap langkahnya
Kasihnya selalu ada disetiap perjalanannya
Kebahagian selalu ada bagi setiap yang mngenalnya
Bagai sosok Putri kecil ditaman surgawi
Bahagia selalu dalam jejak langkahmu
Dedicated to Amanda
Popoen Atjeh
02-10-2007
SOULMATE

Purnama indah di pagi hari
Dalam sepi yang tertutup angin
Jiwa raga mencapai puncaknya kasih
Dalam dekapan daun penutup
Hanya waktu yang tertinggalkan kisah
Bila jiwa ini tak lagi menyatu
Berbagai lentera dinyalakan
Hanya untuk menerawangi belahan jiwa yang lain
Sepiku dalam serpihan jiwa yang terbagi-bagi
Seandainya saja semuanya laksana putri raja
Maka akan dibawakan secawan anggur untuk kekasih tercinta
Lewat sudah penantian hidup
Hanya untuk mencari kekasih yang ditinggalkan
Demi sebuah keyakinan tak nyata
Semua bayangan semu akan kembali menjadi serpihan kabut jiwa
Lilin putih kembali dinyalakan hanya untuk sang dewi
Yang kembali dari tidur panjangnya
Keterhinaan atas penderitaan yang dialami menjadikan jiwanya kembali
Utuh atau hilang sebagian hanya putri yang bisa menjawab
Dalam kesepian gelap gulita malang melintang
Hingga jiwa terpisah dan berlalu bersama angin dingin disudut ruang
Tanpa pernah tahu dan mengerti apa arti semuanya
Mengapa tak sempat untuk
Kembali dan meraih menyatukan segala cinta dalam jiwa yang terbagi
Denting denting air mengalir
Tak mampu untuk menghapus segala kesedihan
Bukit-bukit dipenuhi mawar nan suci
Semuanya telah kembali
Dia telah pergi dan tak mungkin akan kembali
Jiwanya suci dalam hebusan angin
Yang akan selalu menyertai setiap langkah

Popoen Atjeh,31 agt 2007
DALAM SEUNTAIAN KABUT

Seuntaian kata kata telah terucapkan
Dari bibir manismu
Setiap kata yang terucap adalah cinta
Setiap kesenangan yang datang
Selalu menjadi debu
Ketika malam datang
Menjemput mimpimu
Disela sela kabut
Kudapati bentuk bentuk seperti ini
Dalam tiap tiap bentuk
Terlukiskan suatu kesedihan hatimu
Dalam kebekuan itu
Terciptakan suatu lingkaran kecil dalam naungan suara suara itu yang selalu memanggil namaku
Kucari dirimu dalam mimpiku
Namun tak pernah bisa kusentuh
Hatimu selalu hanya menyatu dengan rasaku
Perasaanku tak bisa menyentuh cintamu
Menelusuk hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam
Membisu
Betapa peluhnya rindu menusuk jiwaku
Bila waktuku telah berakhir
Kuingin berada disismu
Untuk selalu mendekap kasihmu dalam penantianku
Namun cintamu telah berlalu bersama
Angin malam yang menusuk dalam hatiku yang sepi
Harumnya aroma melati telah merasuk
Jiwaku untuk ikut
Dengan hatimu
Mengitari malam malam indah
Penuh dengan wewangian yang ditaburkan
Putri putri cinta
Untuk menyejukkan hati yang penuh rasa benci
Mungkin inilah jalan yang terbaik dan
kita mesti relakan kenyataan ini
Tetap hanya menjadi
Kerinduanku pada kasihmu

Created by :
Popoen atjeh
Sept 2006
PEREMPUAN DIBALIK TIRAI

Diantara dua keindahan
Tersembunyi keindahan lain dari mata yang indah
Milik sesosok kekasih dalam kegelapan yang pekat menyelimuti ruang gerakku
Suasana indah dari tatapan mata ayu
Dan senyuman yang merekah dari bibirnya
Sebuah selubung kabut
Dari penderitaan yang besar
Mengotori roman muka yang cerah
Dari parasnya
Dalam kegelisahan
Menunggu untuk dapat kembali
Ke masa indah yang terhilangkan oleh prahara
Duka lara memenuhi ruang rindu
Yang lama terkenang
Oleh sang pujaan hati yang telah hilang
Sebuah cawan penuh mawar yang ditinggalkan
Sang terkasih
Menuai air dari dalam danau telaga penantian
Hanya sang waktu saja yang dapat
Merubah semua cintanya
Untuk dapat kembalikan hati
Dari kegelisahan dalam kesendirian
Laksana mata air yang dapat kembali mengalir
Ke lautan cinta penuh kasih yang
Ditawarkan sang belahan jiwa
Yang telah kembali dari perjalanan panjang
Menuju istana kebahagiaan
Untuk mencari bunga cinta sejati
Yang telah lama hilang
Popoen Atjeh
2006-Apr-12


DIDEPAN  SINGGASANA KECANTIKAN

bangunkan cintaku
dari dasar laut
sayap-sayap gelombang
yang menggulung prahara
sunyi menyelubungi,rasa rindu
membuka kertas surat
singgasana kecantikan
tempat bertemunya
sepasang insannya tuhan
yang penuh kesabaran
mengenakan pakaian
keindahan
melantunkan
nyanyian impian cinta
bila jiwaku pergi
buatkan satu ruang rindu
didalam hati
untuk selalu mengingatku
disaat bulan tangisanmu
hanya goresan hati yang
tertinggalkan cintamu
Created : popoen atjeh
Aidil fitrie 2005
SANDARAN HATI

Bila hatiku masih disini untukmu
Kuyakin dalamnya cintamu
Hanya untukku
Layaknya dirimu menjadi pujian
Jika dirimu bukan lagi
Separti yang dulu
Yakin dalam jiwaku
Kamu masih sama
Seperti dirimu
Yang dulu kukenal
Hanya perilakumu yang berubah
Selayaknya semua bunga-bunga
Indah ditaman
Kenangan
Yang wanginya telah hilang
Dihirup sang waktu
Tak pernah mengizinkan
Dirimu untuk merubah
Semua perilaku
Semua telah
Hilang
Tanpa jejak
Tak pernah mengizinkan
Dirimu untuk dapat
Memiliki hatiku ini
Karena diri ini yang telah pergi jauh darimu
Namun bagiku
Kau masih kekasihku
Jauh dilubuk hatiku
Popoen atjeh
July 26 2006
  
PERIHAL CINTA

Oh cinta…
Datanglah kepadanya kasih hati
Dalam lindungan malam kelam
Dan rintihan air hujan
Kembali menyapa dalam kerinduan
Buaian pelipur lara
Makna hati membuai jiwa
Berontak karenanya
Digerayangi kabut gelap
Penghilang rasaku
Kesepian melanda jiwa
Yang telah hilang rasa
Merintih sepi bisu
Tak sanggup `tuk berkata
Tolonglah wahai bidadari cinta
Kepakkan sayapmu untukku
Agar memberi telaga pencerahan bagi jiwaku
Yang telah hilang rasa
Akibat racun cinta
Membuatku mendekati buaian
Kabut tebal menyelimuti diri
Popoen Atjeh
2003

ISTANA KEBAHAGIAAN

Lewat sudah hari-hari
Indah terasa menghadapi hari baru
Semua duka telah hilang berganti suka
Ratusan janji tak terpenuhi
Karena hanya manisnya kata-kata
Ruang-ruang cinta hampa
Ketika mawar pergi dan taman lenyap
Namun semuanya telah berakhir
Saat kau temukan Rumah Para Peri
Yang selalu membawa kenangan paling indah
Sebuah Istana Kebahagiaan yang begitu banyak pintu
Dalam setiap pintu kau akan menemukan banyak kebahagiaan
Aroma wangi dari mawar jingga
Memenuhi taman depan yang dihiasi
Kolam yang penuh dengan ikan hias
Ada sosok yang selalu hadir disana
Sang Pangeran Muda bersama istrinya Sang Perawan Cinta
Dan anak mereka Tulus dan Suci
Hidup dalam bahtera kebahagiaan
Dimana tidak ada rasa takut terhadap Nafsu dan Emosi
Yang hidup diluar sana
Disana tempat berdirinya Cinta sejati
Hanya ada kearifan yang dibawakan oleh Tulus
Hanya ada kasih sayang yang diberikan oleh Suci
Nafsu dan Emosi telah lama pergi
Menuju kota Kesenangan untuk berkhotbah
Melintasi malang melintang diatas jubah keangkuhan
Setelah sekian lamanya Istana Kebahagiaan
Tidak kedatangan tamu
Tiba saatnya untuk hati-hati yang gelisah
Dan jiwa-jiwa yang tersakiti untuk segera mampir disana
Mencari kembali serpihan-serpihan keindahan
Yang telah lama terbuang
Menyatukan kembali butiran-butiran mutiara yang tercerai berai
Untuk dapat meraih kembali kebahagiaan yang telah lama dinantikan
Dan hidup bahagia tanpa Nafsu akan keserakahan dan hasrat
Tanpa Emosi untuk marah dan menjajah
Selubung kabut menutupi pintu hati dari nafsu dan emosi
Bunga-bunga mawar kembali bermekaran
Pertanda tiada lagi kepedihan akan keterhinaan
Semua karena cinta yang telah diberikan
Dan tidak akan pernah hilang
Abadi selamanya
Popoen Atjeh
24-12-2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar