BAB II
NYANYIAN CINTA
RASALAH
HATIKU
Ketika jiwaku pergi
Ruang-ruang dalam hatiku
Menjemputmu untuk kembali
Dalam pelukan kasihku
Berbagai puisi hilang terbuang
Yang tertinggal
Hanyalah seuntaian mutiara kasihmu
Dalam hasratku
Inginku memanggil
Kembali dirimu
Yang telah hilang
Kedalam lautan hati permata samudera
Tak kudapatkan dirimu
Disisi ruang-ruang itu
Dibalik pintu-pintu
Ada ruang diatas sebutiran debu
Debu bertebaran disisi langitku
Kupandangi sang fajar yang menyapa
inginku
Namun tak pernah kudapati dirimu seperti
yang dulu
Yang selalu ceria menyapa hatiku
Dalam kegelisahan
Penantianku
Kuselalu ingin dapat berada disisimu
Seperti waktu waktu yang terlewatkan
dulu
Oh bidadari cinta dapatkah kumiliki
kembali
Cinta-cinta yang pernah ada
Atau hanyalah dalam hati saja
`tuk mengingatkanku kepada dirimu
Dalam sepiku kuselalu berdoa
Agar layaknya dirimu diterima
Disisi penciptaku
Pencipta seluruh kehidupan
Kuasakah diriku menahan tangismu
Dalam relung-relung mimpiku setiap malam
Hanya satu persembahanku untukmu
Kutitipkan salam untukmu
Melalui pujian-pujian
Kepada penciptaku
Salamku untukmu
Yang telah menjadi kekasihku
Dedicated
to :
Emma,
mutia
Created
by:
Popoen
atjeh 2006
SESUNGGUHNYA CINTA
Hujan dimalam hari
Ingatkan aku kepada kekasih hati
Yang masih terus teringat dalam
hatiku
Tatapan mata pertama sekali bertemu
Isyaratkan cinta tulus itu
Namun masih ada hati yang lain
Yang telah berada dipenghujung
kisahmu
Yang ingin ucap selamat tinggal
Disaat kita bersama bersua dan
bercerita
Hingga pagi tiba
Kita telah sama-sama berucap kasih
Tapi ternyata hati yang lain itu
telah merenggut semua mahkotamu
Dengan satu ucapan selamat tinggal
cinta
Sekuntum bunga yang tak tersentuh
Akhirnya kelopak disengat kumbang
Meninggalkan penyesalan yang
mendalam
Aku tak dapat menerima kekasih
hatiku lagi
Yang baru sehari aku berucap cinta
Tercium aroma tidak sedap
Hilang semua perasaan yang telah
tertumpah semalam
Namun dirinya masih memendam kasih
sayang
Yang tak bisa dilanjutkan lagi
Karena keterhinaan akibat perbuatan
yang salah
Waktu terus berganti
Namun entah kenapa cinta untuknya
tidak bisa hilang
Sampai terjadi musibah yang
merenggut nyawanya
Tanpa pernah sempat dia berucap penyesalan
kepadaku
Aku terpuruk disudut ruang
Mengingat kisah kita bersama
Namun semuanya tak pernah bisa
kembali
Semuanya hanya menjadi mimpi-mimpi
Yang terus berlanjut selamanya
Karena sekalipun waktu berubah
Berbagai situasi silih berganti
Cinta sejati akan memberi daya
hidup
Cinta sejati tak pernah mengenal
kata mati
Semua karena begitu besarnya cinta
Dan begitu besar pengorbanan yang
kau berikan
Selamat tinggal cinta
Karena inilah yang sebenarnya cinta
Sesungguhnya cinta yang tak pernah
mati
Dedicated
to Tia
Popoen
Atjeh
20082005
NYANYIAN CINTA
Saat mentari berada dipuncak
Rindang pepohonan bergetar
Saat terdengar sidang para
burung-burung
Menyanyikan lagu
Nyanyian cinta kepada pemilik alam
Kepada setiap mahluk hidup
Kepada setiap insan dimuka bumi
Semua terdengar lirih mengiringi
jejak langkah
Para bidadari cinta turun ke bumi
dari kayangan
Membawakan gelas-gelas kaca berisi
madu
Ikut menyanyikan lagu impian cinta
Cinta sejati selalu untuk selamanya
Nyanyian embun di pagi hari
Bawakan harapan baru akan cinta
yang telah kembali
Cinta telah menemukan hakikatnya
Perasaan baru menghiasi
butiran-butiran kasih
Rasa yang telah menemukan aroma
harumnya
Butiran-butiran mawar disatukan
kembali oleh dewi kecil
Yang selalu hadir ditaman bunga
Menemani mawar-mawar indah sang
Pangeran
Duduk disudut kursi taman
Dengan roman muka penuh cinta,
penuh kasih
Terbayang satu wajah penuh
kehangatan
Sosok ibunda yang dicari selama ini
Nyanyian cinta mengiringi setiap
langkahnya
Kasihnya selalu ada disetiap
perjalanannya
Kebahagian selalu ada bagi setiap
yang mngenalnya
Bagai sosok Putri kecil ditaman
surgawi
Bahagia selalu dalam jejak
langkahmu
Dedicated
to Amanda
Popoen
Atjeh
02-10-2007
SOULMATE
Purnama
indah di pagi hari
Dalam
sepi yang tertutup angin
Jiwa
raga mencapai puncaknya kasih
Dalam
dekapan daun penutup
Hanya
waktu yang tertinggalkan kisah
Bila
jiwa ini tak lagi menyatu
Berbagai
lentera dinyalakan
Hanya
untuk menerawangi belahan jiwa yang lain
Sepiku
dalam serpihan jiwa yang terbagi-bagi
Seandainya
saja semuanya laksana putri raja
Maka
akan dibawakan secawan anggur untuk kekasih tercinta
Lewat
sudah penantian hidup
Hanya
untuk mencari kekasih yang ditinggalkan
Demi
sebuah keyakinan tak nyata
Semua
bayangan semu akan kembali menjadi serpihan kabut jiwa
Lilin
putih kembali dinyalakan hanya untuk sang dewi
Yang
kembali dari tidur panjangnya
Keterhinaan
atas penderitaan yang dialami menjadikan jiwanya kembali
Utuh
atau hilang sebagian hanya putri yang bisa menjawab
Dalam
kesepian gelap gulita malang melintang
Hingga
jiwa terpisah dan berlalu bersama angin dingin disudut ruang
Tanpa
pernah tahu dan mengerti apa arti semuanya
Mengapa
tak sempat untuk
Kembali
dan meraih menyatukan segala cinta dalam jiwa yang terbagi
Denting
denting air mengalir
Tak
mampu untuk menghapus segala kesedihan
Bukit-bukit
dipenuhi mawar nan suci
Semuanya
telah kembali
Dia
telah pergi dan tak mungkin akan kembali
Jiwanya
suci dalam hebusan angin
Yang
akan selalu menyertai setiap langkah
Popoen
Atjeh,31 agt 2007
DALAM
SEUNTAIAN KABUT
Seuntaian kata kata telah terucapkan
Dari bibir manismu
Setiap kata yang terucap adalah cinta
Setiap kesenangan yang datang
Selalu menjadi debu
Ketika malam datang
Menjemput mimpimu
Disela sela kabut
Kudapati bentuk bentuk seperti ini
Dalam tiap tiap bentuk
Terlukiskan suatu kesedihan hatimu
Dalam kebekuan itu
Terciptakan suatu lingkaran kecil dalam
naungan suara suara itu yang selalu memanggil namaku
Kucari dirimu dalam mimpiku
Namun tak pernah bisa kusentuh
Hatimu selalu hanya menyatu dengan
rasaku
Perasaanku tak bisa menyentuh cintamu
Menelusuk hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam
Membisu
Betapa peluhnya rindu menusuk jiwaku
Bila waktuku telah berakhir
Kuingin berada disismu
Untuk selalu mendekap kasihmu dalam
penantianku
Namun cintamu telah berlalu bersama
Angin malam yang menusuk dalam hatiku
yang sepi
Harumnya aroma melati telah merasuk
Jiwaku untuk ikut
Dengan hatimu
Mengitari malam malam indah
Penuh dengan wewangian yang ditaburkan
Putri putri cinta
Untuk menyejukkan hati yang penuh rasa
benci
Mungkin inilah jalan yang terbaik dan
kita mesti relakan kenyataan ini
Tetap hanya menjadi
Kerinduanku pada kasihmu
Created by :
Popoen atjeh
Sept 2006
PEREMPUAN
DIBALIK TIRAI
Diantara dua keindahan
Tersembunyi keindahan lain dari mata
yang indah
Milik sesosok kekasih dalam kegelapan
yang pekat menyelimuti ruang gerakku
Suasana indah dari tatapan mata ayu
Dan senyuman yang merekah dari bibirnya
Sebuah selubung kabut
Dari penderitaan yang besar
Mengotori roman muka yang cerah
Dari parasnya
Dalam kegelisahan
Menunggu untuk dapat kembali
Ke masa indah yang terhilangkan oleh
prahara
Duka lara memenuhi ruang rindu
Yang lama terkenang
Oleh sang pujaan hati yang telah hilang
Sebuah cawan penuh mawar yang
ditinggalkan
Sang terkasih
Menuai air dari dalam danau telaga
penantian
Hanya sang waktu saja yang dapat
Merubah semua cintanya
Untuk dapat kembalikan hati
Dari kegelisahan dalam kesendirian
Laksana mata air yang dapat kembali
mengalir
Ke lautan cinta penuh kasih yang
Ditawarkan sang belahan jiwa
Yang telah kembali dari perjalanan
panjang
Menuju istana kebahagiaan
Untuk mencari bunga cinta sejati
Yang telah lama hilang
Popoen Atjeh
2006-Apr-12
DIDEPAN SINGGASANA KECANTIKAN
bangunkan
cintaku
dari
dasar laut
sayap-sayap
gelombang
yang
menggulung prahara
sunyi
menyelubungi,rasa rindu
membuka
kertas surat
singgasana
kecantikan
tempat
bertemunya
sepasang
insannya tuhan
yang
penuh kesabaran
mengenakan
pakaian
keindahan
melantunkan
nyanyian
impian cinta
bila
jiwaku pergi
buatkan
satu ruang rindu
didalam
hati
untuk
selalu mengingatku
disaat
bulan tangisanmu
hanya
goresan hati yang
tertinggalkan
cintamu
Created
: popoen atjeh
Aidil
fitrie 2005
SANDARAN
HATI
Bila hatiku masih
disini untukmu
Kuyakin dalamnya
cintamu
Hanya untukku
Layaknya dirimu menjadi
pujian
Jika dirimu bukan lagi
Separti yang dulu
Yakin dalam jiwaku
Kamu masih sama
Seperti dirimu
Yang dulu kukenal
Hanya perilakumu yang
berubah
Selayaknya semua
bunga-bunga
Indah ditaman
Kenangan
Yang wanginya telah
hilang
Dihirup sang waktu
Tak pernah mengizinkan
Dirimu untuk merubah
Semua perilaku
Semua telah
Hilang
Tanpa jejak
Tak pernah mengizinkan
Dirimu untuk dapat
Memiliki hatiku ini
Karena diri ini yang
telah pergi jauh darimu
Namun bagiku
Kau masih kekasihku
Jauh dilubuk hatiku
Popoen atjeh
July 26 2006
PERIHAL
CINTA
Oh
cinta…
Datanglah
kepadanya kasih hati
Dalam
lindungan malam kelam
Dan
rintihan air hujan
Kembali
menyapa dalam kerinduan
Buaian
pelipur lara
Makna
hati membuai jiwa
Berontak
karenanya
Digerayangi
kabut gelap
Penghilang
rasaku
Kesepian
melanda jiwa
Yang
telah hilang rasa
Merintih
sepi bisu
Tak
sanggup `tuk berkata
Tolonglah
wahai bidadari cinta
Kepakkan
sayapmu untukku
Agar
memberi telaga pencerahan bagi jiwaku
Yang
telah hilang rasa
Akibat
racun cinta
Membuatku
mendekati buaian
Kabut
tebal menyelimuti diri
Popoen Atjeh
2003
ISTANA
KEBAHAGIAAN
Lewat
sudah hari-hari
Indah
terasa menghadapi hari baru
Semua
duka telah hilang berganti suka
Ratusan
janji tak terpenuhi
Karena
hanya manisnya kata-kata
Ruang-ruang
cinta hampa
Ketika
mawar pergi dan taman lenyap
Namun
semuanya telah berakhir
Saat
kau temukan Rumah Para Peri
Yang
selalu membawa kenangan paling indah
Sebuah
Istana Kebahagiaan yang begitu banyak pintu
Dalam
setiap pintu kau akan menemukan banyak kebahagiaan
Aroma
wangi dari mawar jingga
Memenuhi
taman depan yang dihiasi
Kolam
yang penuh dengan ikan hias
Ada
sosok yang selalu hadir disana
Sang
Pangeran Muda bersama istrinya Sang Perawan Cinta
Dan
anak mereka Tulus dan Suci
Hidup
dalam bahtera kebahagiaan
Dimana
tidak ada rasa takut terhadap Nafsu dan Emosi
Yang
hidup diluar sana
Disana
tempat berdirinya Cinta sejati
Hanya
ada kearifan yang dibawakan oleh Tulus
Hanya
ada kasih sayang yang diberikan oleh Suci
Nafsu
dan Emosi telah lama pergi
Menuju
kota Kesenangan untuk berkhotbah
Melintasi
malang melintang diatas jubah keangkuhan
Setelah
sekian lamanya Istana Kebahagiaan
Tidak
kedatangan tamu
Tiba
saatnya untuk hati-hati yang gelisah
Dan
jiwa-jiwa yang tersakiti untuk segera mampir disana
Mencari
kembali serpihan-serpihan keindahan
Yang
telah lama terbuang
Menyatukan
kembali butiran-butiran mutiara yang tercerai berai
Untuk
dapat meraih kembali kebahagiaan yang telah lama dinantikan
Dan
hidup bahagia tanpa Nafsu akan keserakahan dan hasrat
Tanpa
Emosi untuk marah dan menjajah
Selubung
kabut menutupi pintu hati dari nafsu dan emosi
Bunga-bunga
mawar kembali bermekaran
Pertanda
tiada lagi kepedihan akan keterhinaan
Semua
karena cinta yang telah diberikan
Dan
tidak akan pernah hilang
Abadi
selamanya
Popoen Atjeh
24-12-2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar