BAB III
PEMAKAMAN
TANGISAN
YANG TERAKHIR
Bila
waktuku telah tiba
Aku
ingin selalu melihatmu tersenyum
Teman
sejatimu hanyalah nafasmu
Didalam
tabir yang telah menemukanmu
Kau
telah sampaikan betapa mimpi indah telah hadir dalam bilik penantianmu
Bayangmu
seakan-akan telah menjadi suatu jejak langkah yang tertahan oleh amarahmu
Hanya
untuk dirimu dalam setiap roman yang tertulis oleh pujangga
Apabila
sayap sayap cintamu telah terbentang luas
Jika
semarak malam telah pudar
Kau
menemukan kasihmu
Disuatu
mata air yang menggenangi rumah penginapan terakhir
Nafas
tak lagi menyatu
Hanya
cinta yang tertinggal oleh sang waktu yang telah memanggilmu kembali
Dalam
bayang bayang gelap diudara yang pengap
Pecinta
mengalirkan cawan keriangan sesaat
Ketika
kekasihnya yang molek membunuh jiwanya
Hanya
cinta darinya yang kauharapkan bisa membantumu untuk memohon ampunan
Bertabur
berbagai macam pucuk bunga
Mawar,
Melati, Kenanga
Untuk
mengharumi udara yang begitu pengap didalam kegelapan
Dedicated For Love Jan 2007
15 maret
2007
Popoen Atjeh
HAKIKAT
CINTA
Bangunkan
cintamu yang hilang didasar laut
Agar
kau terimakan cintanya
Apa
sebenarnya penantian hidupmu itu
Bila
malam tiba kau selalu sepi dalam bulan tangisanmu
Meratapi
apa arti kisah ini
Semuanya
tertulis dalam benakmu
Mengapa
selalu seperti ini keadaannya
Apakah
tidak ada lagi arti cinta itu?
Hingga
semua saling menyalahi
Menghancurkan
jiwa-jiwa
Apakah
hanya ini yang bisa kau perbuat?
Melukai
hatinya dengan kebencian
Yang
telah meninggalkan cinta
Untuk
berkhutbah dihadapan kesenangan
Memuji
segala kebencian
Hingga
tiada lagi kebajikan yang dititipkan
Semua
hanya memelihara nafsu
Di
dalam istana cinta yang hilang
Belenggu
timah panas telah menahan
Rasa
cinta untuk kembali memperjuangkan
Kearifan
yang murni
Kembalikan
kesempurnaan untuk menjadi kisah-kisah
yang dinyanyikan para dewi cinta
Dikala
malam tiba menjemput impianmu
12 september 2007
15:32 PM
By: popoen atjeh
PESAN
DARI SURGA
Ketika
malam tiba sejuk menyapa
Rindang
pohon menghantui jalanmu
Angin
dingin menyelubungi
Kabut
bertebaran di sudut ruang
Berlalu
bersama debu
Satu
sosok hidup dalam benakmu
Selalu
mengucapkan maaf
Entah
kepada siapa gerangan maaf itu
Dalam
pencarianmu kau temui
Mimpi
mimpi yang selalu menyertai
Angin
darimana datangnya
Wujud
hanya dalam mimpi
Selalu
mencoba menyampaikan pesannya
Senandung
cinta yang dititipkan
Karena
mawar telah pergi
Meninggalkan
jubahnya untuk kekasih abadi
Cintanya
akan tetap bersama yang di tinggalkan
Walaupun
terpisahkan ruang dan waktu
Namun
cinta akan tetap menunggu
Sampai
tiba waktunya untuk bertemu
Dedicate to dear love
14 jan 2005
SINGGASANA
CINTA
Bila
bicaraku tak pantas bagi bibirmu
Andai
bicaraku hanya membuatmu menangis
Maka
ambillah batu besar, lalu remukkan mulutku!
Dunia
semarak dengan dedaunan dan bunga mawar nan cantik!
Bahagia
tak dapat diraih, malang tak terabaikan
Dalam
keheningan penantian
Perasaan
kehilangan sosok yang menjadi pelindung
Singgasana
yang telah lama ditinggalkan
Segala
kekuasaan terbuang
Malang
melintang
Dalam
keremangan ditemani duka
Menanti
pagi yang tak kunjung menyapa
Satu
sosok hadir dalam benakmu
Tuk
menghampiri hati yang sedih
Mengenakan
pakaian keindahan
Melantunkan
nyanyian impian cinta
Segala
kesedihan berlayar menghampiri
Istana
cinta seribu tahun yang lalu
Bidadari
cinta menawarkan anggur cinta
Dalam
cawan-cawan kasihnya sang dewi
Peri
telah kembali dari perjalanan panjang
Mencari
permata hati samudera
Yang
telah kembali setelah lama menghilang
Popoen Atjeh
September 21, 2007
BUNGAKU
Bungaku…
Bungaku hilang entah kemana ditelan angin
Kucoba mencari dimana beradanya
Tapi tak pernah kutemukan
Bungaku terbang kedalam hutan
Dimana terdapat telaga pencerahan
Tempat dimana bunga-bunga bersedih
Mencari perlindungan dan mencari pencerahan hati
Bertanya pada kumbang
Ini wajah…
Penuh duka siapa punya
Ini wajah…
Penuh luka siapa gerangan pemiliknya
Luruh jauh rindang pepohonan
Menyayat ke palung hati
Malang melintang
Pengorbanan mahkota dewi cinta
Dialah sang bunga jeumpa
Putih warnanya harum wanginya
Lambang kesucian
Dialah sang bunga seulanga
Kuning kehijauan pertanda keaslian
Mencari kesempurnaan dalam bingkai
Keindahan penuh arti
Tak ingin dia dilupakan
Tak ingin dia disakiti
Hanya setitik air hujan
Yang dapat menyembuhkan hatinya
Dari keterpurukan hidup terus menuntut
Dalam kesempurnaan hatinya
Popoen Atjeh
5 Oct 2005
DIANTARA BATAS-BATAS WAKTU
Setiap mata yang terpejam
Dan hati yang tertutup
Waktu berjalan tertuang
Dalam keheningan
Mencari cinta yang tak pernah hilang
Dalam belaian buaian kasihnya
Singgasana kecantikan digelar
Tempat bertemunya sepasang mutiara cinta
Kasih itu telah memudar dalam keheningan
Tanpa suara tanpa kata
Sendiri terpuruk dalam kesepian hati
Setiap cinta yang dimiliki
Hanyalah sekeping dari setiap kebahagiaan
Istana keindahan yang dibangun
Dari putik-putik bunga ditaman
Pucuk-pcuknya layu mengartikan
Cinta yang tak pernah kembali
Hilang dan tak bertepi
Disepanjang jalan
Telah terbisaa terpanggil namanya untuk kembali
Dalam belaian ibunda
Tangisan ibunda tertutup debu
Yang selalu bertebaran disudut rumah
Jaring laba-laba menghiasi
Setiap sudut ruang dalam gelap mimpiku
Sepi menangis
Terperanjat sepi dalam hati
Sendiri dalam lamunan
Kenangan terindah masa lalu
Terdiam kucari diri ini
Hanya ada dalam mata hati
Luka lama terdiam saja disitu
Dan akan kita bawa semua kebahagiaan
Kedalam istana cinta penuh kasih
Putih dalam belaian kasih bunda
Juli 2006
DIANTARA
KESUNYIAN
SENJA
Sunyi sepi tersendiri dalam ruang dan
waktu
Kadang menyapa kadang tenggelam
Namun norma itu tetap terjaga
Sang fajar menemukan jati dirinya
kembali
Dalam kesunyian senja
Dara manis terduduk dalam sepi
Menangis
Tangisan hanya dia yang tau
Tertawa bahagia
Kebahagiaan hanya dia yang tau
Dalam kesunyian lembah buangan
Dara manis terdiam terpaku
Dan terpuruk dalam sudut ruang dan waktu
Menanti dirinya yang tak pernah kembali
hanya segenap cinta yang dimilikinya
untuk mununggu pagi
dalam kehangatan selimut diri
hatinya mencari sesuatu cinta
cinta yang tak pernah dapat untuk
kembali
dalam pencarian kebahagiaan
kesenangan datang menyapa
menawarkan air suci para bidadari
bidadari yang telah terusir dari
kayangan
karena tak pernah bisa menjaga
mahkota dewinya
dalam kesunyian senja
diantara puing puing kota yang telah
mati
dia datang untuk mencari air kehidupan
namun yang ditemuinya hanyalah
air racun jingga yang ditawarkan dewi
penghuni neraka
menawarkan api dalam cawan cawan
cintanya
segala daya telah dilakukan untuk
mengusir keinginan
namun kesenangan terus mengejarnya
dara suci yang hampir terpengaruhi nafsu
duniawi
diselamatkan sang bidadari cinta yang
menawarkan air suci
dari kayangan agar putri bisa menjaga
dirinya
dari pengaruh kesenangan
untuk selalu menunggu kearifan yang akan
datang menyapa dara suci putri cinta
aku menunggumu dan terus menunggu pagiku
tiba
created by :
popoen atjeh
june 2006
KESUNYIAN
HATI
Bila
hati tak lagi menyatu
Dan
jiwa telah pergi
Buatlah
satu ruang dibawah debu
Debu
bertebaran dirumah ketika ibu pergi
Senja
datang
Tangisan
tak lagi terdengar
Hanya
setetes kasih sayang tersisa dalam luka
Yang
tak pernah terobati
Mencoba
mencari arti hadirmu disisiku
Bulanku
terbang jauh tak lagi dapat dicari kemana
Hanya
mawar hitam tertutupi duri tajam menyayat hati
Lembaran
sutra merah
Menjelajah
dalam sisi ruang tidurku
Penuh
dengan usapan Debu debu
Kusapa
hadirmu disini
Dalam
belaian matahariku
Pagi
tenggelam dalam temaram malam
Segala
pujian tinggalah hati
Putri
kecil terbuang dalam lembah kehinaan
Menerima
segala manisnya sanjung puji
Hanyalah
cacimaki
Lembut
malam meresapi ruang ruang waktu
Saat
pagi tiba
Segalanya
telah musnah
Terbakar
api dalam jiwa
Yang
terdalam
Created by
Popoen Atjeh 2006
PEMAKAMAN
(SEBUAH DOA KEBAIKAN)
Kami
yang telah berlalu bersama angin laut
Hanya
bisa memberi sedikit nasehat
Jangan
pula kami ditangisi
Karena
kami tak pernah menangis
Hanya
sedikit pesanyang bisa kami sampaikan
Betapa
indah alunan nada-nada dari suara hati
Doa-doa
yang kamu kirimkan untuk kami
Sebagai
penghargaan atas jiwa kami
Kami
merasa bahagia sekali
Kami
selalu ada yang mengingat
Sudah
kehendak yang maha kuasa kami dipanggil
Walaupun
kamu tidak bisa menerima
Tak
bisa berfikir dan akan menjadi gila
Bila
terus memikirkan bencana ini
Tapi
kami bahagia
Karena
tuhan telah menunjukkan jalannya
Tuhan
tak pernah ingin umat-umatnya
Terbawa
oleh dosa-dosa
Kami
bersedih tapi tidak menangis
Kami
harap kamupun begitu
Popoen Atjeh
04-10-2005
PENANTIAN
HIDUP
Malam
melintang
Sang
fajar datang menyapaku
Aku
terpaku
Terduduk
diam dalam sepiku
Hembusan
angin datang
diikuti
bergejolaknya tanah bergetar
laut
bagaikan memecah
ingin
menenggelamkan prahara
aku
hanya terdiam sambil berucap doa
dalam
perjuanganku menghadapi ombak itu
aku
selalu teringat pada sang penciptaku
bagaimana
aku pergi menghadapmu
sedangkan
amalku tidak ada
hanya
doa ini yang bisa kuucapkan pada tuhanku
jangan
dulu aku dipanggil disaat amalku tidak ada
tapi
hanya kepada tuhanlah aku menyerahkan seluruh jiwa ragaku
bila
tiba waktuku kuingin tak ada seorangpun yang menangisi kepergianku
tapi
tuhanku berkata lain
telah
diberikannya secercah harapan agar aku tetap hidup
dan
mau bersyukur kepada tuhanku
karena
dia telah memberiku umur
satu
hari lagi
dedicated to azizah
popoen atjeh
20-09-2005
PREMONITION
Penantian
malam tak seberapa lamanya
Namun
hujan tak turun juga
Pesisir
redup tanpa cahaya
Aku
tidak akan memberikan kesempatan padanya
Si
pemuja rahasia untuk mengungkap rahasia hati
Melukiskan
ketidaknyamanan dalam kedamaian
Perjalan
panjang berliku-liku
Dalam
setiap keremangan senja
Aku
masih bisa melihat tangan-tangan itu
Masih
berusaha meraih ragaku
Untuk
membawaku ketempatan
Penantian
menunggu terlepasnya
Cengkeraman
dewa laut
Menenggelamkan
jiwa-jiwa tak berdosa
Tanpa
mengetahui apa sebabnya
Jiwanya
dirampas
Tersiksa
dalam sekapan
Disudut
suatu ruang penuh bercak darah
Bertanya
dalam hati apakah ini akhir hayatku
Tidak!
Karena kuasa tuhan masih menyertai
Mendengar
setiap keluhan umatnya
Setelah
sekian lamanya tersiksa
Akhirnya
kuberlari dan terus berlari
Menjauhi
kebiadaban ini
Hinggaku
merasa nyaman kembali
Popoen Atjeh
09-12-2004
DESTINY
Ketika
tangan-tangan kasar itu
Mencoba
meraihku
Ketika
emosi bercampur dengan nafsu
Aku
masih dapat merasakan semua kesedihan
Yang
ditumpahkan para korban penculikan
Ketika
semua itu tidak lagi ditakuti
Semua
sanggup untuk berjalan diatas ketakutan
Rasa
takut akan penganiayaan
Lalu
semua berakhir dan pembangunan kembali berjalan
Hingga
kota yang dulu hampir mati bisa kembali maju
Keindahan
yang ditawarkan dimana-mana
Semua
karunia yang telah membutakan hati dan jiwa
Semua
kesenangan tersebar luas
Disudut-sudut
kota
Mereka
tidak memikirkan nurani lagi
Semua
berjalan semaunya
Tak
mau melihat orang lain yang kesusahan
Apa
sebenarnya yang terjadi?
Setelah
konflik yang terjadi setahun lamanya
Lalu
kesenangan berjalan setahun kemudian
Hanya
kesedihan selama setahun
Yang
dapat mengembalikan jati diri
Agar
kembali mempunyai hati nurani
Sopan
santun yang harus dijaga
Sebelum
semua hilang
Karena
keserakahan
Popoen Atjeh
24-12-2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar