KARENA
KITA
Kita
semua terlahir
Hanya
untuk menghirup udara
Dibawah
sinar matahari yang sama
Dan
karena kita berjalan dibawah sinar bulan yang sama
Menghirup
udara yang sama
Sudah
seharusnya kita semua menyembah
Pada
Maha Pencipta yang sama
Karena
kita semua sama
Walaupun
berbeda bahasa
Walaupun
berbeda ras suku bangsa
Walaupun
berbeda warna kulit
Namun
kita tetap sama-sama ciptaan Tuhan
Oleh
karenanya hanya KepadaNya kita menyembah
Dan
hanya kepada Rasulnya kita meminta pertolongan
Untuk
dapat hidup didunia dengan berjuta-juta ilmu
Yang
semua terdapat didalam kitab yang dianugerahi kepada Rasulnya
Dan
kita hanya harus percaya kepada Allah dan Rasulnya
Sebagai
utusannya
Tanpa
kita perlu mengenal rasul kepalsuan
Yang
hanya akan menghacurkan rasa cinta kita
Dan
hanya akan mengajarkan pada
Kekafiran
umat dalam kesucian ilmu
Popoen Atjeh
11-11-2007
BENDERA
PUTIH
Disini
bersamaku
Menangis
dalam kesepian
Kuingin
pergi
Kuingin
tidur
Tapi
aku tak pernah bisa tenang
Karena
suara-suara mengerikan diluar
Senjata
yang menembak membabi buta
Dan
selalu membunuhi orang tanpa alasan
Aku
tidak mendengar kau pergi
Aku
hanya ingin tahu pikiranmu masih disini
Aku
tidak bisa membantumu
Tidak
ingin melukai hati temanku
Tapi
ketika duniaku hilang ku tak dapat mencarinya
Semua
hilang akibat perselisihan berkepanjangan
Dan
pertentangan dua pihak
Yang
hanya mementingkan diri sendiri
Entah
sampai kapan ku harus menangis dimalam hari
Aku
hanya inginkan ketenangan dalam hidupku tanpa ada
Perselisihan
diantara para pemuja kejahatan
Kuingin
semua berakhir dengan tenang
Damai
dan tentram selamanya
Menjadi
satu dalam kearifan yang kuingini
Dedicated to conflict to incompliant
Popoen Atjeh
12-11-2007
BUNGA
MAWAR KENANGAN
Mawar
indah ditaman tak seindah
Salam
mesra yang kau berikan
Tapi
dapat memaknai sebuah ungkapan hatimu
Betapa
arti hadirmu sangatlah penting
Dipuji
dengan segenap perhatian
Mungkin
bukan waktunya untuk berucap
Akan
tetapi aku selalu yakin
Betapa
nilai seseorang sangat terasa
Justru
ketika dia tiada lagi disini
Namun
hidup haruslah tetap berjalan
Meninggalkan
waktu yang telah berlalu
Hanya
cinta yang bisa mengubah perasaan
Mengubah
kasih yang lama terkubur dapat kembali hidup
Kehidupan
penuh dengan rahasia yang terpendam
Bila
emosi terus saja mengisi ruang gerak
Dan
logika lama tak dipakai lagi
Terbuktikan
banyak kerugian yang didapat tanpa perasaan
Bila
otak dan pikiran tak lagi menyatu
Maka
hanya hati yang bicara dan mulut tertutup
Kenanganmu
akan cinta akan terus abadi jauh dilubuk hatiku
Walaupun
dirimu tak pernah bisa kembali
Selamanya
selalu bersama cintamu !!!
Dedicated to one love
Popoen Atjeh
12122005
CERMIN
JIWA
Ada
apa dengan perasaan
Gelisah,
galau dalam hati
Terpuruk
disudut kamar
Yang
berbuih salju putih
Diantara
tiap-tiap buih
Senantiasa
tersimpan suatu portal
Kadang
bersih kadang hitam dalam kegalauan
Aku
mencari jatidiriku yang telah hilang
Tak
tahu arah kemana akan pergi
Hanya
kemarahan yang membakar
Menjadi
cermin jiwa
Apakah
masih sadar atau sudah mati perasaan
Atau
hanya angin lalu
Yang
berisik menyisik
Relung-relung
pintu rumah sunyi
Ditepian
telaga berwarna
Biru,
merah, jingga
Dalam
kegelapan
Putih,
hitam, hijau
Dalam
kegelapan
Kemudian
coklat kehijauan
Dalam
penerangan ratu cahaya
Yang
akan kembali senja
Menanti
esok tiba
Popoen Atjeh
23042006
CAHAYA
KALBU
Kalbuku
pergi meninggalkanku
Selembut
awan menyelubungi
Dalam
temaram senja perbukitan
Menuju
kota penuh cahaya
Bertemu
para bidadari
Ditanah
impian Cinderella
Yang
selalu menasehati, mengajarkan dan mengasuh
Anak-anak
suci titipan Ilahi
Kalbuku
bertanya dewi cinta
Kemanakah
jalan yang harus kutempuh
Jawabnya
hanya jalan cinta yang diberkati Tuhan
Berjalanlah
dengan penuh cinta kasih pada sesame manusia
Sambil
tak lupa berdoa kehadirat Tuhan
Semua
kesenangan harus disertai rasa cinta
Kalbuku
menemui Putri Ridha
Kembali
bertanya kemanakah perginya kesenangan
Jawabnya
kesenangan hanyalah
Sosok
yang terpencil dalam kesendirian hati
Hanya
kerelaan hati yang bisa meraih segala kebahagiaan
Jiwa-jiwa
yang rela
Selalu
dalam lindungan Tuhan
Tak
pernah merasa menang atau kalah
Kalbuku
kembali bertatap muka dengan putih salju
Dan
bertanya bagaimanakah hati
Jawabnya
jagalah hati dengan sebersih-bersihnya
Sesungguhnya
hati yang putih bersih
Seputih
salju mencerminkan
Jiwa
yang sehat yang tak bisa
Berfikir
akan suatu keburukan
Langit
menaburkan salju
Memutihkan
seluruh alam
Begitu
juga hati yang putih
Akhirnya
serentak ketiganya berkata
Dalam
sebuah cinta yang murni
Terdapat
kerelaan akan suatu problema nyata
Hanya
hati yang putih bersihlah yang selalu bisa
Berakhlak
sabar dan ikhlas menerima segala cobaan
Dalam
hidup suka dan duka selalu menjadi bunga-bunga
Keindahan
dalam kehidupan yang harus selalu disiram
Agar
selalu tumbuh dan wanginya semerbak aroma alam
Anggunnya
jiwa yang mampu berbuat kebaikan
Kalbuku
memohon pamit pada ketiga putri
Dengan
mengucap salam kalbuku kembali bersamaku
Popoen Atjeh
09112005
PELABUHAN
TERAKHIR
Ketika
berada dalam sebuah kapal
Ditengah
lautan luas penuh kasih
Untuk
mencari tempat berlabuh
Gulungan
ombak dilautan berpacu-pacu dengan angin
Dan
terbelah oleh deru mesin kapal
Ada
ratusan kapal dilautan
Dengan
masing-masing tujuannya
Kemudian
kapal ini berlabuh disuatu kota
Dimana
terlihat kemunafikan merajalela
Kearifan
telah lama ditinggalkan
Kapal
kembali berlayar dan berlabuh di pelabuhan kedua
Istana-istana
pencakar langit
Menghiasi
kekejaman terselubung para pengukir nafsu
Jutaan
tangis disudut-sudut lorong-lorong kota terdengar
Dimana
sikaya menginjak-injak simiskin
Kapal
kembali berpesiar
Untuk
berlabuh di palabuhan terakhir
Dimana
kota itu telah lama mati
Tidak
ada lagi keadilan yang berkuasa hanyalah militer
Dengan
kekuasaan otoriternya
Rakyat
kecil selalu dijadikan tumbal
Yang
pada sesungguhnya pemimpinnya
Hanyalah
seorang lamit rakyat jelata
Kapal
kembali kelautan untuk berlayar
Tiba-tiba
ombak besar menerpa
Kapal
terombang-ambing tak tentu arah
Gulungan
ombak tinggi menerpa
Kesana
kemari hingga kapal terhenti selama beberapa hari
Hingga
akhirnya berlabuh
Disebuah
kota yang telah hancur oleh kemarahan sang laut
Namun
dikota itu itulah aku menemukan berbagai kearifan
Cinta
kasih kepada Sang Pencipta
Kota
itu telah terhukum
Oleh
perlakuan-perlakuan najis
Bangsat-bangsat
yang hidup
Namun
oleh kemarahan Ilahi
Melalui
tangan-tangan laut
Semua
mereka telah dimusnahkan
Aku
bahagia turun dikota ini
Inilah
kota pelabuhan terakhirku
Tanahku
berpijak untuk tinggal dan mencari ilmu yang lebih
Agarku
bisa mencapai kearifan
Popoen Atjeh
09-11-2005
LAUTAN
HATI
Hatiku
tenggelam bersama air
Dikedalam
laut dasar
Mencari
jiwa-jiwa terbenam
Dalam
ganasnya hari
Bertanya
pada hati-hati yang lain
Dari
jiwa-jiwa terpuruk
Hatiku
bertanya…
Dimanakan
adanya rasa cinta
Cinta
telah lama kami buang
Karena
tidak perlu dipahami
Hatiku
bertanya lagi…
Dimanakan
adanya kebaikan
Kebaikan
hanya ada di kaki kami
Karena
mereka mengemis untuk kami
Kembali
hatiku bertanya…
Dimanakah
adanya kesenangan
Kesenangan
selalu berjalan disamping kami
Dan
kami selalu menyembah padanya
Untuk
terakhir kalinya hatiku bertanya lagi…
Dimanakah
adanya kejahatan
Kejahatan
kami simpan dalam peraduan
Otak
kami telah memberikan istana untuknya
Hatiku
merasakan gulungan ombak terbuang
Menyeret
segala pengukir berhala kesenangan pada penderitaan
Yang
tak pernah mencintai dan dicintai
Segala
musnah hanya dalam satu ungkapan hati
Popoen Atjeh
19-10-2005
BERTAHAN
DAN TETAP TEGAR HATI
Kala
malam datang
Dan
rasa lelah menyelimuti
Mata-mata
terlelap
Buih-buih
air laut
Dalam
pantai pengasingan
Memercikkan
hawa dingin
Menusuk
ke raga
Kabut
dari gunung
Menjuntaikan
kakinya
Selembar
kerudung yang menghiasi
Wajah
sesosok gadis
Terdiam
dalam bentangan malam
Dara
suci mengalir darah dari kening bersih putih
Menetes
hingga ke pipi mungil berlesung pipit
Air
mata jatuh dari mata sebening kaca
Menetes
hingga membasahi bibir yang berlipstic merah mawar
Jiwa
merana dalam kegalauan hanya hati yang mampu berkata
Sedang
mulut terkatup rapat
Angin
panas bara dendam menusuk kedalam dada
Hati
terpukul melihat dara jelita
Tersendiri
dalam kacaunya negeri
Dedicated to Itjoet
Popoen Atjeh
07-11-2004
HATI
YANG KESEPIAN
Aku
terhanyut dalam sepi menyelubungi
Hanya
terlihat angin dingin menerpa
Tapa
mengerti segala makna
Namun
kehadiranmu membuatku tegar
Menghadapi
kenyataan kehidupan
Genangan
air kotor menyelimuti
Meracuni
segala urat sarafku
Ku
tak tahu harus berbuat apa?
Semua
terjadi diluar rasaku
Terima
kasih
Karena
kau mau menemani
Dalam
kepedihan atas keterhinaan
Dari
penderitaan yang berkepanjangan ini
Menunggu
kabut prahara itu hilang
Tanpa
ada lagi debu tersisa
Popoen Atjeh
30-02-2003
NEGERIKU
TERCINTA
Kutatap
pesisir pantai disana
Terduduk
termenung sosok wanita kerudung hitam
Penuh
luka dan duka
Kamu
menatapnya tanpa perasaan
Ketika
kamu hanya memikirkan kesenanganmu sendiri
Wanita
itu tenggelam dalam prhara
Kamu
mencoba mencari kesenangan
Tapi
kamu tidak menemukannya
Bidadari
itu bernyanyi
Tapi
kau tak pernah tahu bahasa itu
Terus
bernyanyi seperti malaikat yang tidak pernah memaafkan
Para
pendosa
Disisi
jalan kau lihat betapa penuh kenistaan
Pada
semua kesenangan pengukir berhala nafsu
Diantara
semua duka dan luka-luka itu
Kau
lihatlah harapan yang tumbuh bagaikan langit
Yang
tidak tertutupi awan lagi
Bangunkan
kembali jiwa-jiwa yang tenggelam
Agar
dapat kembali ke jalan kebenaran
Popoen Atjeh
20-09-2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar