Selasa, 10 September 2013

BAB VI HIKAYAT CINTA



BAB VI
HIKAYAT CINTA

RISALAH CINTA

Sebening hati dipagi hari
Intan berjalan dengan rasa cinta
Saat hari-hari nan sunyi tidak diperdulikan
Jika sampai ketujuan
Hanya hati yang menentukan
Lidah kemarau menghampiri
Teramat panas mata langit
Dawai-dawai suara hati
Yang lebih baik tak dipetik
Bila waktu bicara…
Maka katakanlah…
Berapa banyak kata cinta terucap
Hanya untuk seorang dewi
Permata hati yang terdalam
Begitu dalam samudera cinta
Terucap kata-kata mesra
Cintailah dia sepenuh hati
Laksana tusukan tombak
Menembus ke jantung hati
Hingga kau terkulai lemas
Dalam pelukan kasihnya
Dan ingin kubawa lari
Kelautan asmara cinta penuh kasih
Selalu untuk selamanya
Menjadi kekasih abadiku
Direlung-relung hati

Popoen Atjeh
22-10-2005

SABDA CINTA

Dengarkan panggilan cinta
Bayang-bayangnya merekah
Dalam tidur malammu
Penuh perasaan keras hati
Sanggupkah untuk menuai kasihnya
Ditempatan istanamu
Norma-norma kasih terselubungi asmara
Ungkapan cinta dikibarkan
Melalui pintu-pintu suci ruang cinta
Apakah cinta itu merekah
Bunga-bunga ditaman pelangi
Menebarkan aroma cinta
Menyampaikan pesan kasih
Pesan-pesan cinta terkirim melintasi arwana
Ruang rindu dalam rasa
Merah merekah hati
Perasaan rindu menumpahkan sepercik air
Dalam cawan-cawan anggur cinta
Naluri hati membuka kertas surat
Dipayungi kesetiaan menunggu
Datangnya mutiara hati

Popoen Atjeh
07 nov 2007
 
HIKAYAT CINTA

Kupu-kupu hitam putih
Berterbangan dikala senja menyapa
Menantikan malam yang akan datang
Dirimu larut dalam cerita lalu
Kuakui bahwa aku menyintaimu
Hinggaku…
Terheningkan buaian malam indah
Dalam kesejukan hati
Pohon-pohon berdiri tegak membisu
Debur ombak dipantai laksana sanjungan
Mengandung bunyi bunyi genderang ditabuh
Dalam suasana dingin menggigil
Kesunyian datang mencekam…
Hantu-hantu bergentayangan
Pemangsa mencari korban
Penyair menyelesaikan kata-kata terakhir
Demi separuh keindahan
Purnama menutup diri dari separuh malam
Diary telah ditutup tanda hari ini telah berakhir
Siap menghadapi hari esok lebih baik
Tarian bersama bintang melatunkan
Nyanyian-nyanyian pemusih jalanan
Dalam keharuan rumah singgah
Kembang api dinyalakan pertanda
Hari esok adalah kemenangan hati
Sayap-sayap sang pangeran
Mengepakkan kertas-kertas putih
Tanda masih ada yang tersisa
Untuk kembali ditulis
Sebagai surat untuk putri kecil ditepi jalan
Yang berhasil keluar dari kesusahan
Setelah lama terpuruk dirumah seribu kemungkaran
Sang putri yang berhasil mendapatkan kembali
Sang pangeran masa kecil
Selalu bisa bersama selamanya

Popoen Atjeh
06 nov 2007
ATAS NAMA CINTA

Kehidupan adalah seorang wanita
Yang mandi dalam airmata kasihnya
Dirimu bersuci dari tetesan airmatanya
Yang suci sesuci sinar mentari pagi
Dan elok bagai lukisan kaligrafi
Karena cinta kau bersujud
Mencari jejak keikhlasan
Penerangan jiwa dalam hati yang lara
Dalam parung jubah kesetiaan
Selalu berucap rindu
Namun hati tak pernah gelisah
Kalbumu mencari jatidiri
Kedalam hutan kecantikan
Dimana banyak bertemu sosok berkerudung putih
Yang menyampaikan pesan cinta
Dari dasar laut
Permata cinta telah diberikan peri putih
Untuk menjamu wanita berkerudung putih
Didunia nyatamu
Hadapilah semua kegelisahan
Karena semua berjalan
Atas nama cinta
Dan kasih sayang

Popoen Atjeh
06 nov 2007
CATALUNYA

Nyanyian pagi mengiringi langkahmu
Dalam kesahajaan cinta
Kota yang kau datangi
Menunggumu untuk menjamu kasih
Kota yang penuh syair-syair kehidupan
Ketika fajar hampir menyingsing di timur
Terlihat banyak bunga-bunga bertebaran disisi bangunan tua
Tempat sang pujangga menuliskan kesunyian hatinya
Ketika sang kehidupan mulai menapaki hari
Setiap insan tersendiri dalam kegiatannya
Tanpa pernah peduli apa mereka saling membutuhkan
Ketika lelah sudah berjalan diseputaran taman kota
Kulihat senja mulai datang matahari terbenam di barat
Ketika malam telah melingkarkan selimut kain surga
Dihiasi mutiara bintang-bintang
Aku berpikir untuk kembali ke peraduan
Kembali menyusun kepergianku esok untuk mencari
Sudut-sudut lain kota
Kami-kamilah sesungguhnya cinta
Bulan berkicau menampar wajah-wajah kaku
Para pencari kemunafikan
Didalam kau memandangi semuanya dengan perasaan berduka
Atas ketidak pastian hidup mereka
Popoen Atjeh
07-11-2007
 
KARANGAN BUNGA YANG TERABAIKAN

Semuanya begitu indah
Terkadang marah dan dendam mengikuti
Kata-kata manis bisa jadi tajam
Bila salah digunakan
Segala ucapan salah terkatakan
Namun tak elalu bisa disalah artikan
Hanya hati yang mampu bicara
Dan mata tertutup
Segala yang baik bisa jadi buruk
Bahkan yang buruk bisa jadi baik
Hanya penilaian yang bisa menyatakan
Baik buruknya hati yang berucap
Bila bicaraku tak pantas bagi bibir merahmu
Maka ambillah batu besar,
Lalu remukkan mulutku!
Dunia semarak dengan dedaunan
Dan bunga mawar nan cantik!
Bahagia tak dapat diraih
Malang terabaikan
Dalam suasana hati yang fitri
Melalui perkataan insannya tuhan
Maafkan lahir batin

Popoen Atjeh
Aidil fitrie 2005
 
TITIAN HATI

Kau yang berdiri disana
Menangis karena cintamu
Bersedih atas kenistaan yang kau alami
Terdiam sepi melihat gejolak yang terjadi
Dimana semua orang?
Mereka telah melupakan sebuah kepedulian
Lihatlah kejalan?
Roda-roda berkeliaran tak beraturan
Kuda-kuda mesin bagaikan berhala pemuja kesenangan
Tak lagi memandang derajat
Hanya mempertahankan ketamakan pribadi
Kau menahanku tapi tak bisa mengikutiku
Kubawa serta dirimu tapi tanganku Satu
Hanya doaku yang kutitipkan
Sebagai salamku padamu
Tak bisa kurasakan lagi
Saat-saat bahagia denganmu
Semua telah hilang dalam
Gulungan ombak cengkeraman laut
Terlahir dalam kesendirian
Berjuang untuk mendapatkan kembali
Kebebasannya

Dedicated to tia
Popoen Atjeh
30-09-2005
KERINDUAN CINTA

Kerinduan adalah sosok perempuan
Yang sangat naif dan sensitif
Merasa dirinyalah yang paling dicintai
Namun tak pernah ada kata indah
Dalam setiap perkataan perempuan selalu hadir bahasa kalbu
Yang penuh dengan ambisi dan tipuan
Dalam bingkai kaca kerinduan akan kesenangan
Percintaan yang menyakitkan
Terlalu riang gembira dalam hati yang sunyi
Tak punya harga diri dalam bertingkah
Kelakuan layaknya balita
Hanya untuk kesenangan belaka
Tanpa mengetahui penderitaan kedepan
Bertindak sesuka hati
Kerinduan menyengsarakan orang lain
Ikutilah perkataan sikerudung hitam
Karena sesungguhnya dialah yang akan menyelamatkanmu
Membimbing kerinduanmu ke hari esok lebih baik

Popoen Atjeh
18-11-2005
KEDAMAIAN CINTA

Dikala lara menghapiri
Kau tak pernah bisa menghadapinya
Begitu kerasnya kehidupanmu
Dalam dekapan dosa
Terjamahkan tangan-tangan penuh luka
Dari jiwa-jiwa terhukum
Ketika nafsu melanda titian hatimu
Maka duka datang tak terasakan
Kau dalam tidurmu terbangun dengan rupa menyedihkan
Dalam balutan lara derita
Keterhinaan akan penderitaan yang perih
Jangan kau simpan laramu dalam kesendirian
Masih banyak kasih yang selalu abadi menyertaimu
Senantiasa memaafkan segala perbuatan
Hanya kepada ilahi memohon ampunannya
Tak segan hati `tuk bicara
Menyinari kembali hari-hari yang using
Gelap dan mencekam
Merubah kembali menjadi kecerahan
Secerah jiwa yang bersih seputih salju
Dipuncak pegunungan tinggi
Tak pernah berpikir lagi
Tentang suatu penyakit yang diderita
Semua berubah menjadi
Sebutir cahaya kasih
Hingga ajal tiba
Menghampiri
Dedicated to AIDS victim
Popoen Atjeh
14-11-2005


KESUCIAN CINTA

Ketika kau terlelap
Matamu tertutup hatimu terbuka
Dalam genangan air racun jingga
Kusebut namamu begitu anggunnya hati
Madu menebarkan aroma bunga
Sucilah hati dan jiwa dalam renjana
Begitu tegarnya hati dan jiwa mencari makna hidup
Kehidupan terpendam dalam keheningan
Ketika tirai suci terbuka
Maka terbukalah segala kemungkaran
Hanya kesetiaan pada kehormatan
Yang sanggup menjagi segala kesucian
Dalam bathin tersimpan semua perkataan
Dara suci menangis dalam kabut jiwa
Waktupun berlalu seiring ucap kata terakhir
Cinta terabaikan ketika kesenangan diraih
Namun kesucian tetaplah tegar dihati bahagia
Dalam rumah keberuntungan dihadapkan pada
Para pemuja berhala sejagad
Nafsu dan pikiran menerawangi
Lembah-lembah hitam
Ada setitik cahaya putih diantara hitam
Itulah kesucian ditengah kemungkaran
Begitu anggun dalam cawan kasih
Menaburkan aroma bunga
Ketika mawar itu tumbuh seiring jiwa mengakar
Dalam kesatuan cinta abadi
Dalam wajah cintamu
Relakan hati bicara
Dalam damai yang terus berlalu
Merebut hati yang ingkar
Agar dapat kembali
Menjalani hidup penuh makna
Kehidupan cinta dihati nan suci

Dedicated to putri
Popoen Atjeh
12 nov 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar