KEPAHITAN
HIDUP
Malam-malam
begitu mencekam
Baja-baja
tidak lelahnya mencari mangsa
Jiwa-jiwa
tak berdosa menjadi korban
Hantu-hantu
terus bergentayangan
Sosok
wanita berparas jeita
Dengan
buah hati kecilnya berlari tertatih-tatih
Dari
kejaran hawa nafsu tak pernah merasa lelah
Karena
hidup harus terus berjalan
Disebuah
rumah tua kelam ia menyelamatkan diri
Menanti
tangan-tangan Ilahi yang akan menolongnya
Melalui
ucapan Zikir kepada Tuhan menunggu fajar tiba
Menunggu
hadirnya pertolongan
Bersama
mutiara hatinya dia terus berdoa dalam hati
Hingga
datanglah satu sosok menyelamatkan dirinya
Dan
mengembalikannya ketengah keluarganya
Ditempat-tempat
Umat berdoa kehadiran Ilahi
Popoen Atjeh
05-11-2005
DOA
KEBAJIKAN
Hai
manusia yang berjiwa besar
Layknya
seorang prajurit penumpas segala kemungkaran
Izinkanlah
hati untuk berjuang
Demi
negeri yang diambang kehancuran
Karena
hantu-hantu jalanan menggerayangi
Demi
masa yang telah terlewati oleh waktu
Berjuanglah
demi satu cita-cita
Dialam
pikiran perasaan cinta
Menerawang
jauh kedalam sudut palung hati
Mendalami
segala makna dosa
Hadirkan
doa dalam setiap perjuangan
Bila
jiwa-jiwa telah pergi
Kubuatkan
sebuah singgasana diatas pasir agar jiwamu
Tak
lagi merasakan pahitnya hidup
Pedihnya
darah tertumpah jangan biarkan
Tangisan
kekasih hanya jadi bulan-bulanan
Capailah
cita-cita maha luhur
Dari
setiap hati yang mencintai
Siramlah
bunga-bunga harum ditaman penuh kasih
Dalam
keridhaan hati yang suci dan bersih
Popoen Atjeh
04-10-2005
KESENDIRIAN
Putri
terlahir dalam kesendirian
Berjuang
untuk mendapatkan kembali kebebasan
Dalam
kebingungan kau berjalan
Untuk
mencari pencahayaan hati
Butir
debu memenuhi tubuhmu
Parasmu
dipenuhi butir pasir dilaut
Dari
tiap-tiap butir tercipta bentuk-bentuk baru
Tiap
tiap bentuk terjadi dari bintik-bintik
Terlukiskan
wajah penuh duka
Dalam
kerelaan hati dan keridhaan jiwa
Tercipta
makna diri menyatu mengalun dalam ungkapan kasih
Kasih
pergi meninggalkan cinta
Cinta
tak mampu untuk membendung hasrat
Hasrat
dalam diri ingin menggauli
Sayang
dalam harga suatu cawan bunga mawar
Mawar
ditaburi melati diatas pembaringan
Nan
suci lagi harum kembang setaman
Dipayungi
oleh luka yang menetes
Mengalir
bagai air dari cawan sucimu
Popoen Atjeh
20-12-2005
DEWI
MIMPI
Takdir
alam mimpikan hati
Sosok
dewi bergaun biru
Anggun
dan bijaksana
Namun
kesedihan dan tangisan mengiringi langkahnya
Airmata
beruraian menghiasi parasnya
Cahaya
nirmala mengitarinya
Dalam
kesepian ditepian pantai
Sambil
tangan menggenggam mahkota kemegahan
Bendera
singgasana sang Ratu
Yang
sedang terbakar api kemunafikan
Dia
terus menyiraminya dengan air laut
Namun
api tak pernah bisa padam
Api
terus berkobar tak mau menghiraukan tangisan sang Putri
Ia
terus menangis karena ketidakberdayaan
Menjaga
keindahan yang ditinggalkan
Darah
berceceran dari tangan sucinya
Ia
terus saja merasa bersalah atas semua prahara
Ketika
aku mendekatinya dia berucap
Takdir
tak dapat dihindari hanya mengikuti
Bangunkan
kembali hati-hati perjuangan dalam diri manusia ini
Untuk
kembali memperjuangkan negeri tercinta
Titipan
para pendahulu yang begitu gagahnya
Lalu
akupun berlalu dari hadapan sang putri
Hinggaku
tersadar dan terbangun dari alam mimpiku
Dialam
sang putri Nurul Alam
Ratu
dimasa lalu
Popoen Atjeh
13-02-2003
SETITIK
KASIH
Kulihat
kejalan kemudian kurasakan dalam urat hatiku
Getar-getar
pilu tangisan dikeramaian
Kulihat
roda-roda besi berputar tak tentu arah
Tak
tahu lagi kemana harus melangkah
Bebek-bebek
seperti hilang akal
Mondar-mandir
sana sini mengganggu hati
Ada
kuda ada kijang
Masing-masing
mempercantik diri
Siapakah
diantara mereka yang kencang larinya
Bagus
bulunya, cantik warnanya
Ada
satu merpati dibawakan oleh permaisuri seiring nafasku berjalan
Kulihat
betapa angkuhnya permaisuri
Yang
mempertontonkan merpati usang
Hanya
dibalut bulu-bulu keemasan
Tikus-tikus
berkeliaran mencari makan
Kucing-kucing
sedang bercinta tak kenal waktu
Anjing-anjing
sedang menjilati sebuah tulang yang berulat
Oh
nafasku makin sesak terasa
Ternyata
hembusan angin yang menerpa
Dari
binatang-binatang itu membuatku kalang kabut
Mencari
perlindungan hanya dengan mata ku memandang
Keramaian
itu tak ingin kuingat didalam hati
Popoen Atjeh
02-10-2005
THALITA
CINTA
Cinta
adalah permata indah
Dalam
kemurnian yang berkilauan
Dimiliki
di relung hati
Jika
cinta memanggilmu
Pastinya
kau akan ikuti jalan-jalan yang ditunjuknya
Walaupun
berliku-liku namun tak pernah kau merasa lelah
Hati
adalah seekor lebah yang akan hinggap ke banyak cinta
Namun
hanya cinta sejati yang dapat menghentikan langkahnya
Biduk-biduk
cinta telah ditambatkan dipelabuhan terakhir kasih
Dengan
aroma wewangian yang ditanamkan
Semua
akan menyukai harumnya cinta
Demikianlah
cinta itu yang akan berkorban
Walaupun
badai datang silih berganti
Namun
ia tetap satu dalam lingkaran kehidupan
Yang
tak akan dapat dipisahkan oleh rasa yang tertinggal
Semua
hanya mengikuti arus cinta itu
Kedalam
kubah istana asmara
Yang
dipenuhi oleh cawan-cawan kerinduan
Dipayungi
kasih abadi
Popoen Atjeh
17 November 2007
WAKTU
YANG BERLALU
Penantian
hidup yang tak seberapa lamanya
Namun
hujan tak turun juga
Aku
tidak akan memberikan kesempatan padanya
Untuk
mengungkapkan ketololan hatinya
Dalam
perjalanan panjang penuh liku
Dalam
setiap keremangan senja
Aku
melihat tangan-tangan itu
Masih
berusaha meraihku
Untuk
membawaku pada
Penantian
menunggu terlepasnya
Cengkeraman
maut
Menenggelamkan
jiwa-jiwa tak berdosa
Tanpa
mengetahui apa sebabnya
Jiwanya
dirampas
Popoen Atjeh
07-10-2003
DERITAKU
Hidupku
ini bagaikan terbuang
Dipakai
dan ditinggalkan
Hanya
materi yang kudapat tidak cinta
Ingin
kucari makna hidup ini
Namun
tak bisa kumenolak hasrat
Hari
ini dia, besok entah siapa
Yang
akan menjamahku
Suatu
malam aku terlalu riang gembira
Karena
sosok itu mengajakku
Ketepian
kota pinggir pantai
Merasakan
indahnya malam itu berdua
Sampai
fajar tiba
Pagi
itu kami masih berdua
Ditepian
pantai
Tiba-tiba
tanah bergetar
Aku
merasakan bagaikan berada dalam akhir suatu masa
Tiba-tiba
gulungan ombak itu datang menerpaku
Pasanganku
entah kemana hilangnya
Tapi
aku masih berusaha bertahan
Akan
terjangan ombak-ombak itu
Satu
keinginan hati paling dalam
Memohon
sujud kehadirat Ilahi
Meminta
diampunkan segala dosaku
Cukup
sampai hari ini saja aku begini
Bersihkanlah
jiwaku dan ragaku yang telah kotor
Sucikanlah
kembali semuanya
Bila
aku dipanggil hari ini
Kumohon
maaf dari Ilahi
Ketika
kusadari tak ingin kuulangi lagi dosa-dosaku
Hanya
Tuhanku lah yang mampu menolongku
Dengan
penuh doa kepadanya
Tuhanku
telah menolongku
Menciptakan
kembali hari-hari baruku yang kuingin
Tidak
lagi seperti dulu bersihkan kembali jiwa yang telah kotor
Popoen Atjeh
08-10-2005
KEREMANGAN
SENJA
Suatu
sore kumelihat ribuan orang berbondong-bondong
Datang
ke suatu tempat
Dimana
hadirnya seorang bintang gemerlap
Yang
membawakan beberapa nyanyian percintaan
Hingga
muda-mudi terbawa kedalam suasana
Disisi
lain kota ketika malam tiba kumelihat
Anak-anak
sedang mengolah suara nyanyian
Untuk
memperdengarkan Ayat-ayat suci
Namun
malam itu semua orang telah terlelap dengan mimpinya
Tidak
ada yang mau datang
Tidak
ada yang mau mendengar lagi
Suara
lantunan Ayat-ayat suci
Semua
sudah terlena dengan lantunan nyanyian percintaan
Hingga
semua larut dalam bercinta
Mengapa
semua orang tak lagi mau mendengar
Lantunan
Ayat-ayat suci
Hanya
merasa ingin mendengarkan
Suara
musik demikian kerasnya
Sianak
hilang telah kembali terbang
Kembali
ketanah impian
Meninggalkan
hati untuk para pemuja
Hingga
kumelihat yang kuasa
Marah
pada umatnya yang telah lupa pada penciptanya
Hanya
memikirkan kesenangan pribadi
Hingga
cengkeraman mengoyak jiwa-jiwa yang berdosa padanya
Dimanakan
setitik harapan itu?
Popoen Atjeh
10-10-2005
ANEUK
DARA LON SAYANG
Suasana
mengguncang dalam dada
Segala
amarah tak lagi keluar
Hanya
perasaan dalam hati saja
Sayang
sangatlah sayang
Sembilan
bulan dalam kandungan ibunda
Dalam
perjuangannya memberikan cahaya kehidupan
Kepada
dara buah hati
Mutiara
hati didalam buaian kasih sampai mengenal dunia
Ketika
bunda melepas buah hati untuk menuntut ilmu
Kekota
penuh harapan dan dengan perasaan haru
Keinginana
agar anak menjadi orang yang terpelajar
Ketika
ada rezeki selalu akan disampaikan
Mengingat
buah hati jauh dimata agar tidak ada kekurangan
Sayang
begitu sayang
Ketika
sudah bersinar cerah pada waktunya
Anak
dara tergoda kemewahan dan kesenangan
Mahkotanya
terenggut oleh para pemuja kemunafikan
Sang
kumbang yang hanya mau mengambil sarinya
Telah
hilang semua cita-citanya
Akibat
pengaruh kebusukan dunia
Hingga
tidak ada lagi bunga berseri
Malang
melintang dalam jagad insan
Ajing
rakus mencari mangsa
Tinggalah
anak dara dalam kegalauan hati
Tak
sanggup `tuk hidup
Tak
sanggup `tuk menerima siksaan
Terhina
oleh penderitaan akibat keluguan diri
Norma-norma
telah terbuang percuma
Semua
yang pernah menjadi ajaran
Hanyalah
tinggal sebuah batu nisan
Segalanya
musnah dan tak akan bisa kembali
Hanya
bisa menunggu keajaiban dari tangan-tangan kasih
Menjadikan
diri tertutup selamanya
Popoen Atjeh
16-10-2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar