BAB VI
HIKAYAT CINTA
RISALAH
CINTA
Sebening
hati dipagi hari
Intan
berjalan dengan rasa cinta
Saat
hari-hari nan sunyi tidak diperdulikan
Jika
sampai ketujuan
Hanya
hati yang menentukan
Lidah
kemarau menghampiri
Teramat
panas mata langit
Dawai-dawai
suara hati
Yang
lebih baik tak dipetik
Bila
waktu bicara…
Maka
katakanlah…
Berapa
banyak kata cinta terucap
Hanya
untuk seorang dewi
Permata
hati yang terdalam
Begitu
dalam samudera cinta
Terucap
kata-kata mesra
Cintailah
dia sepenuh hati
Laksana
tusukan tombak
Menembus
ke jantung hati
Hingga
kau terkulai lemas
Dalam
pelukan kasihnya
Dan
ingin kubawa lari
Kelautan
asmara cinta penuh kasih
Selalu
untuk selamanya
Menjadi
kekasih abadiku
Direlung-relung
hati
Popoen Atjeh
22-10-2005
SABDA
CINTA
Dengarkan
panggilan cinta
Bayang-bayangnya
merekah
Dalam
tidur malammu
Penuh
perasaan keras hati
Sanggupkah
untuk menuai kasihnya
Ditempatan
istanamu
Norma-norma
kasih terselubungi asmara
Ungkapan
cinta dikibarkan
Melalui
pintu-pintu suci ruang cinta
Apakah
cinta itu merekah
Bunga-bunga
ditaman pelangi
Menebarkan
aroma cinta
Menyampaikan
pesan kasih
Pesan-pesan
cinta terkirim melintasi arwana
Ruang
rindu dalam rasa
Merah
merekah hati
Perasaan
rindu menumpahkan sepercik air
Dalam
cawan-cawan anggur cinta
Naluri
hati membuka kertas surat
Dipayungi
kesetiaan menunggu
Datangnya
mutiara hati
Popoen Atjeh
07 nov 2007
HIKAYAT
CINTA
Kupu-kupu
hitam putih
Berterbangan
dikala senja menyapa
Menantikan
malam yang akan datang
Dirimu
larut dalam cerita lalu
Kuakui
bahwa aku menyintaimu
Hinggaku…
Terheningkan
buaian malam indah
Dalam
kesejukan hati
Pohon-pohon
berdiri tegak membisu
Debur
ombak dipantai laksana sanjungan
Mengandung
bunyi bunyi genderang ditabuh
Dalam
suasana dingin menggigil
Kesunyian
datang mencekam…
Hantu-hantu
bergentayangan
Pemangsa
mencari korban
Penyair
menyelesaikan kata-kata terakhir
Demi
separuh keindahan
Purnama
menutup diri dari separuh malam
Diary
telah ditutup tanda hari ini telah berakhir
Siap
menghadapi hari esok lebih baik
Tarian
bersama bintang melatunkan
Nyanyian-nyanyian
pemusih jalanan
Dalam
keharuan rumah singgah
Kembang
api dinyalakan pertanda
Hari
esok adalah kemenangan hati
Sayap-sayap
sang pangeran
Mengepakkan
kertas-kertas putih
Tanda
masih ada yang tersisa
Untuk
kembali ditulis
Sebagai
surat untuk putri kecil ditepi jalan
Yang
berhasil keluar dari kesusahan
Setelah
lama terpuruk dirumah seribu kemungkaran
Sang
putri yang berhasil mendapatkan kembali
Sang
pangeran masa kecil
Selalu
bisa bersama selamanya
Popoen Atjeh
06 nov 2007
ATAS
NAMA CINTA
Kehidupan
adalah seorang wanita
Yang
mandi dalam airmata kasihnya
Dirimu
bersuci dari tetesan airmatanya
Yang
suci sesuci sinar mentari pagi
Dan
elok bagai lukisan kaligrafi
Karena
cinta kau bersujud
Mencari
jejak keikhlasan
Penerangan
jiwa dalam hati yang lara
Dalam
parung jubah kesetiaan
Selalu
berucap rindu
Namun
hati tak pernah gelisah
Kalbumu
mencari jatidiri
Kedalam
hutan kecantikan
Dimana
banyak bertemu sosok berkerudung putih
Yang
menyampaikan pesan cinta
Dari
dasar laut
Permata
cinta telah diberikan peri putih
Untuk
menjamu wanita berkerudung putih
Didunia
nyatamu
Hadapilah
semua kegelisahan
Karena
semua berjalan
Atas
nama cinta
Dan
kasih sayang
Popoen Atjeh
06 nov 2007
CATALUNYA
Nyanyian
pagi mengiringi langkahmu
Dalam
kesahajaan cinta
Kota
yang kau datangi
Menunggumu
untuk menjamu kasih
Kota
yang penuh syair-syair kehidupan
Ketika
fajar hampir menyingsing di timur
Terlihat
banyak bunga-bunga bertebaran disisi bangunan tua
Tempat
sang pujangga menuliskan kesunyian hatinya
Ketika
sang kehidupan mulai menapaki hari
Setiap
insan tersendiri dalam kegiatannya
Tanpa
pernah peduli apa mereka saling membutuhkan
Ketika
lelah sudah berjalan diseputaran taman kota
Kulihat
senja mulai datang matahari terbenam di barat
Ketika
malam telah melingkarkan selimut kain surga
Dihiasi
mutiara bintang-bintang
Aku
berpikir untuk kembali ke peraduan
Kembali
menyusun kepergianku esok untuk mencari
Sudut-sudut
lain kota
Kami-kamilah
sesungguhnya cinta
Bulan
berkicau menampar wajah-wajah kaku
Para
pencari kemunafikan
Didalam
kau memandangi semuanya dengan perasaan berduka
Atas
ketidak pastian hidup mereka
Popoen Atjeh
07-11-2007
KARANGAN
BUNGA YANG TERABAIKAN
Semuanya
begitu indah
Terkadang
marah dan dendam mengikuti
Kata-kata
manis bisa jadi tajam
Bila
salah digunakan
Segala
ucapan salah terkatakan
Namun
tak elalu bisa disalah artikan
Hanya
hati yang mampu bicara
Dan
mata tertutup
Segala
yang baik bisa jadi buruk
Bahkan
yang buruk bisa jadi baik
Hanya
penilaian yang bisa menyatakan
Baik
buruknya hati yang berucap
Bila
bicaraku tak pantas bagi bibir merahmu
Maka
ambillah batu besar,
Lalu
remukkan mulutku!
Dunia
semarak dengan dedaunan
Dan
bunga mawar nan cantik!
Bahagia
tak dapat diraih
Malang
terabaikan
Dalam
suasana hati yang fitri
Melalui
perkataan insannya tuhan
Maafkan
lahir batin
Popoen Atjeh
Aidil fitrie 2005
TITIAN
HATI
Kau yang berdiri disana
Menangis karena cintamu
Bersedih atas kenistaan
yang kau alami
Terdiam sepi melihat
gejolak yang terjadi
Dimana semua orang?
Mereka telah melupakan
sebuah kepedulian
Lihatlah kejalan?
Roda-roda berkeliaran
tak beraturan
Kuda-kuda mesin
bagaikan berhala pemuja kesenangan
Tak lagi memandang
derajat
Hanya mempertahankan
ketamakan pribadi
Kau menahanku tapi tak
bisa mengikutiku
Kubawa serta dirimu
tapi tanganku Satu
Hanya doaku yang
kutitipkan
Sebagai salamku padamu
Tak bisa kurasakan lagi
Saat-saat bahagia
denganmu
Semua telah hilang
dalam
Gulungan ombak cengkeraman
laut
Terlahir dalam
kesendirian
Berjuang untuk
mendapatkan kembali
Kebebasannya
Dedicated to tia
Popoen Atjeh
30-09-2005
KERINDUAN
CINTA
Kerinduan
adalah sosok perempuan
Yang
sangat naif dan sensitif
Merasa
dirinyalah yang paling dicintai
Namun
tak pernah ada kata indah
Dalam
setiap perkataan perempuan selalu hadir bahasa kalbu
Yang
penuh dengan ambisi dan tipuan
Dalam
bingkai kaca kerinduan akan kesenangan
Percintaan
yang menyakitkan
Terlalu
riang gembira dalam hati yang sunyi
Tak
punya harga diri dalam bertingkah
Kelakuan
layaknya balita
Hanya
untuk kesenangan belaka
Tanpa
mengetahui penderitaan kedepan
Bertindak
sesuka hati
Kerinduan
menyengsarakan orang lain
Ikutilah
perkataan sikerudung hitam
Karena
sesungguhnya dialah yang akan menyelamatkanmu
Membimbing
kerinduanmu ke hari esok lebih baik
Popoen Atjeh
18-11-2005
KEDAMAIAN
CINTA
Dikala
lara menghapiri
Kau
tak pernah bisa menghadapinya
Begitu
kerasnya kehidupanmu
Dalam
dekapan dosa
Terjamahkan
tangan-tangan penuh luka
Dari
jiwa-jiwa terhukum
Ketika
nafsu melanda titian hatimu
Maka
duka datang tak terasakan
Kau
dalam tidurmu terbangun dengan rupa menyedihkan
Dalam
balutan lara derita
Keterhinaan
akan penderitaan yang perih
Jangan
kau simpan laramu dalam kesendirian
Masih
banyak kasih yang selalu abadi menyertaimu
Senantiasa
memaafkan segala perbuatan
Hanya
kepada ilahi memohon ampunannya
Tak
segan hati `tuk bicara
Menyinari
kembali hari-hari yang using
Gelap
dan mencekam
Merubah
kembali menjadi kecerahan
Secerah
jiwa yang bersih seputih salju
Dipuncak
pegunungan tinggi
Tak
pernah berpikir lagi
Tentang
suatu penyakit yang diderita
Semua
berubah menjadi
Sebutir
cahaya kasih
Hingga
ajal tiba
Menghampiri
Dedicated to AIDS victim
Popoen Atjeh
14-11-2005
KESUCIAN
CINTA
Ketika
kau terlelap
Matamu
tertutup hatimu terbuka
Dalam
genangan air racun jingga
Kusebut
namamu begitu anggunnya hati
Madu
menebarkan aroma bunga
Sucilah
hati dan jiwa dalam renjana
Begitu
tegarnya hati dan jiwa mencari makna hidup
Kehidupan
terpendam dalam keheningan
Ketika
tirai suci terbuka
Maka
terbukalah segala kemungkaran
Hanya
kesetiaan pada kehormatan
Yang
sanggup menjagi segala kesucian
Dalam
bathin tersimpan semua perkataan
Dara
suci menangis dalam kabut jiwa
Waktupun
berlalu seiring ucap kata terakhir
Cinta
terabaikan ketika kesenangan diraih
Namun
kesucian tetaplah tegar dihati bahagia
Dalam
rumah keberuntungan dihadapkan pada
Para
pemuja berhala sejagad
Nafsu
dan pikiran menerawangi
Lembah-lembah
hitam
Ada
setitik cahaya putih diantara hitam
Itulah
kesucian ditengah kemungkaran
Begitu
anggun dalam cawan kasih
Menaburkan
aroma bunga
Ketika
mawar itu tumbuh seiring jiwa mengakar
Dalam
kesatuan cinta abadi
Dalam
wajah cintamu
Relakan
hati bicara
Dalam
damai yang terus berlalu
Merebut
hati yang ingkar
Agar
dapat kembali
Menjalani
hidup penuh makna
Kehidupan
cinta dihati nan suci
Dedicated to putri
Popoen Atjeh
12 nov 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar