Rabu, 13 November 2013

BAB IX MENTARI DI PAGI HARI




KARENA KITA

Kita semua terlahir
Hanya untuk menghirup udara
Dibawah sinar matahari yang sama
Dan karena kita berjalan dibawah sinar bulan yang sama
Menghirup udara yang sama
Sudah seharusnya kita semua menyembah
Pada Maha Pencipta yang sama
Karena kita semua sama
Walaupun berbeda bahasa
Walaupun berbeda ras suku bangsa
Walaupun berbeda warna kulit
Namun kita tetap sama-sama ciptaan Tuhan
Oleh karenanya hanya KepadaNya kita menyembah
Dan hanya kepada Rasulnya kita meminta pertolongan
Untuk dapat hidup didunia dengan berjuta-juta ilmu
Yang semua terdapat didalam kitab yang dianugerahi kepada Rasulnya
Dan kita hanya harus percaya kepada Allah dan Rasulnya
Sebagai utusannya
Tanpa kita perlu mengenal rasul kepalsuan
Yang hanya akan menghacurkan rasa cinta kita
Dan hanya akan mengajarkan pada
Kekafiran umat dalam kesucian ilmu
Popoen Atjeh
11-11-2007






BENDERA PUTIH

Disini bersamaku
Menangis dalam kesepian
Kuingin pergi
Kuingin tidur
Tapi aku tak pernah bisa tenang
Karena suara-suara mengerikan diluar
Senjata yang menembak membabi buta
Dan selalu membunuhi orang tanpa alasan
Aku tidak mendengar kau pergi
Aku hanya ingin tahu pikiranmu masih disini
Aku tidak bisa membantumu
Tidak ingin melukai hati temanku
Tapi ketika duniaku hilang ku tak dapat mencarinya
Semua hilang akibat perselisihan berkepanjangan
Dan pertentangan dua pihak
Yang hanya mementingkan diri sendiri
Entah sampai kapan ku harus menangis dimalam hari
Aku hanya inginkan ketenangan dalam hidupku tanpa ada
Perselisihan diantara para pemuja kejahatan
Kuingin semua berakhir dengan tenang
Damai dan tentram selamanya
Menjadi satu dalam kearifan yang kuingini

Dedicated to conflict to incompliant
Popoen Atjeh
12-11-2007







BUNGA MAWAR KENANGAN

Mawar indah ditaman tak seindah
Salam mesra yang kau berikan
Tapi dapat memaknai sebuah ungkapan hatimu
Betapa arti hadirmu sangatlah penting
Dipuji dengan segenap perhatian
Mungkin bukan waktunya untuk berucap
Akan tetapi aku selalu yakin
Betapa nilai seseorang sangat terasa
Justru ketika dia tiada lagi disini
Namun hidup haruslah tetap berjalan
Meninggalkan waktu yang telah berlalu
Hanya cinta yang bisa mengubah perasaan
Mengubah kasih yang lama terkubur dapat kembali hidup
Kehidupan penuh dengan rahasia yang terpendam
Bila emosi terus saja mengisi ruang gerak
Dan logika lama tak dipakai lagi
Terbuktikan banyak kerugian yang didapat tanpa perasaan
Bila otak dan pikiran tak lagi menyatu
Maka hanya hati yang bicara dan mulut tertutup
Kenanganmu akan cinta akan terus abadi jauh dilubuk hatiku
Walaupun dirimu tak pernah bisa kembali
Selamanya selalu bersama cintamu !!!

Dedicated to one love
Popoen Atjeh
12122005







CERMIN JIWA

Ada apa dengan perasaan
Gelisah, galau dalam hati
Terpuruk disudut kamar
Yang berbuih salju putih
Diantara tiap-tiap buih
Senantiasa tersimpan suatu portal
Kadang bersih kadang hitam dalam kegalauan
Aku mencari jatidiriku yang telah hilang
Tak tahu arah kemana akan pergi
Hanya kemarahan yang membakar
Menjadi cermin jiwa
Apakah masih sadar atau sudah mati perasaan
Atau hanya angin lalu
Yang berisik menyisik
Relung-relung pintu rumah sunyi
Ditepian telaga berwarna
Biru, merah, jingga
Dalam kegelapan
Putih, hitam, hijau
Dalam kegelapan
Kemudian coklat kehijauan
Dalam penerangan ratu cahaya
Yang akan kembali senja
Menanti esok tiba

Popoen Atjeh
23042006






CAHAYA KALBU

Kalbuku pergi meninggalkanku
Selembut awan menyelubungi
Dalam temaram senja perbukitan
Menuju kota penuh cahaya
Bertemu para bidadari
Ditanah impian Cinderella
Yang selalu menasehati, mengajarkan dan mengasuh
Anak-anak suci titipan Ilahi
Kalbuku bertanya dewi cinta
Kemanakah jalan yang harus kutempuh
Jawabnya hanya jalan cinta yang diberkati Tuhan
Berjalanlah dengan penuh cinta kasih pada sesame manusia
Sambil tak lupa berdoa kehadirat Tuhan
Semua kesenangan harus disertai rasa cinta
Kalbuku menemui Putri Ridha
Kembali bertanya kemanakah perginya kesenangan
Jawabnya kesenangan hanyalah
Sosok yang terpencil dalam kesendirian hati
Hanya kerelaan hati yang bisa meraih segala kebahagiaan
Jiwa-jiwa yang rela
Selalu dalam lindungan Tuhan
Tak pernah merasa menang atau kalah
Kalbuku kembali bertatap muka dengan putih salju
Dan bertanya bagaimanakah hati
Jawabnya jagalah hati dengan sebersih-bersihnya
Sesungguhnya hati yang putih bersih
Seputih salju mencerminkan
Jiwa yang sehat yang tak bisa
Berfikir akan suatu keburukan
Langit menaburkan salju
Memutihkan seluruh alam
Begitu juga hati yang putih
Akhirnya serentak ketiganya berkata
Dalam sebuah cinta yang murni
Terdapat kerelaan akan suatu problema nyata
Hanya hati yang putih bersihlah yang selalu bisa
Berakhlak sabar dan ikhlas menerima segala cobaan
Dalam hidup suka dan duka selalu menjadi bunga-bunga
Keindahan dalam kehidupan yang harus selalu disiram
Agar selalu tumbuh dan wanginya semerbak aroma alam
Anggunnya jiwa yang mampu berbuat kebaikan
Kalbuku memohon pamit pada ketiga putri
Dengan mengucap salam kalbuku kembali bersamaku

Popoen Atjeh
09112005























PELABUHAN TERAKHIR

Ketika berada dalam sebuah kapal
Ditengah lautan luas penuh kasih
Untuk mencari tempat berlabuh
Gulungan ombak dilautan berpacu-pacu dengan angin
Dan terbelah oleh deru mesin kapal
Ada ratusan kapal dilautan
Dengan masing-masing tujuannya
Kemudian kapal ini berlabuh disuatu kota
Dimana terlihat kemunafikan merajalela
Kearifan telah lama ditinggalkan
Kapal kembali berlayar dan berlabuh di pelabuhan kedua
Istana-istana pencakar langit
Menghiasi kekejaman terselubung para pengukir nafsu
Jutaan tangis disudut-sudut lorong-lorong kota terdengar
Dimana sikaya menginjak-injak simiskin
Kapal kembali berpesiar
Untuk berlabuh di palabuhan terakhir
Dimana kota itu telah lama mati
Tidak ada lagi keadilan yang berkuasa hanyalah militer
Dengan kekuasaan otoriternya
Rakyat kecil selalu dijadikan tumbal
Yang pada sesungguhnya pemimpinnya
Hanyalah seorang lamit rakyat jelata
Kapal kembali kelautan untuk berlayar
Tiba-tiba ombak besar menerpa
Kapal terombang-ambing tak tentu arah
Gulungan ombak tinggi menerpa
Kesana kemari hingga kapal terhenti selama beberapa hari
Hingga akhirnya berlabuh
Disebuah kota yang telah hancur oleh kemarahan sang laut
Namun dikota itu itulah aku menemukan berbagai kearifan
Cinta kasih kepada Sang Pencipta
Kota itu telah terhukum
Oleh perlakuan-perlakuan najis
Bangsat-bangsat yang hidup
Namun oleh kemarahan Ilahi
Melalui tangan-tangan laut
Semua mereka telah dimusnahkan
Aku bahagia turun dikota ini
Inilah kota pelabuhan terakhirku
Tanahku berpijak untuk tinggal dan mencari ilmu yang lebih
Agarku bisa mencapai kearifan

Popoen Atjeh
09-11-2005
























LAUTAN HATI

Hatiku tenggelam bersama air
Dikedalam laut dasar
Mencari jiwa-jiwa terbenam
Dalam ganasnya hari
Bertanya pada hati-hati yang lain
Dari jiwa-jiwa terpuruk
Hatiku bertanya…
Dimanakan adanya rasa cinta
Cinta telah lama kami buang
Karena tidak perlu dipahami
Hatiku bertanya lagi…
Dimanakan adanya kebaikan
Kebaikan hanya ada di kaki kami
Karena mereka mengemis untuk kami
Kembali hatiku bertanya…
Dimanakah adanya kesenangan
Kesenangan selalu berjalan disamping kami
Dan kami selalu menyembah padanya
Untuk terakhir kalinya hatiku bertanya lagi…
Dimanakah adanya kejahatan
Kejahatan kami simpan dalam peraduan
Otak kami telah memberikan istana untuknya
Hatiku merasakan gulungan ombak terbuang
Menyeret segala pengukir berhala kesenangan pada penderitaan
Yang tak pernah mencintai dan dicintai
Segala musnah hanya dalam satu ungkapan hati

Popoen Atjeh
19-10-2005




BERTAHAN DAN TETAP TEGAR HATI

Kala malam datang
Dan rasa lelah menyelimuti
Mata-mata terlelap
Buih-buih air laut
Dalam pantai pengasingan
Memercikkan hawa dingin
Menusuk ke raga
Kabut dari gunung
Menjuntaikan kakinya
Selembar kerudung yang menghiasi
Wajah sesosok gadis
Terdiam dalam bentangan malam
Dara suci mengalir darah dari kening bersih putih
Menetes hingga ke pipi mungil berlesung pipit
Air mata jatuh dari mata sebening kaca
Menetes hingga membasahi bibir yang berlipstic merah mawar
Jiwa merana dalam kegalauan hanya hati yang mampu berkata
Sedang mulut terkatup rapat
Angin panas bara dendam menusuk kedalam dada
Hati terpukul melihat dara jelita
Tersendiri dalam kacaunya negeri

Dedicated to Itjoet
Popoen Atjeh
07-11-2004








HATI YANG KESEPIAN

Aku terhanyut dalam sepi menyelubungi
Hanya terlihat angin dingin menerpa
Tapa mengerti segala makna
Namun kehadiranmu membuatku tegar
Menghadapi kenyataan kehidupan
Genangan air kotor menyelimuti
Meracuni segala urat sarafku
Ku tak tahu harus berbuat apa?
Semua terjadi diluar rasaku
Terima kasih
Karena kau mau menemani
Dalam kepedihan atas keterhinaan
Dari penderitaan yang berkepanjangan ini
Menunggu kabut prahara itu hilang
Tanpa ada lagi debu tersisa

Popoen Atjeh
30-02-2003















NEGERIKU TERCINTA

Kutatap pesisir pantai disana
Terduduk termenung sosok wanita kerudung hitam
Penuh luka dan duka
Kamu menatapnya tanpa perasaan
Ketika kamu hanya memikirkan kesenanganmu sendiri
Wanita itu tenggelam dalam prhara
Kamu mencoba mencari kesenangan
Tapi kamu tidak menemukannya
Bidadari itu bernyanyi
Tapi kau tak pernah tahu bahasa itu
Terus bernyanyi seperti malaikat yang tidak pernah memaafkan
Para pendosa
Disisi jalan kau lihat betapa penuh kenistaan
Pada semua kesenangan pengukir berhala nafsu
Diantara semua duka dan luka-luka itu
Kau lihatlah harapan yang tumbuh bagaikan langit
Yang tidak tertutupi awan lagi
Bangunkan kembali jiwa-jiwa yang tenggelam
Agar dapat kembali ke jalan kebenaran

Popoen Atjeh
20-09-2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar