Kamis, 28 November 2013

Cinta untuk cinta



Prolog
Jika kematian itu benar-benar menyakitkan. Aku ingin menggantikan semua penyakitnya untukku, tak pernah terlalu aku pikirkan bagaimana caranya aku mati, tapi aku ingin mati ditempat yang aku cintai bersama harapan dan do’a, menggantikan tempatnya. Pepatah mengatakan juliet rela mati menemani sang romeo, namun mengapa aku memilih cara yang tak pernah sekalipun aku mengerti kenapa.

Dalam setiap denyut jantungku memikirkan dimanakah aku akan berjalan malam-malam buta begitu gelapnya, ketika sang romeoku terbaring lelah, namun aku tak pernah lelah menyintai dia yang telah membuangku tanpa sebelumnya aku tahu sebabnya, sang purnama telah kelam dibalik cahaya remang perbukitan, mengecap lirih dalam bisikan malam ketika aku mulai terbangun dan mulai menghirup udara kehidupan dimana aku mulai memasuki semester pertamaku disekolahku yang baru, namun mimpi semalam membuatku bertanya akan artinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar