Prolog
Jika
kematian itu benar-benar menyakitkan. Aku ingin menggantikan semua penyakitnya
untukku, tak pernah terlalu aku pikirkan bagaimana caranya aku mati, tapi aku
ingin mati ditempat yang aku cintai bersama harapan dan do’a, menggantikan
tempatnya. Pepatah mengatakan juliet rela mati menemani sang romeo, namun
mengapa aku memilih cara yang tak pernah sekalipun aku mengerti kenapa.
Dalam
setiap denyut jantungku memikirkan dimanakah aku akan berjalan malam-malam buta
begitu gelapnya, ketika sang romeoku terbaring lelah, namun aku tak pernah
lelah menyintai dia yang telah membuangku tanpa sebelumnya aku tahu sebabnya,
sang purnama telah kelam dibalik cahaya remang perbukitan, mengecap lirih dalam
bisikan malam ketika aku mulai terbangun dan mulai menghirup udara kehidupan
dimana aku mulai memasuki semester pertamaku disekolahku yang baru, namun mimpi
semalam membuatku bertanya akan artinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar