Senin, 09 September 2013

BAB III PEMAKAMAN



BAB III
PEMAKAMAN

TANGISAN YANG TERAKHIR

Bila waktuku telah tiba
Aku ingin selalu melihatmu tersenyum
Teman sejatimu hanyalah nafasmu
Didalam tabir yang telah menemukanmu
Kau telah sampaikan betapa mimpi indah telah hadir dalam bilik penantianmu
Bayangmu seakan-akan telah menjadi suatu jejak langkah yang tertahan oleh amarahmu
Hanya untuk dirimu dalam setiap roman yang tertulis oleh pujangga
Apabila sayap sayap cintamu telah terbentang luas
Jika semarak malam telah pudar
Kau menemukan kasihmu
Disuatu mata air yang menggenangi rumah penginapan terakhir
Nafas tak lagi menyatu
Hanya cinta yang tertinggal oleh sang waktu yang telah memanggilmu kembali
Dalam bayang bayang gelap diudara yang pengap
Pecinta mengalirkan cawan keriangan sesaat
Ketika kekasihnya yang molek membunuh jiwanya
Hanya cinta darinya yang kauharapkan bisa membantumu untuk memohon ampunan
Bertabur berbagai macam pucuk bunga
Mawar, Melati, Kenanga
Untuk mengharumi udara yang begitu pengap didalam kegelapan
Dedicated For Love Jan 2007                
15 maret  2007
Popoen Atjeh

HAKIKAT CINTA

Bangunkan cintamu yang hilang didasar laut
Agar kau terimakan cintanya
Apa sebenarnya penantian hidupmu itu
Bila malam tiba kau selalu sepi dalam bulan tangisanmu
Meratapi apa arti kisah ini
Semuanya tertulis dalam benakmu
Mengapa selalu seperti ini keadaannya
Apakah tidak ada lagi arti cinta itu?
Hingga semua saling menyalahi
Menghancurkan jiwa-jiwa
Apakah hanya ini yang bisa kau perbuat?
Melukai hatinya dengan kebencian
Yang telah meninggalkan cinta
Untuk berkhutbah dihadapan kesenangan
Memuji segala kebencian
Hingga tiada lagi kebajikan yang dititipkan
Semua hanya memelihara nafsu
Di dalam istana cinta yang hilang
Belenggu timah panas telah menahan
Rasa cinta untuk kembali memperjuangkan
Kearifan yang murni
Kembalikan kesempurnaan untuk  menjadi kisah-kisah yang dinyanyikan para dewi cinta
Dikala malam tiba menjemput impianmu

12 september 2007
15:32 PM
By: popoen atjeh





PESAN DARI SURGA

Ketika malam tiba sejuk menyapa
Rindang pohon menghantui jalanmu
Angin dingin menyelubungi
Kabut bertebaran di sudut ruang
Berlalu bersama debu
Satu sosok hidup dalam benakmu
Selalu mengucapkan maaf
Entah kepada siapa gerangan maaf itu
Dalam pencarianmu kau temui
Mimpi mimpi yang selalu menyertai
Angin darimana datangnya
Wujud hanya dalam mimpi
Selalu mencoba menyampaikan pesannya
Senandung cinta yang dititipkan
Karena mawar telah pergi
Meninggalkan jubahnya untuk kekasih abadi
Cintanya akan tetap bersama yang di tinggalkan
Walaupun terpisahkan ruang dan waktu
Namun cinta akan tetap menunggu
Sampai tiba waktunya untuk bertemu

Dedicate to dear love
14 jan 2005
 
SINGGASANA CINTA

Bila bicaraku tak pantas bagi bibirmu
Andai bicaraku hanya membuatmu menangis
Maka ambillah batu besar, lalu remukkan mulutku!
Dunia semarak dengan dedaunan dan bunga mawar nan cantik!
Bahagia tak dapat diraih, malang tak terabaikan
Dalam keheningan penantian
Perasaan kehilangan sosok yang menjadi pelindung
Singgasana yang telah lama ditinggalkan
Segala kekuasaan terbuang
Malang melintang
Dalam keremangan ditemani duka
Menanti pagi yang tak kunjung menyapa
Satu sosok hadir dalam benakmu
Tuk menghampiri hati yang sedih
Mengenakan pakaian keindahan
Melantunkan nyanyian impian cinta
Segala kesedihan berlayar menghampiri
Istana cinta seribu tahun yang lalu
Bidadari cinta menawarkan anggur cinta
Dalam cawan-cawan kasihnya sang dewi
Peri telah kembali dari perjalanan panjang
Mencari permata hati samudera
Yang telah kembali setelah lama menghilang
Popoen Atjeh
September 21, 2007


BUNGAKU

Bungaku…
Bungaku hilang entah kemana ditelan angin
Kucoba mencari dimana beradanya
Tapi tak pernah kutemukan
Bungaku terbang kedalam hutan
Dimana terdapat telaga pencerahan
Tempat dimana bunga-bunga bersedih
Mencari perlindungan dan mencari pencerahan hati
Bertanya pada kumbang
Ini wajah…
Penuh duka siapa punya
Ini wajah…
Penuh luka siapa gerangan pemiliknya
Luruh jauh rindang pepohonan
Menyayat ke palung hati
Malang melintang
Pengorbanan mahkota dewi cinta
Dialah sang bunga jeumpa
Putih warnanya harum wanginya
Lambang kesucian
Dialah sang bunga seulanga
Kuning kehijauan pertanda keaslian
Mencari kesempurnaan dalam bingkai
Keindahan penuh arti
Tak ingin dia dilupakan
Tak ingin dia disakiti
Hanya setitik air hujan
Yang dapat menyembuhkan hatinya
Dari keterpurukan hidup terus menuntut
Dalam kesempurnaan hatinya

Popoen Atjeh
5 Oct 2005
DIANTARA BATAS-BATAS WAKTU

Setiap mata yang terpejam
Dan hati yang tertutup
Waktu berjalan tertuang
Dalam keheningan
Mencari cinta yang tak pernah hilang
Dalam belaian buaian kasihnya
Singgasana kecantikan digelar
Tempat bertemunya sepasang mutiara cinta
Kasih itu telah memudar dalam keheningan
Tanpa suara tanpa kata
Sendiri terpuruk dalam kesepian hati
Setiap cinta yang dimiliki
Hanyalah sekeping dari setiap kebahagiaan
Istana keindahan yang dibangun
Dari putik-putik bunga ditaman
Pucuk-pcuknya layu mengartikan
Cinta yang tak pernah kembali
Hilang dan tak bertepi
Disepanjang jalan
Telah terbisaa terpanggil namanya untuk kembali
Dalam belaian ibunda
Tangisan ibunda tertutup debu
Yang selalu bertebaran disudut rumah
Jaring laba-laba menghiasi
Setiap sudut ruang dalam gelap mimpiku
Sepi menangis
Terperanjat sepi dalam hati
Sendiri dalam lamunan
Kenangan terindah masa lalu
Terdiam kucari diri ini
Hanya ada dalam mata hati
Luka lama terdiam saja disitu
Dan akan kita bawa semua kebahagiaan
Kedalam istana cinta penuh kasih
Putih dalam belaian kasih bunda

Juli 2006

DIANTARA KESUNYIAN
SENJA

Sunyi sepi tersendiri dalam ruang dan waktu
Kadang menyapa kadang tenggelam
Namun norma itu tetap terjaga
Sang fajar menemukan jati dirinya kembali
Dalam kesunyian senja
Dara manis terduduk dalam sepi
Menangis
Tangisan hanya dia yang tau
Tertawa bahagia
Kebahagiaan hanya dia yang tau
Dalam kesunyian lembah buangan
Dara manis terdiam terpaku
Dan terpuruk dalam sudut ruang dan waktu
Menanti dirinya yang tak pernah kembali
hanya segenap cinta yang dimilikinya
untuk mununggu pagi
dalam kehangatan selimut diri
hatinya mencari sesuatu cinta
cinta yang tak pernah dapat untuk kembali
dalam pencarian kebahagiaan
kesenangan datang menyapa
menawarkan air suci para bidadari
bidadari yang telah terusir dari kayangan
karena tak pernah bisa menjaga
mahkota dewinya
dalam kesunyian senja
diantara puing puing kota yang telah mati
dia datang untuk mencari air kehidupan
namun yang ditemuinya hanyalah
air racun jingga yang ditawarkan dewi penghuni neraka
menawarkan api dalam cawan cawan cintanya
segala daya telah dilakukan untuk mengusir keinginan
namun kesenangan terus mengejarnya
dara suci yang hampir terpengaruhi nafsu duniawi
diselamatkan sang bidadari cinta yang menawarkan air suci
dari kayangan agar putri bisa menjaga dirinya
dari pengaruh kesenangan
untuk selalu menunggu kearifan yang akan datang menyapa dara suci putri cinta
aku menunggumu dan terus menunggu pagiku tiba
created by :
popoen atjeh
june 2006

KESUNYIAN HATI

Bila hati tak lagi menyatu
Dan jiwa telah pergi
Buatlah satu ruang dibawah debu
Debu bertebaran dirumah ketika ibu pergi
Senja datang
Tangisan tak lagi terdengar
Hanya setetes kasih sayang tersisa dalam luka
Yang tak pernah terobati
Mencoba mencari arti hadirmu disisiku
Bulanku terbang jauh tak lagi dapat dicari kemana
Hanya mawar hitam tertutupi duri tajam menyayat hati
Lembaran sutra merah
Menjelajah dalam sisi ruang tidurku
Penuh dengan usapan Debu debu
Kusapa hadirmu disini
Dalam belaian matahariku
Pagi tenggelam dalam temaram malam
Segala pujian tinggalah hati
Putri kecil terbuang dalam lembah kehinaan
Menerima segala manisnya sanjung puji
Hanyalah cacimaki
Lembut malam meresapi ruang ruang waktu
Saat pagi tiba
Segalanya telah musnah
Terbakar api dalam jiwa
Yang terdalam
Created by
Popoen Atjeh 2006





PEMAKAMAN (SEBUAH DOA KEBAIKAN)

Kami yang telah berlalu bersama angin laut
Hanya bisa memberi sedikit nasehat
Jangan pula kami ditangisi
Karena kami tak pernah menangis
Hanya sedikit pesanyang bisa kami sampaikan
Betapa indah alunan nada-nada dari suara hati
Doa-doa yang kamu kirimkan untuk kami
Sebagai penghargaan atas jiwa kami
Kami merasa bahagia sekali
Kami selalu ada yang mengingat
Sudah kehendak yang maha kuasa kami dipanggil
Walaupun kamu tidak bisa menerima
Tak bisa berfikir dan akan menjadi gila
Bila terus memikirkan bencana ini
Tapi kami bahagia
Karena tuhan telah menunjukkan jalannya
Tuhan tak pernah ingin umat-umatnya
Terbawa oleh dosa-dosa
Kami bersedih tapi tidak menangis
Kami harap kamupun begitu
Popoen Atjeh
04-10-2005











PENANTIAN HIDUP

Malam melintang
Sang fajar datang menyapaku
Aku terpaku
Terduduk diam dalam sepiku
Hembusan angin datang
diikuti bergejolaknya tanah bergetar
laut bagaikan memecah
ingin menenggelamkan prahara
aku hanya terdiam sambil berucap doa
dalam perjuanganku menghadapi ombak itu
aku selalu teringat pada sang penciptaku
bagaimana aku pergi menghadapmu
sedangkan amalku tidak ada
hanya doa ini yang bisa kuucapkan pada tuhanku
jangan dulu aku dipanggil disaat amalku tidak ada
tapi hanya kepada tuhanlah aku menyerahkan seluruh jiwa ragaku
bila tiba waktuku kuingin tak ada seorangpun yang menangisi kepergianku
tapi tuhanku berkata lain
telah diberikannya secercah harapan agar aku tetap hidup
dan mau bersyukur kepada tuhanku
karena dia telah memberiku umur
satu hari lagi
dedicated to azizah
popoen atjeh
20-09-2005








PREMONITION

Penantian malam tak seberapa lamanya
Namun hujan tak turun juga
Pesisir redup tanpa cahaya
Aku tidak akan memberikan kesempatan padanya
Si pemuja rahasia untuk mengungkap rahasia hati
Melukiskan ketidaknyamanan dalam kedamaian
Perjalan panjang berliku-liku
Dalam setiap keremangan senja
Aku masih bisa melihat tangan-tangan itu
Masih berusaha meraih ragaku
Untuk membawaku ketempatan
Penantian menunggu terlepasnya
Cengkeraman dewa laut
Menenggelamkan jiwa-jiwa tak berdosa
Tanpa mengetahui apa sebabnya
Jiwanya dirampas
Tersiksa dalam sekapan
Disudut suatu ruang penuh bercak darah
Bertanya dalam hati apakah ini akhir hayatku
Tidak! Karena kuasa tuhan masih menyertai
Mendengar setiap keluhan umatnya
Setelah sekian lamanya tersiksa
Akhirnya kuberlari dan terus berlari
Menjauhi kebiadaban ini
Hinggaku merasa nyaman kembali
Popoen Atjeh
09-12-2004






DESTINY

Ketika tangan-tangan kasar itu
Mencoba meraihku
Ketika emosi bercampur dengan nafsu
Aku masih dapat merasakan semua kesedihan
Yang ditumpahkan para korban penculikan
Ketika semua itu tidak lagi ditakuti
Semua sanggup untuk berjalan diatas ketakutan
Rasa takut akan penganiayaan
Lalu semua berakhir dan pembangunan kembali berjalan
Hingga kota yang dulu hampir mati bisa kembali maju
Keindahan yang ditawarkan dimana-mana
Semua karunia yang telah membutakan hati dan jiwa
Semua kesenangan tersebar luas
Disudut-sudut kota
Mereka tidak memikirkan nurani lagi
Semua berjalan semaunya
Tak mau melihat orang lain yang kesusahan
Apa sebenarnya yang terjadi?
Setelah konflik yang terjadi setahun lamanya
Lalu kesenangan berjalan setahun kemudian
Hanya kesedihan selama setahun
Yang dapat mengembalikan jati diri
Agar kembali mempunyai hati nurani
Sopan santun yang harus dijaga
Sebelum semua hilang
Karena keserakahan
Popoen Atjeh
24-12-2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar