SPIRITUALITAS
SANG SENJA
Hatiku
pergi mencari kasihmu
Dalam
lautan hati penuh cinta
Selubung
kabut dari sebuah penderitaan yang besar
Mengotori
roman muka yang cerah dari paras jelitanya
Noda-noda
luka menghiasi tubuh lemah gemulai
Laksana
sebuah petikkan biola
Nada-nada
kasih yang tertuang dalam alunan
Suara
para penari
Menebarkan
harum bunga kenanga
Dalam
cawan cintamu
Bila
hati kembali
Hanya
wajah gelisah yang tahu
Betapa
harapan itu datang
Menciptakan
suasana angin damai
Dalam
kesejukan salju
Dipuncak
bukit melati
Kala
senja datang menyapaku
Seiring
derap langkahku
Yang
terbuaikan nyanyian impian sang dewi
Ratu
dihatiku
Popoen Atjeh
23-Mar-1997
SPIRITUALITAS
CINTA KASIH
Cinta…
Ada
disuatu sudut sisi ruang dan waktu
Dimana
sepasang insan terbuai didalamnya
Mimpi-mimpi
indah kadang membayangi
Segala
jalan dalam keremangan senja
Cinta
adalah keluh yang mengepul jadi asap
Dan
api akan timbul kala asap telah menguap habis
Harum
mawar tetaplah harum mawar
Seandainya
mawar bersalin rupa dengan nama lain
Ia
tetap berdiri sempurna dan harum
Tanpa
harus bernama mawar
Kuntum
kasih yang tumbuh
Hendaknya
menjadi bunga yang bermekaran indah
Disaat
kita berjumpa kembali
Agar
ada kemurahan hati disana
Kuntum
cinta ini terus menerus dituangkan
Kedalam
cawan hatimu
Seribu
kali gelap mengerubuti kini
Cahayanya
telam padam
Cinta
menjemput kasih
Seperti
murid pulang kerumah
Tapi
berpisah ketika pergi
Begitulah
cinta yang selalu mengejar kasih
Popoen Atjeh
10-jan-2000
KETIKA
PERTEMUAN KEMBALI
Disaat
fajar datang menyapa
Angin
bertiup ketimur
Burung-burung
dara berterbangan ketanah tinggi
Lalu
tanah berguncang, bergetar
Meratakan
seluruh tanah
Air
laut menggumpal dan menyapu seluruh tanah
Penyucian
jiwa kembali
Sosok
dara kehilangan keluarganya
Sosok
ibu mencari sanak saudaranya
Ketika
air bah itu menyapa
Masing-masing
telah kehilangan arah
Tak
tahu kemana harus mencari
Hingga
senja dan hari berganti
Diantara
puing-puing kehancuran kota
Sang
dara bertemu ibunda
Memluknya
dengan penuh haru
Dan
menangis karena hanya mereka
Berdualah
dalam keluarganya yang selamat dari ganasnya hari
Burung-burung
merpati menghampiri
Mereka
bagaikan bidadari yang menyejukkan hati dan jiwa
Mereka-mereka
yang ditinggalkan cinta
Kasih
tetap abadi dalam doa kepada ilahi
Berdoa
atas keridhaan, menerima dengan sabar dan ikhlas
Kehilangan
atas bencana tanah ini
Tangisan
kesedihan memaknai hati yang cerah
Awan-awan
menyapa
Matahari
bersinar menyinari tanahku yang kucintai
Selamanya
Popoen Atjeh
17-11-2005
SPIRITUALITAS
HARI
Hari
ini aku begitu bahagianya
Melihat
disana-sini
Jiwa-jiwa
bahagia yang akan
Mengunjungi
istana Ilahi
Menunaikan
perintahnya
Rintik
hujan menyapa keharuan
Laksana
bunga merah yang memutih kasihnya
Laksana
bintang di surga bidadari turun kebumi
Untuk
menyapa diri-diri yang berserah jiwa raga
Pada
perintah Ilahi
Kumandang
Doa terucapkan
Yang
tenang sabar dan ikhlas
Hari
ini adalah esok dari hari kemarin
Putri-putri
sang laut marah dengan kelakuan
Naif
perempuan ditanah ini
Yang
tak pernah bisa memahami kebijakan Ilahi
Hingga
menggetarnya tanah ini
Air
laut melaju ke darat tidak seperti bisaanya
Dengan
kekuatan penuhnya
Menyapu
seluuh daratan
Menyucikan
segala dosa-dosa maksiat
Membersihkan
kembali tanah serambi mekkah
Dari
segala tipuan perbuatan dosa
Banyak
jiwa-jiwa kehilangan
Hanya
hari yang berbicara
Dan
esok telah tiba
Hari
ini…
Segala
dosa diampunkan
Hanya
dengan menyebut nama ilahi
Mereka
masing-masing mencari keluarganya
Di
reruntuhan-reruntuhan kota mati akibat bencana
Kesedihan
ini terus berlanjut
Hingga
setahun kedepan
Hari-hari
yang akan kita lewati
Hendaknya
diisi dengan Doa-doa
Kepada
para pendahulu kita
Yang
telah pergi untuk selamanya
Dalam
ganasnya hari kemarin
Menghitung
hari kemarin, kini dan esok
Haruslah
selalu lebih baik lagi
Popoen Atjeh
18-11-2005
DIANTARA
PUING-PUING
Diantara
puing-puing
Satu
sosok dewi kecil menangis
Sebuah
besi tajam menancap dikeningnya
Tertinggal
sepi diantara reruntuhan ganasnya kehancuran
Diantara
puing-puing
Sosok
mutiara kecil terpenjara
Didalam
sudut rumah yang hancur
Porak
poranda akibat bencana
Diantara
puing-puing
Sosok
seorang ayah tengah mencari keluarganya
Hanya
seorang remaja putri anaknya yang berhasil
Dia
ketemukan dalam keadaan perihnya sakit
Penderitaan
akibat menahan hantaman
Sosok
gadis yang tak mampu untuk bertahan lama
Meninggalkan
cinta abadi untuk sang ayah
Dari
balik cahaya surga
Diantara
puing-puing
Seorang
ibu menangis
Terus
mencari pujaan hatinya
Mutiara
hati yang sedang meregang nyawa
Tangisan
kesedihan terus menetes
Dari
mata sang bunda yang berseri
Diantara
puing-puing
Sosok
gaids berjalan tertatih-tatih
Sebuah
goresan luka terukir
Diwajah
ayu dalam seraut pipi indahnya
Sebuah
tusukan benda tajam mengenai dadanya
Begitu
dekat dengan jantungnya
Diantara
puing-puing
Umat
manusia berdoa
Tak
mampu berpikir lagi
Terombang-ambing
oleh kegelisahan
Berucap
doa kehadirat Ilahi
Mengucap
syukur bahwasanya
Jiwanya
masih terselamatkan oleh tangan penuh kasih
Malaikat-malaikat
penolong yang senantiasa
Menolong
dalam segala suka dan duka
Popoen Atjeh
07-11-2005
DIANTARA
PINTU-PINTU
Diantara
pintu-pintu
Ada
pintu pertama terbuka
Kulihat
seorang gadis menangis
Ketika
dirinya tahu ia sendirian
Tak
lagi punya saudara
Kubuka
pintu berwarna putih
Sosok
bidadari kecil
Menggendong
boneka pujaan hati
Menangis…
Tidak
ada keluarga menemani
Kubuka
pintu selanjutnya berwarna merah
Begitu
pedih terlihat
Kekejaman
pengukir prahara
Menebar
kekejian dimana-mana
Lalu
pintu yang berwarna biru kubuka
Gulungan
ombak menyapa
Lautan
seperti naga yang akan mengeluarkan nyala api
Yang
akan membakar amarah
Jika
kau terus pandangi langit nan tinggi diangkasa
Maka
tidak akan ada habisnya segala dendam didunia
Pintu
berwarna hitam terdobrak
Kabut
hitam terus datang menyapa tanah ini
Tanpa
mengetahui apa gerangan terjadi kini
Tiba-tiba
pintu langit terbuka
Jiwa-jiwa
penasaran
Naik
kelangit untuk menuju
Ketempatan
pengadilan diri
Lalu
pintu surgawi dibuka
Para
malaikat turun
Untuk
menolong jiwa-jiwa bersih
Tuhan
memaafkan umatnya yang setia
Tuhan
menerima tobat mereka
Pintu
neraka ikut terbuka
Para
malaikat tidak dapat memaafkan para pendosa
Para
penebar nafsu yang tidak bisa menjaga diri
Semua
pintu kembali tertutup
Hanya
satu pintu terakhir yang terlihat
Didepannya
telah menunggu dara jelita yang bersedih
Atas
bencana yang dialami
Dan
hanya ingin menunggu kekasih
Pulang
kerumah di tanah tercinta
Popoen Atjeh
08-11-2005
MISTERI
CINTA
Oh
gadis…
Kau
datang menyapaku…
Hanya
sekejapan mata…
Tak
kau tinggalkan namamu
Aku
selalu bertanya siapakah gerangan dirimu sebenarnya
Namun
kau hanya diam membisu dan terpaku
Luruh
senja tiba
Kuingin
bertanya adakah kegalauan dalam hatimu
Mengapa
perbuatanmu seperti itu
Tak
menampakkan sisi dirimu
Kau
menutupi sisi baikmu
Dengan
sisi kelam ruang bathinmu
Kugenggam
erat jemarimu
Untuk
merasakan betapa indahnya hari
Namun
kau masih terdiam
Merasakan
keterhinaan atas ucapan
Yang
sebenarnya kaupun begitu
Dalam
merintis senja malam
Menunggu
fajar melintas
Kau
terduduk sepi seorang diri
Dalam
kegelapan malam ini
Tak
seorang pun menemani
Karena
kau tak mau ditemani
Dedicated to gadis tak bernama
Popoen Atjeh
22-10-2005
MISTIK
CINTA
Oh
dewi kecilku…
Saat
ini ingin rasanya kuselalu disisimu
Untuk
menjabat erat jemarimu
Merasakan
sentuhan hati nuranimu
Dengan
segenap jiwamu
Ingin
kupeluk bathinmu
Melayang
bersama jiwaku
Merasakan
hangatnya
Merindukan
hati yang telah membeku sekian lama
Namun
waktulah yang telah memisahkan
Hatimu
hatiku
Jiwamu
jiwaku
Ragaku
ragamu
Melayang
bersama indahnya kasih abadi
Yang
tak pernah hilang
Lewat
selembar kartu ucapan kutitipkan
Rasa
kasihan berduka cita
Atas
meninggalnya hatimu
Yang
selalu keras hati dan berusaha
Membenarkan
semua kesalahan
Popoen Atjeh
02-12-1999
KEMURNIAN
CINTA
Kehidupan
adalah pelacur
Yang
rela digilir-gilir oleh berbagai kesenangan
Hari
ini mencari perhatian sang pangeran
Esok
diminati si belia elok
Entah
sampai kapan kehidupan berjalan
Namun
pelacur tetaplah pelacur
Tidak
akan berubah menjadi permaisuri
Hanya
hati yang bersih dan jiwa yang tulus
Mampu
untuk tinggalkan segala ketamakan
Kehidupan
akan terus berjalan tanpa harus melacur
Tak
perlu mencari ke banyak tempat
Karena
kamu harus menjadi yang kau mau
Kamu
adalah kamu
Jadilah
diri sendiri bulatkan tekad
Untuk
meraih impian yang sebenarnya
Karena
kamu harus berjalan sesuai dijalanmu
Walaupun
perih namun demi cita-cita
Kamu
pun harus relakannya
Karena
kehidupanmu bukanlah pelacur
Tidak
akan digilir-gilir oleh kesenangan
Hanya
akan menerima kearifan
Tanpa
peduli berhasil atau tidaknya
Kamu
tetap berusaha dijalanmu
Popoen Atjeh
08-11-2007
SAMUDERA
CINTA
Siapakah
perempuan yang disana
Yang
setiap saat selalu tak berubah
Selalu
hanya melihat ke cermin
Mematung
mengagumi wajah sendiri
Apakah
dirinya yang paling cantik
Berjalan
kesana-kemari memamerkan diri
Seperti
dirinya adalah seorang putri
Namun
hasrat `tuk memiliki cinta
Tak
seperti yang ia rasakan
Tidak
segampang itu memiliki cinta
Walaupun
materi berlebih wajah yang asri
Dia
dengan ambisinya mengiyakan segala cara
Untuk
mendapatkan sang kekasih
Dia
mendapatkan sang kekasih
Dengan
seribu bahasa kepalsuan
Namun
hari ini aku melihat dia menangis
Karena
ternyata kekasih tidak dapat menyintainya
Kekasih
hanya ingin merasakan aroma wangi tubuhnya
Menyentuh
kehormatannya
Keterpurukan
oleh kekerasan hati penuh ambisi
Keterhinaan
akibat kesombongan hati
Sekarang
perempuan itu hanya menutup wajahnya dengan cadar
Malu
akan perhatian orang banyak
Karena
telah terjerumus ke lembah kehinaan
Disakiti
oleh kecintaan yang sesaat
Dibuaikan
alunan nada-nada kesenangan
Itulah
perempuan yang selalu menutup wajahnya
Dialah
simbol ketenaran yang semata
Dialah
kehidupan yang teraniaya oleh kebodohan
Dialah
kematian suatu cita-cita yang suci
|
Dedicated to Sally
Popoen Atjeh
08-11-2007
|
Dialah
Violet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar