Rabu, 13 November 2013

BAB VII SPIRITUALITAS CINTA




SPIRITUALITAS SANG SENJA

Hatiku pergi mencari kasihmu
Dalam lautan hati penuh cinta
Selubung kabut dari sebuah penderitaan yang besar
Mengotori roman muka yang cerah dari paras jelitanya
Noda-noda luka menghiasi tubuh lemah gemulai
Laksana sebuah petikkan biola
Nada-nada kasih yang tertuang dalam alunan
Suara para penari
Menebarkan harum bunga kenanga
Dalam cawan cintamu
Bila hati kembali
Hanya wajah gelisah yang tahu
Betapa harapan itu datang
Menciptakan suasana angin damai
Dalam kesejukan salju
Dipuncak bukit melati
Kala senja datang menyapaku
Seiring derap langkahku
Yang terbuaikan nyanyian impian sang dewi
Ratu dihatiku

Popoen Atjeh
23-Mar-1997







SPIRITUALITAS CINTA KASIH

Cinta…
Ada disuatu sudut sisi ruang dan waktu
Dimana sepasang insan terbuai didalamnya
Mimpi-mimpi indah kadang membayangi
Segala jalan dalam keremangan senja
Cinta adalah keluh yang mengepul jadi asap
Dan api akan timbul kala asap telah menguap habis
Harum mawar tetaplah harum mawar
Seandainya mawar bersalin rupa dengan nama lain
Ia tetap berdiri sempurna dan harum
Tanpa harus bernama mawar
Kuntum kasih yang tumbuh
Hendaknya menjadi bunga yang bermekaran indah
Disaat kita berjumpa kembali
Agar ada kemurahan hati disana
Kuntum cinta ini terus menerus dituangkan
Kedalam cawan hatimu
Seribu kali gelap mengerubuti kini
Cahayanya telam padam
Cinta menjemput kasih
Seperti murid pulang kerumah
Tapi berpisah ketika pergi
Begitulah cinta yang selalu mengejar kasih

Popoen Atjeh
10-jan-2000







KETIKA PERTEMUAN KEMBALI

Disaat fajar datang menyapa
Angin bertiup ketimur
Burung-burung dara berterbangan ketanah tinggi
Lalu tanah berguncang, bergetar
Meratakan seluruh tanah
Air laut menggumpal dan menyapu seluruh tanah
Penyucian jiwa kembali
Sosok dara kehilangan keluarganya
Sosok ibu mencari sanak saudaranya
Ketika air bah itu menyapa
Masing-masing telah kehilangan arah
Tak tahu kemana harus mencari
Hingga senja dan hari berganti
Diantara puing-puing kehancuran kota
Sang dara bertemu ibunda
Memluknya dengan penuh haru
Dan menangis karena hanya mereka
Berdualah dalam keluarganya yang selamat dari ganasnya hari
Burung-burung merpati menghampiri
Mereka bagaikan bidadari yang menyejukkan hati dan jiwa
Mereka-mereka yang ditinggalkan cinta
Kasih tetap abadi dalam doa kepada ilahi
Berdoa atas keridhaan, menerima dengan sabar dan ikhlas
Kehilangan atas bencana tanah ini
Tangisan kesedihan memaknai hati yang cerah
Awan-awan menyapa
Matahari bersinar menyinari tanahku yang kucintai
Selamanya

Popoen Atjeh
17-11-2005


SPIRITUALITAS HARI

Hari ini aku begitu bahagianya
Melihat disana-sini
Jiwa-jiwa bahagia yang akan
Mengunjungi istana Ilahi
Menunaikan perintahnya
Rintik hujan menyapa keharuan
Laksana bunga merah yang memutih kasihnya
Laksana bintang di surga bidadari turun kebumi
Untuk menyapa diri-diri yang berserah jiwa raga
Pada perintah Ilahi
Kumandang Doa terucapkan
Yang tenang sabar dan ikhlas
Hari ini adalah esok dari hari kemarin
Putri-putri sang laut marah dengan kelakuan
Naif perempuan ditanah ini
Yang tak pernah bisa memahami kebijakan Ilahi
Hingga menggetarnya tanah ini
Air laut melaju ke darat tidak seperti bisaanya
Dengan kekuatan penuhnya
Menyapu seluuh daratan
Menyucikan segala dosa-dosa maksiat
Membersihkan kembali tanah serambi mekkah
Dari segala tipuan perbuatan dosa
Banyak jiwa-jiwa kehilangan
Hanya hari yang berbicara
Dan esok telah tiba
Hari ini…
Segala dosa diampunkan
Hanya dengan menyebut nama ilahi
Mereka masing-masing mencari keluarganya
Di reruntuhan-reruntuhan kota mati akibat bencana
Kesedihan ini terus berlanjut
Hingga setahun kedepan
Hari-hari yang akan kita lewati
Hendaknya diisi dengan Doa-doa
Kepada para pendahulu kita
Yang telah pergi untuk selamanya
Dalam ganasnya hari kemarin
Menghitung hari kemarin, kini dan esok
Haruslah selalu lebih baik lagi

Popoen Atjeh
18-11-2005


























DIANTARA PUING-PUING

Diantara puing-puing
Satu sosok dewi kecil menangis
Sebuah besi tajam menancap dikeningnya
Tertinggal sepi diantara reruntuhan ganasnya kehancuran
Diantara puing-puing
Sosok mutiara kecil terpenjara
Didalam sudut rumah yang hancur
Porak poranda akibat bencana
Diantara puing-puing
Sosok seorang ayah tengah mencari keluarganya
Hanya seorang remaja putri anaknya yang berhasil
Dia ketemukan dalam keadaan perihnya sakit
Penderitaan akibat menahan hantaman
Sosok gadis yang tak mampu untuk bertahan lama
Meninggalkan cinta abadi untuk sang ayah
Dari balik cahaya surga
Diantara puing-puing
Seorang ibu menangis
Terus mencari pujaan hatinya
Mutiara hati yang sedang meregang nyawa
Tangisan kesedihan terus menetes
Dari mata sang bunda yang berseri
Diantara puing-puing
Sosok gaids berjalan tertatih-tatih
Sebuah goresan luka terukir
Diwajah ayu dalam seraut pipi indahnya
Sebuah tusukan benda tajam mengenai dadanya
Begitu dekat dengan jantungnya
Diantara puing-puing
Umat manusia berdoa
Tak mampu berpikir lagi
Terombang-ambing oleh kegelisahan
Berucap doa kehadirat Ilahi
Mengucap syukur bahwasanya
Jiwanya masih terselamatkan oleh tangan penuh kasih
Malaikat-malaikat penolong yang senantiasa
Menolong dalam segala suka dan duka

Popoen Atjeh
07-11-2005





























DIANTARA PINTU-PINTU

Diantara pintu-pintu
Ada pintu pertama terbuka
Kulihat seorang gadis menangis
Ketika dirinya tahu ia sendirian
Tak lagi punya saudara
Kubuka pintu berwarna putih
Sosok bidadari kecil
Menggendong boneka pujaan hati
Menangis…
Tidak ada keluarga menemani
Kubuka pintu selanjutnya berwarna merah
Begitu pedih terlihat
Kekejaman pengukir prahara
Menebar kekejian dimana-mana
Lalu pintu yang berwarna biru kubuka
Gulungan ombak menyapa
Lautan seperti naga yang akan mengeluarkan nyala api
Yang akan membakar amarah
Jika kau terus pandangi langit nan tinggi diangkasa
Maka tidak akan ada habisnya segala dendam didunia
Pintu berwarna hitam terdobrak
Kabut hitam terus datang menyapa tanah ini
Tanpa mengetahui apa gerangan terjadi kini
Tiba-tiba pintu langit terbuka
Jiwa-jiwa penasaran
Naik kelangit untuk menuju
Ketempatan pengadilan diri
Lalu pintu surgawi dibuka
Para malaikat turun
Untuk menolong jiwa-jiwa bersih
Tuhan memaafkan umatnya yang setia
Tuhan menerima tobat mereka
Pintu neraka ikut terbuka
Para malaikat tidak dapat memaafkan para pendosa
Para penebar nafsu yang tidak bisa menjaga diri
Semua pintu kembali tertutup
Hanya satu pintu terakhir yang terlihat
Didepannya telah menunggu dara jelita yang bersedih
Atas bencana yang dialami
Dan hanya ingin menunggu kekasih
Pulang kerumah di tanah tercinta

Popoen Atjeh
08-11-2005

























MISTERI CINTA

Oh gadis…
Kau datang menyapaku…
Hanya sekejapan mata…
Tak kau tinggalkan namamu
Aku selalu bertanya siapakah gerangan dirimu sebenarnya
Namun kau hanya diam membisu dan terpaku
Luruh senja tiba
Kuingin bertanya adakah kegalauan dalam hatimu
Mengapa perbuatanmu seperti itu
Tak menampakkan sisi dirimu
Kau menutupi sisi baikmu
Dengan sisi kelam ruang bathinmu
Kugenggam erat jemarimu
Untuk merasakan betapa indahnya hari
Namun kau masih terdiam
Merasakan keterhinaan atas ucapan
Yang sebenarnya kaupun begitu
Dalam merintis senja malam
Menunggu fajar melintas
Kau terduduk sepi seorang diri
Dalam kegelapan malam ini
Tak seorang pun menemani
Karena kau tak mau ditemani
Dedicated to gadis tak bernama
Popoen Atjeh
22-10-2005







MISTIK CINTA

Oh dewi kecilku…
Saat ini ingin rasanya kuselalu disisimu
Untuk menjabat erat jemarimu
Merasakan sentuhan hati nuranimu
Dengan segenap jiwamu
Ingin kupeluk bathinmu
Melayang bersama jiwaku
Merasakan hangatnya
Merindukan hati yang telah membeku sekian lama
Namun waktulah yang telah memisahkan
Hatimu hatiku
Jiwamu jiwaku
Ragaku ragamu
Melayang bersama indahnya kasih abadi
Yang tak pernah hilang
Lewat selembar kartu ucapan kutitipkan
Rasa kasihan berduka cita
Atas meninggalnya hatimu
Yang selalu keras hati dan berusaha
Membenarkan semua kesalahan

Popoen Atjeh
02-12-1999










KEMURNIAN CINTA

Kehidupan adalah pelacur
Yang rela digilir-gilir oleh berbagai kesenangan
Hari ini mencari perhatian sang pangeran
Esok diminati si belia elok
Entah sampai kapan kehidupan berjalan
Namun pelacur tetaplah pelacur
Tidak akan berubah menjadi permaisuri
Hanya hati yang bersih dan jiwa yang tulus
Mampu untuk tinggalkan segala ketamakan
Kehidupan akan terus berjalan tanpa harus melacur
Tak perlu mencari ke banyak tempat
Karena kamu harus menjadi yang kau mau
Kamu adalah kamu
Jadilah diri sendiri bulatkan tekad
Untuk meraih impian yang sebenarnya
Karena kamu harus berjalan sesuai dijalanmu
Walaupun perih namun demi cita-cita
Kamu pun harus relakannya
Karena kehidupanmu bukanlah pelacur
Tidak akan digilir-gilir oleh kesenangan
Hanya akan menerima kearifan
Tanpa peduli berhasil atau tidaknya
Kamu tetap berusaha dijalanmu

Popoen Atjeh
08-11-2007







SAMUDERA CINTA

Siapakah perempuan yang disana
Yang setiap saat selalu tak berubah
Selalu hanya melihat ke cermin
Mematung mengagumi wajah sendiri
Apakah dirinya yang paling cantik
Berjalan kesana-kemari memamerkan diri
Seperti dirinya adalah seorang putri
Namun hasrat `tuk memiliki cinta
Tak seperti yang ia rasakan
Tidak segampang itu memiliki cinta
Walaupun materi berlebih wajah yang asri
Dia dengan ambisinya mengiyakan segala cara
Untuk mendapatkan sang kekasih
Dia mendapatkan sang kekasih
Dengan seribu bahasa kepalsuan
Namun hari ini aku melihat dia menangis
Karena ternyata kekasih tidak dapat menyintainya
Kekasih hanya ingin merasakan aroma wangi tubuhnya
Menyentuh kehormatannya
Keterpurukan oleh kekerasan hati penuh ambisi
Keterhinaan akibat kesombongan hati
Sekarang perempuan itu hanya menutup wajahnya dengan cadar
Malu akan perhatian orang banyak
Karena telah terjerumus ke lembah kehinaan
Disakiti oleh kecintaan yang sesaat
Dibuaikan alunan nada-nada kesenangan
Itulah perempuan yang selalu menutup wajahnya
Dialah simbol ketenaran yang semata
Dialah kehidupan yang teraniaya oleh kebodohan
Dialah kematian suatu cita-cita yang suci
Dedicated to Sally
Popoen Atjeh
08-11-2007


Dialah yang menyukai warna ungu
Dialah Violet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar